Menjadi Istri Kedua Sahabatku

Menjadi Istri Kedua Sahabatku
109. Pemilik Alana


__ADS_3

Ayo klik vote dan likenya dongg, ceritanya kan emang harus ada up and downnya ha ha haπŸ™πŸ»πŸ™πŸ»πŸ™πŸ» Yang udah vote ... i lap yu pullllll


Mau sedikit cerita ya, jadi ini itu harus diedit dan di revisi ulang, karena ada sedikit mis komunikasi dri awal saja dengan editor. Jadi ini ceritanya harus diselesaikan di satu buku.. ntar penjabaran di buku yang satunya. Karena belum bisa edit beneran jadi yang buku satunya dipindah langsung kesini.


Oleh karena itu plissssss, jangan lupa like ( ini gratisssss) dan votee ( ini juga gratis kokkk) 😭😭😭... biar review dan updatenya bisa cepet.


πŸ˜˜πŸ˜πŸ˜‹


Jangan lupa vote like vote like vote like vote likeπŸ˜‡πŸ˜‡πŸ˜‡


Happy reading!!!


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Alana hanya terdiam, ia lagi memikirkan bagaimana Yara bisa hilang ditengah penjagaan ketat rumah sakit dan rekaman CCTV pun bisa tidak mencatat aktifitas mencurigakan dari ruangan rawat inap Yara.


Kebiasaan Alana saat berpikir ia akan mencubiti bibir bawahnya dan matanya menerawang jauh. Ia bahkan tidak mendengarkan percakapan antara Saka dan dr Randy. Tapi aktifitas Alana dinikmati oleh dr Indra yang sama sekali tidak peduli dengan percakapan Saka dan teman kerjanya itu.


Alana hanya heran, kok bisa rumah sakit yang sebesar ini dan pastinya dengan penjagaan yang ketat, kok bisa bisanya Yara bisa hilang. Pasti ada sesuatu yang hilang disini.


Saka yang tadinya fokusnya hanya kepada dr. Randy, mulai memandangi istrinya yang tampak melamun. Saka heran, apa yang didalam pikiran Alana. Pandangan Saka sekarang jatuh kepada dr. Indra yang masih asik memandangi tingkah Alana yang emang tampak seperti anak kuliah yang sedang mengerjakan ujian, lucu dan menggemaskan.

__ADS_1


Saka memghembuskan nafasnya dengan kasar. Lagi lagi dokter ganjen membuat tekanan darahnya naik. Saka cemburu, tapi ia tidak bisa mengungkapkan cemburunya pada Alana. Ia memandang Alana yang sama sekali tidak memandang dr. Indra. Ia yakin Alana memang tidak menyukai dr. Indra. Walau cinta dr. Indra hanya bertepuk sebelah tangan tapi kalau Saka menunjukkan kemarahannya dengan dr. Indra, nanti Alana juga bakal marah dan ga mau ngomong sama dirinya. Saka harus punya strategi untuk tampil selangkah lebih maju.


" Sayang, kamu lagi mikirin apa?" tanya Saka berjalan mendekati Alana dan mencium punca kepala Alana. Alana terkejut dengan kelakuan Saka. Sedangkan dr. Indra yang memandang kemesraan yang ditunjukan Saka sambil membuang wajahnya, ia tidak ingin melihat sejoli yang lagi romantis romantisan. Dr. Indra merasakan panas yang membara di hati memandang Saka yang dengan enaknya memeluk tubuh Alana dan menciuminya. Saka senang karena bisa menunjukan kalau dia 1 langkah lebih depan dari dokter sialan itu. Dia pemilik Alana!!


Sedangkan dokter lainnya memandang keromantisan itu sambil tersenyum. Alana berusaha menjauhkan tubuhnya dari suaminya yang tampak seperti perangko yang menempel ketat dengan tubuhnya. Alana jengah dengan krlakuan.Saka. Ia tidak mau kalau Saka menunjukan keromantisan didepan orang banyak. Apalagi dalam situasi yang seperti ini.


