
JANGAN LUPA VOTE YANG BANYAK YA... LIKE DAN GIFT YANG BANYAK...
SUPAYA DITENGAH KERJAAN YANG BANYAK THOR SEMANGAT UPDATE, THANK YOU🙏🏻
***
Saat ini di resort Saka,
Saka dan Alana hanya sendirian di kamar resort. Sedangkan anak anak pergi dan diasuh oleh ayah, ibu dan mama Lina. Sebenarnya Saka sangat bersukacita, karena dengan begitu Saka bisa mengerjain Alana tanpa gangguan, karena biasanya Alana dimonopoli oleh anaknya terutama Alendra. Tapi sayangnya Saka tidak bisa meninggalkan pekerjaannya memantau sahabat dan saudara angkatnya yang sedang berjibaku di private island dalam misi penyelamatan.
Saka yang masih memantau laptopnya karena ia ingin tahu semua yang dilakukan mereka disana, termasuk pergerakan alat spy yang diluncurkan Lio. Ia juga memaksa Lio, Rangga dan anak buahnya mengenakan alat pelacak dan alat penyadap sehingga ia bisa mendengar dan memantau pergerakan mereka. Kalau ada yang mencurigakan atau amit amitnya, anak buahnya tertangkap, ia bisa langsung segera turun tangan.
Mengingat misi ini sangat berbahaya, ia tidak berani lengah dengan menggoda Alana meski ia sangat ingin melakukannya.
" Sial!" gunamnya lirih ketika sekali lagi ia melihat Alana keluar dari kamar mandi hanya mengenakan bath robe. Entah kenapa akhir akhir ini, Alana suka sekali mandi dan berdandan. Ia sekarang mandi bisa 5 kali dalam satu hari. Awalnya itu membuat Saka menjadi heran, karena Alana gak akan pergi kemana mana tapi mandi kemudian berdandan, ntar beberapa jam kemudian ia melakukan hal yang sama lagi. Alana sih beralasan kalau dirinya kegerahan.
" Bby, kamu gak pesan makan siang? Anak anak dan ayah ibu juga mama bakalan makan siang di wahana permainan. Mereka bahagia banget karena bisa manjain Genta dan Alend. Sekalipun aku juga tahu kalau Alend belum ngerti hal hal macam itu." desah Alana lirih, ia sudah kembali merindukan anak anaknya terutama Alend. Karena Alend masih menyusu, jadi saat Alend pergi lama dan tidak menyusu pada waktunya. Payud*r* Alana terasa kencang dan berdenyut nyeri.
" Engga, belum, emang kamu mau makan apa sayang?" tanya Saka sambil melihat gerakan Alana yang sedang memijat bagian dadanya yang polos tanpa sehelai benang. Fix!! Itu terlalu menggoda!!! Padahal Alana tidak memiliki tujuan untuk menggoda Saka. Tapi sepertinya, sebagai predator, Saka langsung mendekati Alana yang memakai bathrobenya tapi tidak diikat karena ia sedang menstimulasi dadanya yang nyeri kalau Alend tidak menyusu.
" Hmm, apa sajalah! Aku sebenarnya juga belum terlalu lapar kok!" kata Alana tidak memperhatikan Saka yang sudah berdiri disampingnya, saking Alana konsen mengoleskan baby oil untuk memijat dadanya. Saka menatap yang dilakukan Alana tidak bergeming.
" Bby?" tanya Alana yang memandang Saka yang lagi menatap intens bagian dadanya. Pantes saja diajak ngobrol ga nyahut, eh ternyata malah lagi lihatin aset aku batin Alana sambil memutar bola matanya dengan malas. Alana langsung menutup bathrobe daerah dadanya yang tadinya terbuka lebar.
" Ehm, sayang kok ditutup.?" protes Saka dengan kecewa, karena hanya dengan memandang aset Alana itu, ia sudah tidak bisa menahan Junio yang minta dilepaskan. Tapi Saka benar benar menahan hal itu, walau Junio berdenyut denyut nyeri.
" Bby, fokus sama kerjaan kamu!"
__ADS_1
" Gara gara kamu nih, sayang. Tadi pagi Junio blm sarapan, jelas Junio pasti lapar ini. Makanya minta makan mulu dari tadi."
" Gombal! Mr Mesum Maksimal!! Dasar kamu aja yang suka!" cebik Alana malas.
" Eits, kan halal, sayang. Boleh dinikmati. Eh, sayang dada kamu kok basah?" tanya Saka sambil menelan salivanya dengan susah payah.
