
JANGAN LUPA VOTE YANG BANYAK YA... LIKE DAN GIFT YANG BANYAK...
SUPAYA DITENGAH KERJAAN YANG BANYAK THOR SEMANGAT UPDATE, THANK YOU🙏🏻
***
"Ceritanya panjang ma, jadi waktu Saka punya kasus sama Vella sekretaris Saka yang ternyata masih sepupunya
Rangga itu, Saka pernah coba dijebak sama Vella. Nah waktu itu si Vella bawa teman yang masih lugu dan polos, dia ini rencananya bakal diumpankan sama Saka, tapi ternyata Vella gak berhasil mengelabui Saka. Singkatnya yang kena jebakan adalah Lio, padahal Amanda Djoyodiningrat adalah gadis keturunan ningrat yang
masih polos, ia sengaja dijebak oleh Vella, tapi keluarganya gak mau tahu akhirnya Amanda diusir dari rumahnya karena hamil."jelas Saka secara singkat. Nanti kisah Lio akan diceritakan tersendiri, karena cukup panjang dan konfliknya lumayan. Judulnya ANDAI AKU BISA MEMILIH. Jangan lupa dibaca yaaaaa, Tapi mungkin tayangnya akhir november ini he he he he.
"Ehm ternyata masih ada sangkut pautnya sama kamu ya, Bby?" tanya Alana sambil berkacak pinggang. Kemarin
Saka ceritanya gak sedetil ini, gak ada cerita tentang Vella yang menjebak Saka.
"Itu cerita lama sayang, bahkan itu pas Yara masih di Penang."jelas Saka salah tingkah. Saka tetep takut kalau Alana salah paham, makanya ia emang ga pernah menjelaskan secara detil.
"Ahhh Saka selalu begitu, Lana. Saka emang sukanya begitu. Heran kok kamu bisa suka sama dia. Paling paling dia udah ONS sama Vella itu." sahut Indra memanas manasi, padahal ia baru saja bergabung bersama di ruang makan, sedangkan anak anak yang sudah selesai makan dibawa baby sitternya untuk bermain
bersama di luar. supaya tidak menganggu acara curhat bersama mama Lina.
"Kak Indra ga usah manas manasin deh!" kata Alana sambil memutar bola matanya kesal.
"Dia sengaja gak cerita sama kamu, Lana. Kalau aku jadi kamu, Juniornya Saka udah kugantung di lapangan upacara, biar kering sekalian." kata Indra masih tidak menyerah untuk memanas manasin Alana.
__ADS_1
"Eh Kadal Burik. Rumah sakit kamu sudah bangkrut ya?? Kok kamu selalu numpang makan dan numpang tidur
disini?" tanya Saka dengan ketus, ia kembali harus naik darah melihat keberadaan kakak angkat Alana yang sialan itu, yang hobinya hanya membuat pertikaian anatara dirinya dan Alana, untung Alana cerdas, ia jarang terpengaruh oleh Indra.
"Yeeee, suka suka gue dong. Aku sih kaya udah dari lahir jadi aku gak perlu pusingin rumah sakit, udah bisa
jalan sendiri tanpa harus dilihatin, karena tempat aku itu semuanya pake sistem, jadi kita tinggal kontrol dari rumah juga bisa. Lagian mama disini, ya aku harus juga tidur disini." kata Indra sambil mencomot roti yang sudah disediakan mama Lina.
"Sudah ya, mama gak mau kalau kalian pagi pagi sudah ribut." kata mama Lina menengahi, kalau tidak begitu
mereka akan semakin saling jawab dan berbuntut pada pertikaian tanpa akhir.
"Ma, dia memfitnah Saka." Adu Saka seperti anak kecil yang direbut permennya sama temannya yang lain.
"Indra, kamu dengerin aja dulu ceritanya, emang ONS apaan sih? Satuan berat kan? Kayak kilogram gitu? 1 ons bukannya sama dengan 1 gram ya?" tanya mama Lina yang ga tahu istilah istilah begituan.
"Eh balik ke kamu ya, Indra. Mama gak mau tahu kalau kamu hari ini harus tidur di rumah papa Aji." kata mama dengan nada sedikit ketus.
