Menjadi Istri Kedua Sahabatku

Menjadi Istri Kedua Sahabatku
Extrapart 8.


__ADS_3

JANGAN LUPA VOTE YANG BANYAK YA... LIKE DAN GIFT YANG BANYAK...


SUPAYA DITENGAH KERJAAN YANG BANYAK THOR SEMANGAT UPDATE, THANK YOU🙏🏻


***


Saka pulang ke rumah dengan raut panik, dan setelah masuk ke dalam kamar ia segera mengemasi pakaiannya ke dalam koper dengan sangat cepat. Alana mencoba mengejar Saka yang masuk ke dalam kamar mereka berdua, karena ia tidak pernah melihat Saka seperti ini. Ia bingung sekaligus gelisah, ia cemas kalau Saka sampai ada apa apa. Alana tertegun karena ternyata Saka hanya membawa pakaiannya saja, dan tanpa mengajak Alana, karena biasanya ia mengajak Alana untuk ikut serta kemana pun ia pergi, dan selalu berbincang padanya tentang apa saja, karena mereka selalu mengutamakan kejujuran di dalam hubungan mereka.


"Bby, ada apa sih? Emang kamu mau kemana ? Kok kamu packing pakaian kamu?" tanya Alana dengan nada bingung. Tapi yang ditanya hanya memasang raut wajah datar dan dingin gak seperti biasa biasanya, malah Saka terlihat jelas ingin menghindari Alana.


"Bby.. ada apa sih?? Kamu jangan buat aku khawatir ya." seru Alana kesal saat Saka hanya diam dan cuek saja saat ia bertanya pada Saka dengan sungguh sungguh. Tapi Saka kembali memalingkan wajahnya dan tidak mau memandang wajah istrinya yang sudah dalam mode kesal setengah mati dengan tingkah Saka yang sepertinya menyembunyikan sesuatu, malah sekarang Saka sudah menyeret koper yang berisi pakaian pakaiannya ini dan pergi begitu saja tanpa pamit dengan Alana, dan kali ini Alana membiarkan saja dan tidak ingin mengejar Saka, Alana seperti mengalami de ja vu, ia pernah mengalami hal ini ketika pernikahannya bersama dengan Irvan dan kini ia mengalaminya sekali lagi bersama Saka yang notabene laki laki yang pernah berjanji tidak akan pernah meninggalkan dirinya dan berjanji  akan selalu membicarakan segala permasalahan dengan duduk bersama.


Alana hanya mendesah dan menghela nafasnya dengan berat, lagi lagi ia harus mengalami yang dinamakan ditinggalkan tanpa pesan dan tanpa penjelasan, tentang apa yang membuat Saka kesal dengan Alana.


Tapi Alana bukan type wanita yang merengek karena cinta, ia membiarkan kalau emang Saka ingin pergi dan tidak ingin menjelaskan apa apa deengannya.


"Saka mau kemana, Lana? Kok bawa koper?" tanya ibu Irsyana dengan nada heran, karena di luar saat bertemu dengan Saka, Saka tidak menjawab saat ia ditanya oleh ibunya hendak kemana.


"Alana juga tidak dikasih tahu, mungkin ia ingin pergi ke suatu tempat menyendiri atau bertapa kali, bu! Jadi gak mau kita kita tahu." Jawab Alana setelah mendesah karena dalam hatinya ia juga tidak terima dibeginikan oleh Saka, tapi ia mau apa? Bukankah cinta tidak bisa dipaksakan?


"Loh kok gitu sih? Kamu gak coba nanya dia mau kemana? Dasar anak gendeng!! Apa dia mau bikin masalah lagi kayak kapan hari??" tanya ibu dengan nada tinggi. Alana kembali terdiam, mungkin Saka sudah bosan dengan dirinya, karena Saka dan Alana bagaikan surat dan perangko, tidak bisa terpisahkan akhir akhir ini.

__ADS_1


"Bu, biarlah Saka menenangkan diri, mungkin benar ia ingin menyendiri, dia terlalu sering bersama Alana, mungkin dia bosan! Bu, Lana mau istirahat dulu, kepala Alana pusing." jawab Alana masih membela Saka suaminya itu, sekalipun Saka mendiamkannya tapi ia tidak bisa tidak membela suaminya itu, karena Alana emang mencintai Saka, jadi mau gimana lagi.