" Huum, kalau ga diminum ASInya emang suka begitu. Makanya habis ini mau kupompa aja jadi kalau pas Alendra keluar keluar ga sama aku, hasil pompaannya cukup buat minum dia." kata Alana sambil mengambil alat pompa buat mengeluarkan ASI dari dadanya. Tapi Saka mengambil alat pompa ASI dan membantu Alana melakukan tugasnya. Jangan ditanya apa yang saat ini dirasakan Saka? Jelas cenat cenut!! Junionya tegak lurus. Tapi Saka tahan kok!! Salahnya sendiri sok sok an bantuin Alana.🤭
" Sayang, lain kali gausah dipompa ASInya. biarin nanti Alend minum susu formula aja. Aku kasihan sama kamu. Masa Alana, istri Narenda Sakabumi Perdana yang cantik, semok, dan bahenol, kerjaannya kayak sapi merahin susu ASI buat Alend, kayak daddynya Alend ga bisa beli susu buat anaknya. Lagian Alend udah hampir 7 bulan,sudah makan pendamping ASI, kalau dikasi susu formula sudah ga apa kali sayang!" rajuk Saka, karena kasihan melihat Alana yang harus susah susah kayak gitu.
" Tapi kalau ga diperah, ntar dada aku sakit sayang. Kayak sekarang ini, bengkak dan sakit. Nih lihat, begitu di perah jadi kempes kan?" kata Alana sambil menunjukan dadanya yang besar.
" Arggh, sayang. Junio jangan digoda dong. Kalau aku tergoda nanti aku jadi yang nyusu kayak Alendra lohhh. Huuuhhhh!! Kamu sih godain aku terus, padahal aku masih harus nglihatin pergerakan Lio dan kawan kawan nih."
" Eh, Bby? Itu apa?" tanya Alana mengalihkan perhatian Saka sambil menunjuk ke layar laptop Saka yang sedang memantau pergerakan flying cameranya si Lio. Dan juga micro camera yang ditaruh di lensa kontak yang dipakai Lio serta alat sadap yang ditaruh di jam tangan Lio.
" Shittt, mereka kayaknya ketahuan!! Segera ganti baju kamu, kita harus susul mereka."
" Iya emang, mereka sudah stand by didekat pelabuhan dan juga stand by di hangar tempat kita ketemuan dengan Lio cs." kata Saka sambil tergesa gesa membawa semua peralatan IT yang akan digunakan sebagai bukti. Tapi sejurus ia seperti mengingat sesuatu kemudian menghentikan langkahnya dan memegang lengan Alana yang sudah ganti baju dan siap ikut dengan Saka.
" Ada apa?" tanya Alana heran.
" Sayang, gimana uhm kalau kamu menunggu di sini saja?" kata Saka sambil menggaruk kepalanya yang sebenarnya tidak gatal.
" Kenapa?" tanya Alana sambil mengernyitkan alisnya.
" Aku khawatir, kalau kamu ikut..."
__ADS_1
" Kamu pasti masih ingat kejadian bebarapa waktu yang lalu?" tanya Alana sambil mengelus pipi Saka dengan lembut, sedang Saka hanya meresapi belaian Alana.
" Itu hanya mimpi, Bby. Bunga tidur aja. Sedangkan dimanapun aku, kalau emang udah nasibnya begitu, kita ga akan bisa melawan takdir kan?" kata Alana lembut.
" Sayang, aku ga bisa kalau kamu ga bersama aku. " rajuk Saka.
Alana tidak membalas ucapan Saka, ia hanya memeluk tubuh suaminya dan menghirup aroma maskulin parfum suaminya sebanyak banyaknya.
" Akupun begitu!! I love you. " kata Alana sambil melepaskan pelukannya.
"Tapi sayang.." Saka masih ragu.
" Kamu buang waktu kamu, ingat anak buah kamu, Lio, Rangga dan mungkin juga Indra bergantung padamu."
" Kamu janji ya, jangan tinggalkan aku." pinta Saka sambil menatap Alana penuh arti.
" Ish, Bby! Barusan yang mau ninggalin aku sendirian itu kamu yaa." kata Alana sambil menjulurkan lidahnya.
" Maksudku aku takut.."
" Ya ya ya... aku ga akan kenapa kenapa okey,Bby?"
.
.
.
__ADS_1
TBC
ps: yang mau thor kasih crazy up, jangan lupa vote yang banyak🤣