Menjadi Istri Kedua Sahabatku

Menjadi Istri Kedua Sahabatku
Episode 44. Suami Sah!!*


__ADS_3

Pagi menjelang, mentari masih malu malu mengeluarkan wajahnya. Tiba tiba…


Ddrrttt


drrrtt… (Lio is calling…)


Saka melepaskan pelukannya dari Alana, semalam Alana hanya menempel dengan ketat di dada dan ketiaknya. Kata Alana ini bentuk dari keinginan dedek yang ingin


selalu dekat dengan daddynya. Saka pun pasrah, tapi meninjau ponselnya yang


tidak mau berhenti berteriak, ia tahu bahwa Lio membawa pesan penting. Saka


turun dari ranjang perlahan karena ia tidak mau membangunkan Alana. Saka pun


menerima teleponnya di balkon luar apartemennya itu.


“Halo.”


“…”


“Bagaimana


hasilnya, Yo?” tanya Saka dengan nada datar.


“…”


“Seperti biasa … kirimkan filenya ke emailku.”


“…”


“Jangan katakan apapun pada bos besar. Biar aku saja yang menceritakan kepada mereka.”


“…”


“Ada hal lain?”


“…”


“Bagus! Jangan lupa selama aku disini, kamu yang harus mengurus semua urusan kantor,


kalau ada masalah yang timbul, kabari langsung, mengerti?”


“….”


“Good.” Saka langsung menutup sambungan teleponnya tanpa menunggu jawaban dari lawan bicaranya.


“Siapa, Bby?” tanya Alana tiba tiba sambil memeluk Saka dari belakang, menyandarkan


seluruh tubuhnya kepada Saka yang masih bertelanjang dada.


“Kamu terbangun sayang? Apa suaraku terlalu keras?” tanya Saka sambil memutar


tubuhnya , memeluk Alana dari depan. Alana hanya menggeleng dengan lemah.


Seperti biasa, saat pagi hari seperti ini Alana lemas, karena semalaman harus


memuaskan Saka yang kian lama kian ketagihan dengan tubuh Alana.


“Lapar?”


“Kamu belum jawab pertanyaanku!” rajuk Alana dengan suara manja.


“Tadi yang nelepon Lio, biasa masalah di kantor.”

__ADS_1


“Apa ada masalah di kantor, Bby?” tanya Alana sambil bergelayut manja di pelukan Saka,


dan menciumi dada Saka yang masih telanjang.


“Gak ada masalah, biasa laporan laporan aja, setiap pagi, aku kan tetap memantau kinerja


mereka. AArghhh .. sayanggg” kata Saka sambil mendesah karena bibir Alana


menyentuh ujung dada Saka. Alana hanya tertawa saat Saka tergoda dengan


sentuhan bibirnya.


“Bby, lapar.” rajuk Alana dengan nada manja.


“Aku juga!” kata Saka sambil menggendong Alana menuju ke kamar.


“Bby, dedek lapar…”


“Iya, aku juga!” bibir Saka tidak melewatkan bibir Alana yang sedikit terbuka,


menghisapnya dan menggigitnya sehingga Alana melenguh. Lidah Saka mengejar


lidah Alana dan menghisapnya, menggodanya, membuat Alana membalas pagutan liar Saka dengan penuh hasrat.


“Eahh ahh..” tubuh Alana melentik saat Saka mencumbu buah favoritnya, menjilat meremas dan menghisapnya dengan rasa gemas.


Akhirnya pertempuran pun berakhir saat Junio menyembur sejam kemudian, Saka membaringkan diri di samping istrinya yang sudah kelelahan.


“Bby, lemes!”


“Maaf… habis kamu godain aku sih.” jawab Saka sambil memeluk Alana dan mencolek hidung Alana yang mancung.


“Kamu omes.” kata Alana sepatah sepatah.


“Dari tadi dedek sudah lapar..” rajuk Alana sambil mencebik.


“Maaf..” jawab Saka sambil mengambil ponselnya dan mencari makanan di aplikasi online miliknya dan setelah memilih menu sarapan paginya dia langsung bangkit untuk


bebersih.


“Bby, mau mandi.” kata Alana dengan manja sambil menaikkan kedua lengannya agar digendong Saka. Saka sudah selesai mandi, tubuhnya hanya terbalut handuk


dipinggangnya.


“Mau dimandiin sekalian, tuan putri?” goda Saka sambil menggendong Alana menuju


kamar mandi.


