
JANGAN LUPA VOTE YANG BANYAK YA... LIKE DAN GIFT YANG BANYAK...
SUPAYA DITENGAH KERJAAN YANG BANYAK THOR SEMANGAT UPDATE, THANK YOU🙏🏻
***
7 Bulan pun berlalu dari kejadian penembakan Alana dan Rangga
"Bby, kok perutku sakit ya?"kata Alana sambil mengelus perutnya yang buncitnya sudah maksimal.
"Emang sudah waktunya melahirkan?" tanya Saka cemas. Ia sekarang menjadi ayah siaga karena pengalaman yang tidak enak di dua kehamilan sebelumnya membuatnya sekarang menjadi suami yang ekstra siaga buat Alana. Apalagi Kakak 'Sialan' Alana belum mendapatkan jodohnya, padahal papa Indra sudah sering menjodohkan Indra dengan anak kenalannya, tapi kesemuanya tidak pernah singgah di hati Indra. Indra masih sering mengganggu Alana dan Saka, Saka khawatir kalau kelahiran anaknya yang ketiga ini yang nungguin laki laki lain, makanya ia sengaja mepet Alana mulu.
"Emang udah HPL sih, tapi anakmu masih saja nemplok disini." kata Alana manja, ia bersandar pada tubuh Saka karena punggungnya sakit melulu. Belum lagi kkarena perutnya sudah gede maksimal, ia kalau jalan atau tidur udah kepayahan banget.
"Kan Pricess sayang, jadi dia mesti dandan dulu dong kalau mau keluar." kata Saka sok tahu, padahal mereka sudah sepakat kalau tidak akan melihat apa jenis kelamin anaknya supaya menjadi kejutan.
"Iya ini udah hampir 40 minggu, dia masih betah aja disitu." kata Alana sambil mengelus elus perutnya. Sebenarnya ia sudah mengalami rasa sakit yang hilang dan timbul tapi karena belum terlalu intens ia tidak mengajak suaminya untuk ke rumah sakit.
"Jangan jangan kembar tuh, sayang." kata Saka sekenanya, mereka berdua sedang istirahat di kamar tidur mereka, sedangkan anak anak mereka diasuh oleh mama dan ibu di bawah bersama baby sitter.
"Mimpi ah, kita juga ga punya gen kembar kan?" tepis Alana, karena ga ada ceritanya kalau ga punya gen kembar trus bisa punya kembar dengan jalan alami, kecuali dibantu oleh alat alat kedokteran.
"Ya kali bisa.. Nah nanti kalau mau hamil lagi kita bisa pakai cara kedokteran aja, biar kita bisa dapat kembar langsung, gimana sayang? "
"Jangan meng halu ahh. Kamu tahu ga? Anak kita udah 3, masa ya mau nambah lagi?" tanya Alana sambil mengernyit kesakitan.
"Emang udah saatnya kali, Lala sayang. The princess udah saatnya lahir." kata Saka sambil mendekati Alana dan memeluknya dari belakang, serta ikut mengelus perut Alana yang sudah membuncit.
"Gimana kamu sok yakin kalau ini princess? Kalau prince lagi gimana?"kata Alana sambil menikmati belaian Saka pada anaknya.
"Ya kita usaha lagi supaya bisa dapet princess, tenang sayang, kita pasti bisa berusaha untuk kembali dapet princess." jawab Saka sekenanya.
"Emang mau kamu, Bby!!" cebik Alana kesal.
__ADS_1
"Eh kemarin dokter Clara kasih tips supaya bisa cepet lahiran?" kata Saka sambil membalikan tubuh Alana sehingga Alana kini menghadap ke dirinya.
"Kapan dokter Clara kasih tipsnya? Emang tipsnya apa?" Alana heran kayaknya waktu terakhir ketemu dokter Clara, dokter Clara gak ngomong apa apa deh..
"Tips bagaimana dedek cepet lahir." Saka tetep kekeuh mempertahankan pendapatnya.
"Oh ya? Emang gimana?" tanya Alana jadi ingin tahu.
"Bisanya dipraktekin langsung!! Yuk.." ajak Saka dengan wajah yang berubah, binar matanya udah berbeda.
"Emang gimana?? Ehmmpph" Saka udah menyerang Alana.
"Hubby!!!" sergah Alana
"Aku mau nengokin anakku sebentar, barangkali setelah kutengok dia bakal keluar." kata Saka sambil melakukan aktivitasnya sampai Alana menjerit setelah Saka menuntaskan hasratnya.
"Kenapa sayang?" tanya Saka dengan raut cemas.
"Bby, kayaknya setelah kamu tengok dedek mau keluar deh." sergah Alana dengan raut kesakitan.
"Jangan, Bby, aku berat loh sekarang, kalau kamu angkat aku dari lantai 2 yang ada kamu bakal kecapean."tolak Alana karena kasihan sama Saka yang bakal keberatan membawanya.
" Sudah jangan gerak gerak." kata Saka gak mau dibantah. Emang, seperti biasa meski Alana hamil besar tapi yang membesar dari tubuhnya cuman perutnya, jadi kayak orang yang busung lapar, soalnya badannya ya masih seperti itulah.
