Menjadi Istri Kedua Sahabatku

Menjadi Istri Kedua Sahabatku
151. Salah paham


__ADS_3

JANGAN LUPA VOTE YANG BANYAK YA... LIKE DAN GIFT YANG BANYAK...


SUPAYA DITENGAH KERJAAN YANG BANYAK THOR SEMANGAT UPDATE, THANK YOU🙏🏻


***


" Ha ha ha , Bby! Sumpah deh wajah kalian itu lucu banget. Masa klian masih mengira aku hilang ingatan sih!!" kata Alana sambil masih tertawa kecil. Ia sebel dituduh amnesia, makanya ia balik nge prank Saka.


" Lalaaaaaaa" seru Saka geram tapi dihatinya ia sangat lega karena Alana tidak apa apa.


Indra pun bisa bernafas lega karena ternyata Alana tidak mengalami amnesia seperti yang ia duga.


" Ibu, ayah, mama, Lala.. Saka mau ngomong sesuatu." kata Saka dengan nada misterius. Menurut pikiran Alana, Saka sepertinya bakalan balik nge prank Alana.


" Bby, udah deh, gausah balik nge prank aku. Aku bakalan marah sama kamu loh ya." peringat Alana dengan nada ketus.


" Idih siapa yang mau nge prank kamu. Aku beneran mau ngomong serius sama kalian. " kata Saka sambil membuka kemejanya yang ternoda darah dan hanya meninggalkan tshirt oblong warna hitam sehingga otot badannya yang kekar terpampang nyata didepan mata membuat Alana membuang pandangannya sambil menelan salivanya karena pemandangan itu terlalu menggoda baginya. Lain halnya dengan mama, ibu dan ayah yang menanti pernyataan Saka menjadi sedikit dongkol.


" Sak,kamu itu senangnya mempermainkan orang tua deh!" kata Ayah Langit kesal, saat Saka masih saja diam. Katanya mau kasih tau tapi malah diam.


" Ayah dan ibu sama mama bakal seneng kalau aku kasi kalian info ini. " kata Saka tanpa menyembunyikan raut bahagia di wajahnya, membuat Alana jadi curiga.


" Hihhhh! buruan kamu bilang ga? Bikin gemes orang tua aja sih. Mau ngomong aja kamu mesti muter muter kayak gangsing?" tanya Ibu Irsyana sambil nggetok kepala Saka dengan gemas.


" Sabar ibuuuu. Mau punya cucu lagi kok malah suka marah marah, sih." kata Saka sambil mengelus kepalanya yang di getok oleh ibunya.

__ADS_1


" Hah? Apaaa? Kamu punya istri lagi, Sak?" tanya ibu yang langsung membuat Alana jadi sedih sekaligus murka. Sebenarnya hormon kehamilan Alana membuat dirinya mungkin lebih posesif juga dengan Saka.


" Kamu punya istri lagi, Bby?" tanya Alana lirih. Air mata tiba tiba menggantung di pelupuk matanya. Entah kenapa ia jadi sedih dan tidak rela mendengarnya. Padahal ia juga mantan istri kedua, sekalipun terpaksa.


" Eh, aku tidak.. aku tidak, sayang bukan seperti itu. Ibu salah sangka. Ndra, bantu aku jelasin ke mereka dong." kata Saka kelimpungan. Ia langsung merasa salah tingkah dan kebingungan saat Alana malah nangis. Lhah kan dia yang hamil kok malah aku disangka punya istri lagi sih. Dasar ibuuuuu!!!! Bikin anaknya bertengkar sama istri nihh.


" Bby, kalau itu emang keputusanmu aku gak apa. Aku akan mundur saja." lanjut Alana lirih. Indra dan Lio memandangi drama salah paham di depannya dengan senyum yang terkulum. Mereka, Indra dan Lio sengaja tidak meluruskan kesalah pahaman ini karena mereka senang melihat Saka kelimpungan di salah mengertiin Alana.


" Indraaaa, Liooo kalian jelaskan dong kalau aku ga berselingkuh apalagi memiliki istri lagi." perintah Saka dengan nada marah. Ia kebingungan melihat Alana tidak mau memandanginya lagi. Ia khawatir Alana marah, ia takut kehilangan Alana.


" Alana, yang dibilang Saka itu benar. Dia emang bakal punya anak lagi. Nah, kalau kamu emang mau ninggalin Saka lebih baik kamu sama aku saja. Aku siap menerima kamu apa adanya." jelas Lio dengan nada bercanda.


" Lioooo, apa apaan sih kamu? Sembarangan!! Emang Alana barang yang bisa dipindah tangankan begitu saja. " tanya ibu Irsyana dengan nada ketus.


