Menjadi Istri Kedua Sahabatku

Menjadi Istri Kedua Sahabatku
150. Kena tipu


__ADS_3

JANGAN LUPA VOTE YANG BANYAK YA... LIKE DAN GIFT YANG BANYAK...


SUPAYA DITENGAH KERJAAN YANG BANYAK THOR SEMANGAT UPDATE, THANK YOU๐Ÿ™๐Ÿป


***


" Aduh!!" teriak Alana


" Ada apa sayang?" tanya Saka dengan raut wajah khawatir.


" Kepalaku semakin sakit!" sahut Alana sambil memegangi kepalanya yang makin berdenyut nyeri dan pusing.


" Kamu ingat sama aku?" tanya Indra dengan hati hati. Alana hanya memandang Indra dengan wajah yang heran. Indra dan Saka kembali berpandang pandangan. Sedang mama Lina, ibu dan ayah yang belum ngerti kemungkinan amnesia yang Alana alami hanya bengong saja. Mereka tidak ngerti dengan apa yang mereka bertiga bicarakan.


" Kenapa sih?" tanya Alana yang kini memandangi Saka. Dokter yang mendampingi Indra juga memeriksa kondisi luka dan menuliskannya di catatan kunjungannya, juga tertarik dengan perkembangan kasus ini, ia ingin memantau apakah yang saat ini dialami oleh pasiennya.


" Jawab aja, kamu ingat aku ga?" tanya Saka balik.


" Apaan sih? Ya, Ingatlah!" balas Alana dengan nada yakin.


" Kamu ingat orang orang yang ada di sebelah kananmu? dan yang disitu?" tanya Saka sambil menunjuk mama Lina dan ibu, dan ayah yang berdiri bersama Lio di ekor ranjang Alana.


" Ya, Ingatlah! Ada apa sih, Bby?" tanya Alana lagi sambil memutar bola matanya dengan kesal. Saka mendesah lega. Berarti Alana masih mengingat dia sebagai suaminya. Alhamdullilahhh!!


" Alhamdullilah, sayanggg.Kamu ingat sama aku?" tanya Saka sekali lagi. Ia bersyukur dirinya diingat oleh Alana,si Indra ga diingat sama Lana... horeeee!! Si Indra sontak menampilkan wajah kecewanya, ia merasa kesalll, kenapa ia mengenal Alana baru sekarang. Mungkin Alana mengidap amnesia partial.


" Emang kenapa sih? Aku jadi ga ngerti." tanya Alana sekali lagi masih dengan heran.


" Kamu kenal ini kan?" Saka menunjuk sekali lagi kepada Indra yang masih sedih karena pujaan hatinya tidak mengingatnya, tapi jawaban Alana sesudahnya membuat ia bahagia.


" Ya jelas ingatlah! dokter Indra kan?"


" Lha kamu ingat?"

__ADS_1


" Horeee ternyata Alana ingat aku. Makasih sayang." kata Indra ingin memeluk Alana, tapi buru buru Saka menghalanginya dengan tubuhnya. Sehingga Indra hanya bisa memeluk punggung Saka.


" Jangan berani beraninya kamu! Main peluk peluk sembarangan. Mau dikasi ini?" tanya Saka sambil mengacungkan kepalan tangannya.


" Itu ucapan syukur, Sak. Artinya Alana baik baik saja. " kata Indra yang merasa sedikit kecewa dan zonk karena ga bisa melampiaskan gembiranya dengan memeluk Alana.


" Bby, bajumu?Kamu terluka? Yang mana yang luka? Aduh!" tanya Alana sambil kemudian berteriak kesakitan saban ia melakukan gerakan yang terlalu banyak.


" Aku ga pa pa sayang." jelas Saka menenangkan.


" Mana saja yang sakit, anakku?" kata mama Lina dengan gurat sedih dan khawatir. Siapa mama yang tidak khawatir melihat anak tunggalnya bertarung nyawa. Ditembak karena dendam.


" Mama ga usah khawatir.Ehm, Anak anak mana, ma?" tanya Alana yang malah tidak mikirin dirinya tapi malah mikirin anak anak dan orang orang disekitarnya.


" Anak anak diasuh sama baby sitter, dan mereka juga ikutan kesini kok tapi ga mama dan ibu ijinin masuk. Jadi mereka di taruh di Private Island hotel yang letaknya di samping kiri Nashospital ini. Gimana ceritanya sih, Lana? Kok kamu bisa tertembak? " tanya ibu dengan suara khawatir yang masih menggelayut. Ia juga ingin ngetest apakah Alana mengingat kejadiannya.


" Aku si ga tau, aku hanya ingat kalau paman Yara mengacungkan pistol sama aku,tapi selebihnya aku ga ingat, tiba tiba aku sudah bangun di rumah sakit dan kesakitan kayak gini." jelas Alana sambil cemberut, dan memegang kepalanya berdenyut nyeri karena mungkin terlalu banyak energi yang keluar untuk mengingat ingat kejadian itu.


" Kamu tertembak, Sayang! Dan ini darah kamu. Aku sampai khawatir, untung saja kamu selamat, aku ga tau lagi apa yang harus aku lakukan kalau kamu sampai amnesia dan melupakan aku. Aku pasti akan kehilangan arah dan super duper sedih. " jelas Saka sambil memeluk Alana dan menciumi pipinya.


