Menjadi Istri Kedua Sahabatku

Menjadi Istri Kedua Sahabatku
136. Hukuman Alana


__ADS_3

JANGAN LUPA VOTE YANG BANYAK YA... LIKE DAN GIFT YANG BANYAK...


SUPAYA DITENGAH KERJAAN YANG BANYAK THOR SEMANGAT UPDATE, THANK YOU🙏🏻


***


"Sepertinya kamu juga jangan ikut, Sak! Karena misi ini berbahaya. Kita harus pikirkan plan B, menurutku plan B nya kita mendekati petinggi di Singapura yang biasa mengurus perijinan private island macam itu. Dan Saka nanti yang akan coba nembusin itu, seandainya ada kegagalan di plan A. Sehingga Saka bisa menolong kita yang pergi di private island. Nah, yang berangkat biar aku, dan Rangga, serta anak buah kita. Lagian mereka ga terlalu mengenalku, kalau Rangga masih ada kemungkinan tertangkap." jelas Lio setelah berpikir panjang. Kemungkinan gagal dalam misi ini sangat besar, mengingat paman Yara sangat licik dan juga menggunakan IT yang cukup mumpuni.


" Iya mestinya Rendra yang ga usah ikut. Yang ikut biar Alana saja. Jadi Rendra bisa yang ngurus anaknya. Dan sekali kali Alana yang santai santai sama aku. Mau ya?" goda Indra lagi cari cari peluang sama Alana.


" Gaplok nih!" kata Rangga sambil menjitak Indra yang godain Saka. Saka manyun, Alana hanya memeluk lengan Saka yang melingkar di pinggangnya untuk menenangkan suaminya yang mulai meradang.


" Anak kecil ga boleh kurang ajar sama orang tua ya." kata Indra sambil mengusap kepalanya yang dijitak sama Rangga.


" Sudah sudah! Berarti kalian yang berangkat, kami dirumah, menunggu berita dari kalian, jangan lupa peralatan IT seperti alat penyadap dan perekam harus dibawa buat bukti." lanjut Alana sambil mengalihkan perhatian.


" Iya, sudah malam. Kalian pulang gih!! Aku dah ngantuk! Eh Rangga nginep ya? Brarti kamu, Ndra .. pulang sana!!" usir Saka dengan nada parau,karena sudah ngantuk.


" Lhah yang lain diajak nginep, kok aku kagak?" tanya Indra.


" Kita gak sedeket itu .." bantah Saka.


" Ya sudah, toh kamar banyak, biarin Indra nginep sekalian. Kasian, Bby! Udah malam juga." kata Alana.


" Dia kan cowo sayang. Apa yang perlu ditakutin? Emang bakal ada yang merkosa dia? Lagian dia kan dokter sudah terbiasa kalau pulang malam." bantah Saka tidak suka Alana ngajak Indra nginap.


" Bby, gak apalah sekali kali. Kan nanti di Private Island bakal dijamu sama Indra. Itung itung kita balas budi." kata Alana lagi.

__ADS_1


" Huh! Terserah kamulah. Tapi mestinya yang balas budi tuh Rangga, bukan aku!" rajuk Saka lagi. Tapi Alana hanya mengelus tangannya dengan pelan, membuat Saka yang masih merajuk jadi diam saja.


" Indra itu maunya kalau Alana yang balas budi... aduh!" perkataan Rangga terputus karena dapet jitakan dari Indra.


" Sembarangan!!! Aku tadi cuman godain Rendra saja. Gak beneran loh!" sahut Indra dengan muka merah karena motivasinya tertebak sedikit, menolong Rangga dengan bonus bisa dekat dengan Alana.


" Sudah, sudah malam!! Baiklah, Indra boleh nginep sini!" kata Alana memutuskan, Saka jadi tambah manyun.


" Asikkkk!!! Boleh ya, Lana? Ah rasanya pingin peluk Alana deh!" kata Indra bersuka cita. Alana hanya mencebik. Saka langsung mengepalkan dan mengacungkannya ke arah Indra, sedangkan Indra membuat gesture memohon ampun. Si Rangga dan Lio hanya tertawa terbahak melihat Indra yang sedikit ciut melihat Saka yang seakan ingin melayangkan tinjunya kepadanya. Untuk pilih aman, Lio dan Rangga langsung beberes menuju kamar miliknya masing masing. Daripada nanti mereka kena bogem mentah yang salah sasaran?


