
JANGAN LUPA VOTE YANG BANYAK YA... LIKE DAN GIFT YANG BANYAK...
SUPAYA DITENGAH KERJAAN YANG BANYAK THOR SEMANGAT UPDATE, THANK YOU🙏🏻
***
"Sayang ini sudah hari ke brapa sih?' tanya Saka dengan lemas. Ia sudah menantikan saat untuk bisa menyatukan diri dengan Alana. Dan ia tidak sabar untuk itu, padahal Alana sudah mencoba membantu memuaskan Saka dengan cara yang lain, sampai Alana juga terserang pegal linu, gara gara Saka yang gak kira kira, Sedangkan Alana juga masih harus merhatiin Sha putri kesayangannya.
"Emang kenapa lagi kamu nanyain hari sih,Bby?" kata Alana sambil menyusui Sha dengan santai. Sha menyusu mommynya dengan nyaman, ia seakan lagi mengejek daddynya yang sudah ngiler ngrasain hal yang sama dengan Sha. Bahkan Saka dengan sengaja gangguin Sha dengan menarik dada Alana sehingga kenyotan Sha terlepas dan membuat Sha jadi menangis gara gara kehilangan sumber makanannya.
"Bby, kamu jangan jahil deh, aku tu udah lelah karena gak bapaknya gak anaknya demennya nyusu aja. " kata Alana sambil menepuk jidatnya.
"Dia ngambil jatah aku, sayang. Ini sudah hari ke brapa dia lahir sih. Lagian dia nyusu kok ga ada puas puasnya sih, aku tahu punya kamu itu gede tapi paling ga, dia bisa kan kalo bagi bagi sama daddynya. Aduuhh!!" Saka langsung menikmati geplakan manja dari istri tercintanya karena berujar terlalu vulgar dihadapan anaknya yang masih bayi. Bayangkan ya, anaknya itu sampai memandang dirinya dengan pandangan mengejek karena Saka dimarahin oleh Alana.
"Bby, ngomongnya tolong di filter ya, Sha masih bayi. Vulgar banget kalo ngomong." seru Alana dengan suara tertahan.
"Sayang,Sha sekarang usianya brapa sih?" tanya Saka dengan penasaran.
"40 hari!" jawab Alana asal.
"Hah? Asekkkk, jadi sekarang sudah boleh ya?" wajah saka yang begitu mendamba membuat Alana tertawa.
"Boleh apa?" goda Alana lagi.
"Boleh minta jatah lah!! "rajuk Saka manyun, ia tahu Alana menggodanya, ia padahal undah sampai di ubun ubun.
"Emang kamu kepingin banget ya, Bby?" tanya Alana sambil memandang Saka dengan raut kasian, ia kasian melihat suaminya yang dalam waktu 40 hari itu harus bersolo karier, eh kadang Alana juga bantu tapi ya Saka gak pernah akan ada puasnya kalau dibantu Alana.
"Ya jelas, sayang. Kamu gak tahu kalau aku itu menahan diri." kata Saka sambil masih manyun.
" Ga jajan sembarangan kan?" taya Alana penuh selidik.
"Lana sayang, aku lihat kemarin Saka jajan sembarangan ding!!" suara Indra yang tiba tiba menyabot masuk ke dalam ruang keluarga Saka, membuat Saka lagi lagi meradang. Ia gemas pingin rasanya ia menenggelamkan Indra ke dasar lautan yang paling dalam.
__ADS_1
"EH ngawur kamu! Aku gak pernah jajan sembarangan, Lala sayang. Hanya ada kamu di hatiku." kata Saka membela diri sambil melirik Indra dengan tajam. Maksudnya apa coba, Indra itu sekarang sudah sah jadi kaka angkat Alana bahkan sudah dimasukin ke KK nya Alana segala, jadi dia sering keluar masuk kediaman Saka dengan seenaknya, apalagi mama Lina juga sekarang tidur di paviliun sebelah rumah besar keluarga Perdana. Bahkan tak jarang Indra menginap di paviliun Perdana tempat mama Lina sekarang tinggal.
"Bohonggg!! Aku lihat sendiri Lana, ia itu bohong.Tapi suer deh, Lana, kamu mesti percaya dengan kakakmu yang super duper ganteng ini, kalau Saka kemarin jajan sembarangan." kata Indra sambil menuding Saka dengan nada marah, Sha yang sedang menyusu hanya memperhatikan Indra dan Saka yang berseteru dengan pandangan igin tahu.
"Kamu jangan nglihatin Alana, dia lagi menyusui. Dasar modus lo!! Playboy!! Pengganggu!!" kata Saka sambil menutupi bagian tubuh Alana yang terbuka.
"Iya iya, aku balik badan nih!!" kata Indra sambil membalikkan badannya padahal tadinya ia sengaja ingin ngintip. Alana melihat drama itu sambil memutar bola matanya dengan kesal melihat kelakuan mereka berdua.