"Istirahatlah, jangan sampai kamu pikiran dengan anak ibu itu, biarlah kalau dia macam macam, ibu akan mencoret namanya dari daftar kartu keluarga ayah." kata ibu dengan geram, ia bingung dengan Saka yang suka melakukan hal hal yang menurutnya aneh.


"Ibuu, jangan begitu, kalau emang Alana harus pergi, biarlah Alana saja yang pergi. Jangan Saka yang dicoret dari daftar kartu keluarga dong." bela Alana lagi.


"Iya iya, kamu ini disakiti masih saja belain Saka." gerutu ibu sambil meninggalkan Alana yang masih terdiam melihat ibu mertuanya itu malah yang geram dengan tingkah anaknya.


***


Sudah seminggu Saka pergi dari rumah tanpa pesan dan tanpa penjelasan, yang membuat ayah ibunya yang uring uringan.


"Kemana sebenernya Saka, Lana? Apa kalian bertengkar?" tanya Ayah dengan lembut, ia tidak mau menyakiti Alana yang tampak sedih karena kepergian Saka yang tiba tiba.


"Jangan pernah kamu pergi dari sini, biarlah kalau Saka ingin pergi tapi kamu dan cucu cucu ayah tetap disini!!" kata Ayah dengan tegas dan meninggalkan ibu dan Alana yang terdiam dengan pikirannya masing masing.


drrt drrt ..


one new messg from unknown number..


Alana segera membuka pesan yang masuk ke dalam ponselnya

__ADS_1


Unknown number :* Kalau kamu ingin tahu kelakuan suami kamu, kamu bisa datang ke kantor sekarang. Masuklah langsung ke ruang pribadi tuan Narendra*


Alana : *Ini siapa??*


.Unknown number : *Anggap saja aku penolong kamu*


Alana berpikir sejenak apakah ia perlu datang untuk mendapati Saka entah sedang apa yang bakal akan menyakitkan dirinya, atau ia pasrah saja. Tapi Alana ingin menyelesaikan segalanya dengan baik baik, ia tidak mau mengecewakan ayah dan ibu yang baginya bagai dewa penolong, sedari dia masih kecil sampai sekarang ia sudah memiliki 3 anak. Walau saat ia memutuskan untuk menjadi istri kedua Saka ia memang hanya memikirkan bagaimana keluarga Perdana akan memiliki keturunan melalui dirinya.


"Bu, Lana mau ke kantor Saka dulu, kayaknya Alana harus menyelesaikan masalah yang sekarang sudah terjadi diantara kita secara baik baik dan dewasa." kata Alana meminta ijin ibu mertuanya untuk pergi menemui Saka.


"Kamu gak sedih, Saka melakukan hal ini sama kamu, Lana?" tanya ibu mertuanya itu dengan segan. Sebenernya ia gak boleh mencampuri urusan rumah tangga anaknya itu lagi, tapi ia penasaran melihat Alana begitu legowo dan tidak menangis nangis kayak wanita pada umumnya.


"Ibu, Alana mencintai Saka, tapi Alana gak mau memaksakan kehendak Alana untuk membuat Saka tetap disisi Alana, kalau Saka emang ga mau melakukannya. Salah satu mengapa Alana bersedia waktu itu karena Alana ingin membalas budi sama ayah dan ibu, karena ayah dan ibu sangat baik dengan keluarga Lana! " jelas Alana dengan sendu, jangan bilang Alana gak sakit hati dibegitukan, tapi Alana menganggap ayah dan ibu mertuanya itu sangat berharga, dan kasihan kalau sampai mereka tidak memiliki keturunan.


"Ya ampun Lana, anakku emang sudah gila kalau sampai ia menukar permata yang berharga sepertimu dengan batu kali." gerutu ibu Irsyana dengan gemas. Alana semakin yakin kalau ibu dan ayah pun sudah mengetahui sesuatu. ini yang membuatnya yakin untuk menemui Saka secara diam diam, menuruti pesan singkat yang mampir di ponselnya tadi.


.


.


.

__ADS_1


TBC


Nah, apa yang kira kira terjadi? Praharakah??? Vote yang banyak yaaa, kalau banyak votenya aku bakal langsung update lanjutannya wk wk wk


__ADS_2