"Indra sih gak keberatan pulang ke rumah papa Aji tapi ada syaratnya." kata Indra dengan santai. Saka dan Alana saling berpandangan dengan perasaan yang tidak enak, ia tahu Indra pasti merencanakan sesuatu karena ia menjawab ucapan maa Lina dengan santai.
"Syaratnya apa? Kalau mama bisa kabulkan maka mama akan kabulkan." kata mama dengan lugas, ia gak ngerti kalau anak angkatnya ini sedang merencanakan sesuatu.
"Mama ikut Indra, kita sama sama tidur di rumah besarnya papa Aji." kata Indra dengan santai, Alana dan Saka berebut untuk menggetok kepala Indra bebarengan.
"Aduh, mama. Indra dibully." kata Indra kesakitan habis digetok sama Alana dan Saka.
__ADS_1
"Kamu ini gak masuk akal, mama ya gak mungkin tidur di rumah kamu doing!!! Hihhhh!! Aku heran ya dulu kamu kok bisa lulus sekolah kedokteran, aku sangat yakin kalau papamu pasti nyogok pihak universitas." kata Saka dengan gemas, mama Lina hanya bisa geleng geleng kepala sambil mengelus dada, anak angkatnya ini emang sableng.
"Indra, kasihan papa kamu yang selalu kesepian karena gak ada temannya." jelas mama Lina dengan lembut, ia ingin memberi pengertian kepada anak angkatnya itu supaya juga memikirkan papa Aji sebagai papa kandungnya.
"Mamaaa, justru Indra lebih kasian kerana papa Aji ga punya teman hidup, gimana kalau mama Lina temenin papa Aji sebagai teman hidupnya." kata Indra santai sambil mengunyah roti yang sudah disediakan mama angkatnya itu, sedangkan mama Lina hanya bisa mendesah kesal karena Indra selalu punya jawaban, mama lina juga heran kenapa dulu Indra ga jadi pengacara saja, malah jadi dokter, hufft!
"Kamu itu ngawur!! Papa kamu kan ga cinta mama aku, kamu itu dodol banget jadi orang." kata Alana berang.
"Jadi kalau papa aku menyatakan cinta sama mama LIna, mama Lina mau?" tanya Indra lagi, kini matanya penuh harap dengan jawaban mama Lina, membuat mama LIna menjadi jengah dan tidak lagi memaksa Indra untuk pulang ke rumahnya sendiri, daripada ntar mama Lina dipaksa menerima cinta papa Aji, atau papa Aji dipaksa untuk menikah dengan mama Lina, ahhh Indra ruwetttt!!
"Sudah, habiskan sarapan kamu!! Kamu mau berangkat kerja kan?" tanya mama Lina sambil mengalihkan perhatian Indra ke hal hal yang lain.
"Oke siap maaa!!!" jawab Indra dengan senyum kemenangan, karena akhirnya tidak ada satupun yang bisa memaksa dirinya untuk pulang, karena baik Saka, Alana , maupun mama Lina sudah menyerah.
"Ya udah, ma. Saka sama Alana berangkat duliu, paling nanti ibu bakalan kesini buat ikut jagain anak anak." kata Saka sambil meraih tangan mertuanya untuk menciumnya begitupula Alana, karena mereka akan segera berangkat ke kantor mengurus segala keperluan kantor karena Lio ijin mengurus urusan pertunangannya bersama Amanda.
"eh La, Rangga dimana?" tanya mama Lina melihat Rangga ga ikut sarapan, kalau Lio ia sudah paham mungkin Lio sedang mengurus sesuatu bersama calon tunangannya tapi Rangga kan masih jomblowers sejati, biasanya Rangga ikut nimbrung makan disana, karena Rangga menganggap rumah Saka sebagai rumah kedua, dan bahkan tidur di rumah utama Saka bersama Kalandra.
"Kayaknya pagi pagi banget Rangga harus nganter si Kalandra ada acara di sekolahannya, performing arts gitu deh, ma. Lala berangkat dulu ya, takut ntar Saka telat meeting pagi, Lala sama Saka bakal pulang makan siang ini, bye mama." kata Alana sambil mencium pipi mamanya dengan sayang.
"Lah, kamu ga cium pipi kakakmu ini, Lana?" tanya Indra dengan nada ngarep, Alana hanya mencibir saja, lalu segera meninggalkan ruang makan itu sebelum Saka nanti ikut naik darah.
.
.
__ADS_1
.
TBC