" Kalau begitu kami permisi dulu. Paling besok akan ada pemeriksaan lanjutan untuk rontgen di bagian kepala yang fungsinya adalah untuk mengetahui kerusakan apa yang ditimbulkan oleh srempetan peluru yang nyasar di pelipis nona ini." jelas dokter paruh baya yang ikut masuk bersama dokter Indra tadi menjelaskan situasi Alana kepada seluruh orang yang ada di kamar rawat inap itu.


" Kamu kok ga ikutan keluar sih?" tanya Saka sambil menunjuk Indra dengan tatapan kesal. Ia kesal karena ternyata Alana tidak lupa dengan Indra. Huftt!


" Hush, kamu itu lo, Sak! Ga ada sopan sopannya. Kan dokter Indra sudah menolong Alana berkali kali." bela ibu Irsyana, sedangkan Mama Lina hanya senyum senyum saja. Ayah Langit dan Lio terlibat perbincangan seru tapi mereka semua tidak ada yang bisa mendengarnya karena mereka berdua berdebat dengan suara lirih.


" Bukannya gitu, bu. Kan dia dokter siapa tahu ada kepentingan lain,menjenguk pasien yang lain misalnya." sahut Saka dengan nada malas.


" Kan dia dalam posisi berlibur kan? Masa mau jenguk pasien sih!" sahut ibu kesal. Dari dulu Saka selalu aja ada jawabannya,Saka sampai dijuluki ibunya manusia 1001 alasan,karena ia selalu bisa menjawab.


" Ga pa pa tante, saya sudah terbiasa dibully sama Saka. Yang penting bagi saya teman saya, Alana sehat. " kata Indra sambil melemparkan senyum memikatnya, membuat ibu hanya bisa mengangguk angguk.


" Ganti baju dulu, Sak!" perintah mama Lina.

__ADS_1


" Mammm, nanti saja ya,Saka mau nemenin Alana dulu. Saka masih mau nanyain apa yang dirasakan Alana." sahut Saka menghindar padahal ia hanya tidak mau kalau sampai Alana sendiri bersama Indra.


" Aduhhhhh!!! Argggh kepalaku sakit." jerit Alana tertahan.


" Lala, sayang, kamu kenapa?" semua orang yang ada disana ikutan panik. Indra langsung menangani Alana dan memeriksa bekas operasi di kepala Alana.


" Lana, apa yang kamu rasakan?"tanya dokter Indra.


" Ehm kamu siapa ya?" tanya Alana sambil menunjuk Saka dengan wajah heran.


" Lhoh tadi kan inget kok sekarang lupa?" tanya Saka dengan heran.


" Kamu siapa?" Alana kembali menunjuk Saka dengan raut heran. Indra jadi kebingungan. Dalam kedokteran ga ada tuh ceritanya orang amnesia mendadak, tadinya ga amnesia trus kemudian setelah kesakitan jadi amnesia. Ada yang janggal nih! pikir dokter Indra sambil masih memegang nadi Alana, dan memakai stethoscopenya untuk memeriksa Alana. Mungkin harus segera dilakukan MRI dan rontgen di kepala.


" Lalaaaa, aku suamimu. Hubby kesayanganmu." semua menatap Alana dengan tatapan sedih dan khawatir.


" Ya ampun,Alana anakku. Gimana nih dok? " kata mama Lina sambil memegang snelli dokter Indra yang tadi Indra pinjam di rumah sakit ini. Karena awalnya kan ia ga berniat melakukan pemeriksaan apalagi melakukan operasi, sekalipun ia hanya sebagai dokter asisten saja, yang penting ia bisa membantu Alana.


" Suamiku kan yang itu." kata Alana sambil menunjuk Lio. Lio langsung mengusap wajahnya dengan kasar.


" Wah, beruangnya bakal ngamuk nih. Dasar Alana, sakit aja masih selalu melibatkan aku mentang mentang aku bisa meredam emosi Saka." gunam Lio lirih.


" Alanaaaaa, suami kamu itu akuuuuu!!" geram Saka, ketika Alana menunjuk Lio sebagai suaminya. Semua orang yang ada di dalam ruangan Alana hanya bisa tertegun dan heran.Tadi Alana kan ga apa apa. Kok sekarang malah hilang ingatan kayak gini sih. Mending hilang ingatan ini malah di ingatannya suaminya tertukar, ntik kayak sinetron alay suami yang tertukar dong๐Ÿ˜‚


Tiba tiba Alana tertawa pelan, ia ga berani ketawa keras karena itu membuat dada dan kepalanya nyeri. Yang lain tambah bingung, dan menduga kalau Alana kena syarafnya nih, karena tiba tiba lupa trus ketawa ga jelas.


" Ha ha ha , Bby! Sumpah deh wajah kalian itu lucu banget. Masa klian masih mengira aku hilang ingatan sih!!" kata Alana sambil masih tertawa kecil. Ia sebel dituduh amnesia, makanya ia balik nge prank Saka.


" Lalaaaaaaa" seru Saka geram tapi dihatinya ia sangat lega karena Alana tidak apa apa.


.


.

__ADS_1


TBC


__ADS_2