Saka langsung berteriak pada penghuni rumah yang lain untuk segera mengantar Alana dan dirinya ke rumah sakit. Para penghuni rumah langsung tergopoh gopoh melakaukan perintah Saka, baby sitter Genta membantu dengan mengambilkan pakaian Alana yang sudah siap di koper dan menaruhnya di mobil. Supir ibu Irsyana sudah siap di mobil untuk mengantar Alana, karena mobil ibulah yang paling gede dan luas.
Sementara ibu membagi tugas dengan mama Lina, karena Alendra nempelnya sama mama Lina jadi mau tidak mau yang mengantar Alana dan Saka adalah ibu. Dan mereka bergegas ke rumah sakit sedangkan di sepanjang perjalanan Alana yang sudah kepayahan karena kontraksi yang semakin rapat hanya bisa terdiam dan menahan rasa sakit yang mendera. Saka sudah menghubungi seluruh personel rumah sakit supaya bersiap, karena Alana akan segera sampai.
***
Setelah beerbagai macam drama melahirkan yang biasa dialami oleh wanita yang melahirkan normal, termasuk mencakari suaminya yang mengantarnya sampai ke dalam ruangan bersalin, akhirnya anak Saka dan Alana lahir juga. Dan anak Alana kali ini bener bener cewek!
"Lala sayang, anak kita cewek. Bener bener princess, mungkin dia lama baru lahir soalnya nunggu make up an dulu." goda Saka pada Alana yang lemas setelah melahirkan putri kecilnya yang cantik.
__ADS_1
"Berarti udahan kan,Bby? Cita citanya kan udah tercapai." kata Alana kelelahan. Bayinya sedang dibawa untuk dimandikan dan dibersihkan terlebih dahulu baru di beri ASI eksklusif langsung dari dada ibunya.
"Eh aku sih kepinginnya anaknya minimal 5 maksimal 10... aduhhh, sakit sayang!!" cubitan alana mampir ke lengan Saka.
"Nih lihat tanganku kena cakar kamu semua, masih juga kamu tega nyubit aku." lanjut Saka sambil menunjukkan luka luka akibat cakaran kuku tangan Alana, sedangkan dr Clara masih sibuk mennjahit luka Alana.
"Bu, ini anaknya yang cantik sudah datang." kata seorang suster yang membawa bayi caantik Alana untuk di adzani dan diberikan Iniasi dini.
"Sini, sama daddy dulu biar daddy mengadzani kamu ya, cantiknya daddy. Jadi kamu Keisha Tiara Putri Perdana, gak lahir lahir karena dandan dulu ya? Pantes kamu cantik banget." kata Saka sambil mengambil anaknya dan menggendongnya dengan penuh sayang dan melakukan kewajibannya. Sedang Alana hanya tersenyum bahagia,karena nama anak itu sudah Saka siapkan sejak usia kandungan Alana 7 bulan.
Suster pun sudah menolong Alana untuk membuka bajunya supaya anaknya bisa merangkak dan menyusu langsung di dada ibunya.
"Nah, cantik.. sekarang belajar cari makan di dada mommy ya." kata Saka meletakkan anaknya di gendongan suster supaya ia meletakan bayi itu di dada ibunya. Luar biasa, saat anaknya mencari sumber makanannya untuk pertama kali, tangisan haru Alana tidak dapat dibendung. Ia merasa menjadi ibu yang seutuhnya. Padhal ia sudah memiliki 2 anak dari Saka. Tapi memang baru kali ini ia melakukan iniasi model seperti ini. Saka pun merasa terharu dan bahagia sekaligus melihat kejadian itu, sampai akhirnya dr Clara mengatakan pada susternya untuk membersihkan Alana dan menaruhnya di ruangan VVIP yang sudah dipesan oleh keluarga Perdana.
" Sayang, terimaksih ya. Kamu sudah memberiku kebahagiaan yang utuh dengan kehadiran princess dalam kehidupan kita." ujar Saka sambil tak hentinya menciumi wajah Alana yang tampak kelelahan. Walau lelah, Alana sangat bahagia dengan hadirnya putri cantik yang sangat diidam idamkan itu.
" Huum, Bby. Makasih juga kamu sudah mencintai aku seutuhnya." kata Alana dengan semburat malu malu di wajahnya.
" Aku bahagia bisa memilikimu seutuhnya." kata Saka sambil kembali menciumi wajah Alana.
" Arggggh!" jerit Saka dengan suara tertahan.
" Kenapa, Bby?" tanya Alana cemas, ia pikir Saka kesakitan karena apa.
" Kenapa setiap berdekatan dengan kamu Junio selalu minta jatah? Padahal ini kan berarti aku harus puasa, nunggu masa nifasmu selesai. " sahut Saka sambil berdecak sebal. Sedangkan Alana hanya bisa memutar bola matanya dengan perasaan sebal, karena ujung ujungnya pasti keomesan yang ditunjukan Saka. Tapi Saka kembali mendekatkan wajahnya dan menempelkan hidungnya je hidung Alana dan berucap mesra.
" Lala sayang, i love you"
" Love you too."
.
.
__ADS_1
END