" Oke, saya harap pihak rumah sakit ini bisa membantu saya untuk mengungkap orang yang bersekongkol untuk menculik istri saya. " kata Saka dengan tangan yang masih melingkar di pinggang Alana, Saka ingin segera menyudahi pertemuan itu dan mengusir perwakilan rumah sakit itu dengan halus. Ia tidak mau dr. Indra berlama lama memandangi istrinya. Tapi Saka tersenyum dalam hati karena ia tahu kalau tindakannya tadi sudah membuat di. Indra panas hati.


" Baiklah, kami pamit dulu, tuan Narendra. Kami akan segera menyiapkan keperluan pasien Alana dan bayinya. " sahut dr. Randy sambil mengajak rekannya untuk keluar dari ruangan Alana.


Setelah semua dokter itu keluar, Saka langsung duduk dihadapan ayah, ibu dan Alana. Dari tadi ayah dan ibunya termangu bagaimana mengatasi masalah yang kini sedang mereka hadapi. Ayah Langitpun sibuk dengan ponsel pintarnya mengurus urusan di Kalimantan yang harus sementara ini ia harus tinggalkan, karena ia harus mensupport anak dan menantunya. Ia juga diam diam ia menyuruh anak buah kepercayaannya untuk menyelidiki paman Yara, apakah paman Yara yang menjadi dalang dari hilangnya Yara.


Sedangkan Saka sedang mengatur strategi bersama Lio melalui ponselnya juga. Ia sengaja tidak memblow up tentang hilangnya Yara. Ia tahu hal hal seperti ini bisa jadi komoditas lawan bisnisnya untuk menjatuhkan saham perusahaannya. Belum lagi tikus tikus perusahaannya yang kini sedang diurus oleh Lio.


" Bby, aku rasa Yara bukan hilang diambil pamannya deh. Kan pamannya juga baru datang tadi pagi, masa dia sudah bisa merancangkan penculikkan yang serapi ini. Bahkan ia sudah mempertimbangkan untuk meretas atau ngehack CCTV rumah sakit sehingga ia bisa menculik tanpa halangan yang berarti." kata Alana setelah ia tadi berpikir cukup lama.


" Maksudmu apa, Lana? " tanya ayah Langit dengan nada heran.


" Ga tau lah, cuman mikir doang ayah. Rasanya kok ga mungkin paman Yara tanpa persiapan bisa nyulik Yara serapi ini Tapi ya ini pemikiran Lana saja, jangan terlalu ditanggapi. " sahut Alana meragu.


" Kamu gak usah jadi detektif, cukup jadi Alana istri Saka dan Alana mommynya Genta dan Alendra. Okey?" kata Saka sambil menjentikan jari ke kening Alana.

__ADS_1


" Adoww sakit, Bbyyyy!!" seru Alana sambil memegang keningnya.


" Ha ha ha, maaf maaf, nih kuobatin." kata Saka sambil mengecup dahi Alana.


" Saka, jangan godain Alana melulu. Cepetan urus semua administrasinya, kata baby sitternya Genta, Genta sudah mulai bosan. Mungkin dia mulai ngantuk, maklum tadi kan dia gak tidur siang." kata ibu memberi info setelah menerima pesan dari ponsel Genta.


" Emang Genta dimana, bu?" tanya Alana dengan tatapan merindu dengan Genta dan Alendra, sayangnya Alendra belum bisa digendong gendong, sekalipun perkembangan Alendra cukup pesat.


" Tadinya ia ingin negok Al, trus lihat bayi yang berjajar, kemudian ia minta main di taman, sekarang bosan. Jadi minta pulang." jelas ibu Irsyana.


" Kita langsung pindah ke hotel saja, semua administrasi biar diurus Lio, ini Lio sudah mengabari kalau baby Al sudah dibawa turun beserta inkubatornya oleh suster dan dokter khusus baby Al, memakai mobil rumah sakit." jelas Saka membacakan pesan yang diberikan Lio kepadanya.


" Apakah Lio sudah kamu kabari untuk mencari Yara?" tanya ayah Langit.


"Sudah! Alana biar pakai kursi roda, tadi sudah diambilkan pengawal. Biar Saka nanti yang akan mendorongnya." kata Saka langsung menggendong Alana tanpa pemberitahuan, sehingga Alana menjerit kecil dan memukul dada Saka karena kaget.


" Bbyy!!"


.


.

__ADS_1


.


TBC


__ADS_2