Alana hanya mengangguk lemah, kepalanya ia senderkan di dada Saka yang sudah wangi dan dingin.


“Maaf..” kata Saka sambil mengecup kening istri yang ada dalam gendongan nya.


“Hemm?” tanya Alana sambil menaikkan alisnya.


“Kamu pasti kecapean, biar aku mandikan, katanya sambil mendudukan Alana dipinggir bath tube. Saka mengisi air di bath tube dan mencampur aromatheraphy kedalamnya.


Alana hanya memandang saka yang tengah sibuk menyiapkan keperluannya, dengan


pandangan kagum, bayangkan tubuh atletis suaminya, wajahnya yang tampan dan rasa


sayang kepadanya merupakan perpaduan sempurna, sayangnya cinta Saka bukan hanya untuk dirinya. Pandangan Alana berubah sendu. Alana kaget saat tubuhnya


melayang dan kemudian berakhir di dalam bath tube yang sudah berisi air hangat

__ADS_1


dan aromatherapy. Air hangat dan aromatheraphy benar benar bisa  membuat tubuh Alana menjadi lebih segar. Saka


menggosok punggung dan seluruh tubuh Alana sambil menelan ludahnya berkali


kali. Efek kehamilan Alana membuat tubuh Alana terlihat seksi dan montok,


terutama di bagian bagian yang Saka sukai. Itu membuat Junio  menjadi menggeliat bangkit ingin dipuaskan.


Tapi Saka ingat, Alana masih lemas, dan ada anak yang ada di kandungan Alana


yang harus ia jaga. Kalau gak mengingat dua hal itu, Saka pasti akan menggempur


Alana habis habisan.


Ting tong!


“Kamu nunggu tamu, Bby?” tanya Alana dengan pandangan menyelidik, rupanya rendaman air aromatheraphy membangkitkan semangat paginya yang tadinya loyo.


“Engga.. paling itu hanya makanan yang kita pesan tadi lewat online.” jawab Saka sambil


mengambil handuk yang tadi ia lepaskan dalam rangka memandikan Alana.


“Dan kamu mau keluar hanya pakai itu?” tanya Alana dengan mata melotot.


“Emang kenapa?” goda Saka, ia juga gak terlalu gila juga kale, masa keluar hanya pake


handuk dipinggang.


“ Ganti!” sergah Alana sambil memutar bola matanya dengan jengah.


“Iya.. iya Tuan putri, posesif banget sih istriku.” omel Saka dengan suara lirih, soalnya


Alana lagi dalam mode siaga, siaga mencaplok mangsanya.


Saka segera memakai kaos oblong putih dan


celana pendek, tentunya setelah memakai boxernya.


Dan ternyata benar, makanan yang mereka tunggu datang. Saka segera menyiapkan semua makanan yang tadi mereka pesan itu ke meja makan supaya saat Alana selesai mandi, Alana bisa langsung menyantap makanannya. Kasihan dedek, pasti sudah kelparan, batin Saka dengan senyum smirk membayangkan pertempurannya tadi pagi bersama Alana, ia tidak puas puasnya menyunggingkan senyum omesnya saat membayangkan tubuh Alana.


“Kamu kok senyumnya aneh sih, Bby? Emang siapa tadi yang datang?” tanya Alana dengan


pandangan menyelidik. Alana curiga dengan senyum Saka yang terlihat sangat bahagia. Alana hanya menggunakan kimono satin tanpa dalaman. Dan saat Alana menyilangkan tangan di dadanya yang kenyal dan berisi, belahan dadanya ini terpampang nyata dipemandangan Saka, membuat Saka kembali menelan salivanya berkali kali, menahan diri, supaya miliknya tidak meronta ingin menyerang sarangnya kembali.


“Sayang, makanannya sudah datang, tadi ojolnya datang nganterin makanan.”


“Kalau cuman ojol yang datang, kenapa kamu senyum senyum kayak gitu, Bby?” selidik Alana lagi.


“Ya ampun, cemburu?” goda Saka lagi, sambil memeluk Alana dari belakang sambil menaruh wajahnya yang tampan di ceruk leher Alana dan menciuminya.


“Hemm.” Alana hanya menikmati hembusan nafas suaminya yang membelai lehernya.


“Aku tadi mikirin kamu.” bisik Saka lirih ditelinga Alana


“Gombal!!” jawab Alana, tapi tak ayal wajah Alana merona, siapa sih yang tidak senang


dirayu oleh suami? Suami sah lagi!


.


.


.

__ADS_1


TBC


__ADS_2