" Lioo kamu jangan kurang ajar ya? Alana itu milikku." kata Saka dengan nada gusar. Lagi lagi ia memandang Indra dan meminta tolong supaya Indra menjelaskan pada Alana bahwa Alana telah salah paham. Tapi Indra hanya mengedikan bahunya membuat Saka semakin marah.


" Baby, aku hanya mencintaimu. Ga ada istri yang lain. Hanya kamu seorang. " kata Saka sambil berusaha memeluk Alana yang masih menangis sedih. Matanya yang basah memandang Saka dengan tatapan tajam,seolah berusaha mencari kebohongan disana. Tapi ia melihat kekhawatiran dan kesedihan di mata Saka yang membuat nya jadi yakin kalau tidak ada kebohongan disana.


" Bener?" tanya Alana lagi.


" Iya, Lio emang payah!" kata Saka sambil melemparkan tatapan tajam kepada Lio yang hanya cengar cengir, sedang Indra hanya mengulum senyum.


" Lalu kok kamu bilang ibu bakal punya cucu maksudnya apa? Kalau kamu bukan punya istri lagi brarti Alana hamil?" tanya ibu dengan nada curiga. Dasar Saka gak kira kira, anak masih bayi, sudah jadiin produksinya lagi.


" Lha iya, Alana yang hamil. Saka emang mau bilang kalau Alana hamil. Itu berita bagusnya,malah semua nuduh Saka punya istri lagi." kata Saka sambil cemberut. Ia lega ternyata kesalah pahaman antara dirinya dan Alana selesai juga jadi dirinya bisa mendapatkan jatah malam ini. Asek asek asekkkk!!

__ADS_1


" Sakaaaaa! Gimana sih kamu naruh b*rungnya? Kok bisa kebobolan. Pasti kamu sering ngajakin Alana olah raga ya? Dasar anak omes." tanya ibu vulgar sambil memukul lengan Saka. Alana hanya meringis malu, ia menutup wajahnya dengan kedua tangannya. Alana bahagia mau punya anak lagi, tapi perkataan ibu mertuanya membuat dirinya jadi gak enak hati. Ketahuan juga kan kalau Saka dan dirinya produksinya lancar.


" Saka malah kepinginnya bisa punya anak yang banyak, supaya ibu dan ayah juga mama ga kesepian." sahut Saka enteng sambil mengelus lengannya yang digeplak ibunya.


" Sudahlah bu, kasihan Alana jadi malu. Harusnya ibu ngucapnya Alhamdullilllahhhh " kata Ayah Langit dengan nada bahagia. Bagaimana ga bahagia,ia bakal punya cucu lagi. Alhamdullilaah dong.


" Iya,alhamdulillah sih Yah. Ibu cuman kasian sama Alendra dan Alana. Alendra masih bayi. Alana hamil lagi." kata ibu yang sontak membuat Alana bernafas lega ternyata mertuanya marah karena memikirkan dirinya dan juga Alendra.


" Iya sudah malu dilihat sama dokter Indra. Sekarang kita pulang dulu. Kasihan anak anak hanya sama baby sitter dan pengawal. Biar Alana, Saka yang urus. Ibu dan jeng Lina langsung pulang saja. Ayah mau jengukin Rangga dulu. Kata Lio anaknya Rangga dan Yara ketemu. Ayah mau jenguk mereka dulu. Alana, kami pulang dulu. Jaga diri, cepat sembuh. Kasihan Alendra kalau kamu lama di rumah sakit." kata Ayah sambil mendorong ibu untuk keluar dari kamar.


" Eh ayah, ibu juga mau lihat anaknya Rangga. Sebentar saja. Nanti kita pulang barengan aja. Gimana?" kata ibu bernegosiasi dengan ayah Langit, dan kemudian bersorak senang kayak anak kecil saat ayah mengangguk.


" Lio, antar ayah dan ibu kesana. Jeng Lina ikut kita apa mau nunggu disini dulu?"tanya ayah Langit.


" Langsung aja deh, pasti ini anak dua mau mesra mesraan." tunjuk mama Lina yang membuat Alana tambah ingin memendam dirinya didalam kasur dan bersembunyi disana.


" Sak, kamu di kamar mandi dulu. Mandi kek, ganti baju kek. Jadi aku nemenin Alana dulu. Syuh syuh!" kata Indra dengan gesture seperti mengusir anak ayam dengan tangannya.


" Sekate kate lu... Kagak bisa. Keluar sekarang dari sini. Tidur di kamar Rangga saja sama Lio. Aku mau berduaan dengan Alana." Saka mendorong tubuh Indra yang masih setia berdiri di samping bed Alana. Alana hanya senyum senyum kecil melihat Saka mengusir Indra dari kamar itu.


.


.


TBC

__ADS_1


__ADS_2