"Emang kamu lihat Saka dimana?" tanya Alana dengan nada kesal membuat Saka menciut, bisa gagal jatah wik wik wik nya ntar malam kalau sampai Alana marah.
"Aku kemarin lihat dia di daerah Mangdu."kata Indra dengan nada suara berapi api, ia senang kalau Saka bertengkar dengan Alana rupanya, ia masih gak rela rela amat menyerahkan Alana, bahkan samapai sekarang ia belum berkeluarga karena ia masih sayang sama Alana. Baginya Alana adalah cinta pertama dan terakhirnya.
"Kamu ngapain di Mangdu, Bby?" tanya Alana penuh selidik.
"Pas di Mandu aku ketemu klien, aku juga sama sama dengan Lio kok, kan janjian di resto deket situ." kata Saka menjelaskan dengan terbata bata, ia kesel bin sebal sama Indra yang terus meneurs menggoda Alana dan membuat Alana cemburu dan marah dengan Saka, lihat saja nanti, Indraaa kamu bakal kukerjain balik.
"OH lha terus, kamu lihat Saka lagi ngapain emang , Kak?' tanya Alana lagi mengkonfirmasi, Alana sekarang sudah memanggil Indra dengan sebutan kak karena mama Lina yang minta supaya Alana sopan dengan kakak angkatnya itu. alana sebel sebel gemes juga kalau sama Indra.
"Appaaan jajan sembarangan? Aku ketemu klien sayang, sumpah deh!!" sanggakh Saka.
"Kagak aku lihat kamu sedang jajan." kekeuh Indra dengan nada ketus.
"Ya allahhhh Indra geblek, aku kan jajan makanan bukan begituan."Saka kembali mengkonfirmasi, ia sudah esmosi diubun ubun , bahkan tangannya sudah mengepal.
"Emang aku bilang jajan makanan tapi kamu itu jajannya sembarangan."kembali Indra salah paham tapi ngeyel, membuat Alana hanya bisa mengelus dadanya yang tambah besar.
"Aku gak jajan sembarangan, Indra geblekkkkk!!" Saka semakin frustasi, ia heran kok bisa ya Indra ini lulus sekolah kedokteran, pasti dia ini nyogok deh, soalnya IQ nya gak pintar pintar amat.
" Panggil aku kakak ipar, malah di hina hina kakaknya."rajuk Indra dengan suara ketus,
"Aku gak jajan sembarangan, " lagi lagi Saka mengkonfirmasi, Alana sampai menutup kedua telinga anaknya supaya anaknya tidak mendengar perdebatan daddy dan unclenya yang gak berbobot banget.
"Kamu jajan tahu bulet yang limaratusan, itu kan jorok, itu termasuk jajan sembarangan. Dalam kedokteran itu tidak higinis, dan gak bersih!!!." tuduh Indra tidak mau kalah
__ADS_1
"Maksud Alana bukan jajan tahu bulat, maksudnya jajan sama wanita lain."
"Kamu kan kemarin jajannya juga sama wanita lain."
"Itu KLIEN, Indra dodolllllll!!!"
"Sudah!! Cukup!! Sha mau tidur, kalian itu menggangu Sha yang mau bobok. " kata Alana sambil berdiri dan menuju kamar Sha.
"Eh aku belum tengok, Sha my princessnya ongkel Indra, sini Sha biar aku yang gendong."kata Indra.
"Sha udah tidur, kak! Tadi dia agak rewel."sahut alana sambil menimang Sha supaya gak kebangun mendengar keributan uncle Indranya.
"Ya udah, sore aku balik kesini ya, aku mau istirahat dulu, tadi malam aku jaga malam, jadi sekarang aku mau bobok di paviliun sama mama " sahut Indra sambil meregangkan otot ototnya.
"Pulang rumah sana loh, kasian papamu!" kata Saka mengusir halus. Kalau Sha tidur dan Indra pergi dia bisa minta jatah.
"Papa biar nikah sama mama ya, Lana. Biar papa gak kesepian."usul Indra seperti biasa menjodohkan papanya dengan mama Alana.
"Omongan gak mutu lagi deh, sana pulang rumah kamu, bukannya malah tidur di paviliun." sindir Saka lagi .
"Itu kan tergantung jodoh, kak! Sudah sana istirahat dulu. Aku mau nidurin bayi Sha dan bayi besarku." sindir Alana melirik Saka yang sudah senyum senyum mesum, Saka langsung bertindak tanpa menunggu jawaban Indra, ia langsung mendorong Indra keluar dari ruangan keluarga dan menutup pintu akses ke ruang atas, supaya Indra gak tiba tiba nongol ke kamar pribadinya bersama Alana.
Saka sudah tersenyum smirk, ia kemarin habis membeli lingerie baru warna merah buat Alana, karena tubuh Alana yang sudah balik seperti semula, ia ingin bermain main dengan Alana dengan caranya.
"Alana, Im comingggg!!"
.
.
.
Bersambung
__ADS_1