" Ayo kuantar ke kamar tamu, Ndra!" kata Alana, Saka hanya mengekor dibelakang Alana, supaya Alana tidak hanya berduaan bersama Indra. Sumpah hati Saka mendongkol, ia kesel lihat senyum bahagia Indra. Ingin rasanya Saka menonjok muka Indra, tapi Saka takut kalau Alana marah.


Dikamar mereka, Saka masih dalam posisi merajuk mode on. Saka hanya diam saat Alana mondar mandir selesai membersihkan wajah dan memakai skincare mahal pemberian ibu Irsyana, mertuanya. Tak lupa Alana juga menengok bayi dan anak tertuanya yang tidur di satu kamar.


Alana sadar, pasti Saka marah, paska ia mengijinkan Indra menginap.


" Hmmh. " mata Saka masih tidak lepas dengan gadgetnya.


"Kenapa?"


Saka hanya memandangi Alana dengan wajah jutek. Tapi ia sama sekali tidak menjawab.


" Daddy marah kenapa? Kan cintanya mommy cuman buat daddy!" kata Alana dengan nada manja yang seketika membuat Saka luluh. Tapi Saka hanya menunduk dan masih berusaha bertahan agar Alana membujuknya lagi. Ia suka kalau Alana merayunya.


" Daddy ga mau ngomong sama mommy?" tanya Alana yang sudah naik satu oktaf. Tapi Saka berusaha jaga image dengan tidak menjawab pertanyaan Alana.


" Ya udah! Mommy tidur di kamar anak anak aja deh. Habis itu besok mommy pindah ke rumah mama Lina aja. " kata Alana sambil bangkit berdiri. Alana tahu kalau Saka sudah luluh dari awal ia mengatakan cinta, tapi Saka sok jaim, oleh karena itu Alana ngerjain Saka balik.

__ADS_1


" Eh, jangan!! Nanti aku kalau mau pelukan sama siapa dong?" potong Saka sambil menarik tangan Alana yang sudah bangkit berdiri dari kasur mereka hendak keluar ke kamar anak anak.


" Peluk guling aja !! Lha dari tadi daddynya diam aja sih. Daddy kan tahu mommy cuman sayang sama daddy, cuman cinta sama daddy, cuman pinginnya sama.daddy dan anak anak, emang daddy ga tahu?" tanya Alana lembut tapi tegas. Ia ga mau Saka cemburu buta.


" Iya, tapi sayanggg, aku kan cemburu kalau dia deket deket sama kamu." bantah Saka masih mode merajuk.


" Iihhh, kalo akunya kan ga suka sama Indra, gimana sayangg? Kan ga mungjin jadi juga.." cebik Alana lagi.


" Pokoknya kamu harus dihukum karena kamu ngijinin dia nginap disini." kata Saka tanpa mau terima penolakan


" Hah? Hubby!!! Aku kan ga salah...eh.. arghh!" Saka tidak mau lagi mendengar alasan Alana.


" Kamu harus membayar dengan memuaskan aku malam ini!" kata Saka dengan cepat membuka kimono tidur Alana dan menarik lepas tali daster lingerie Alana.


" Hubby!! Itu emang maumu. Lagian Tadi pagi kan udah. Arrggh, Bby." desah Alana yang tubuhnya sudah polos seperti bayi yang baru lahir.


" Salahkan tubuh kamu yang selalu membuat aku ga pernah bisa puas kalau tidak menikmati kamu lagi dan lagi." kata Saka sambil mengecupi setiap senti tubuh istrinya yang membuat Alana geli.


" Bby, kamu itu apa ga cape sih? Pagi kan udah olah raga, siang trus kerja, malam setelah meeting tentang Yara, eh sekarang udah mau olah raga lagi. Aku tu takut kalau kamu cape dad!!" kata Alana sambil mengalungkan tangannya ke leher Saka, sehingga puncak dadanya tergesek sempurna dengan dada Saka yang masih memakai baju dan celana. Berbanding terbalik dengan Alana yang bener bener tanpa sehelai benang pun.


" Laaaa, bukain bajuku, sekali kali kamu yang buat aku melayang, kayak waktu pertama kali kita bikin Alendra." bujuk Saka sambil menaruh tangan Alana yang melingkar di lehernya ke kaos yang ia pakai, supaya Alana membuat dirinya sama seperti Alana polos seperti bayi. Alana mengikuti kemauan suaminya dan lagi lagi Alana harus menyerah dan tertidur di pelukan Saka karena Saka tidak berhenti menghukumnya sampai pagi.😅🤭


.


.


.

__ADS_1


TBC


__ADS_2