
Lio hanya memandang bosnya dengan ekspresi yang tak terbaca, mungkin dia sedang mengejek bosnya dalam hati yang sudah terkena virus budak cinta. Bahkan Saka pun tidak dapat menebak siapakah orang yang saat ini paling banyak mengisi hatinya.
Apakah Yara? Ataukah Alana?
Tapi kedua duanya merupakan bagian yang tidak bisa dipisahkan dalam kehidupan seorang Narendra Sakabumi. Saka tidak bisa memilih karena menurut Saka, Yara dan Alana bukan pilihan.
" Yo, pasang kamera yang kamu bawa di dekat meja itu, Hati hati jaangan terlalu kentara. Setelah itu kita tunggu perangkap kita mendapatkan mangsa. Aku hanya ingin tahu siapa dibalik semua ini. Kita tunggu di cafe bawah saja, sambil makan sore, aku harap Alana tidak melewatkan waktu makannya. Kasian dedek." ujar Saka dengan nada sendu.
" Sudah, bos. Kita sudah bisa keluar sekarang."
__ADS_1
" Hmm, ayo sekarang kita berangkat." ajak Saka dengan tidak bersemangat.
Demi apapun, Saka tidak kepingin berlalu dari apartemennya itu sebelum bertemu dengan Alana. Tapi ia harus menunggu sampai mangsa buruannya terperangkap di perangkap yang sudah ia buat. Dan kalau sudah tertangkap, mangsanya itu akan ia beri hukuman sesuka hatinya. Memikirkan hukuman apa yang akan ia berikan pada mangsa buruannya membuat mood Saka sedikit membaik. Saka menutup pintu kamar apartemennya sambil berdoa supaya perangkapnya berhasil.
Saka beranjak pergi dari tempat itu. Kalau dia masih bertahan disana ia yakin kalau Alana tidak bakal nongol. Ini sudah menjelang maghrib, perut Saka sebenernya sudah dari tadi berteriak teriak minta diisi, tapi dia belum bisa makan karena ia belum menemukan jejak Alana. Saka juga kepikiran, Alana sudah makan atau belum?
Bagaimana kondisi anak yang ada di dalam kandungan Alana dan sejuta pertanyaan lain yang menghantui Saka. Ia tidak ingin Alana gegabah dan membuat anak dalam kandungannya kenapa kenapa. Saka meruntuki hubungan antara Yara, Alana dan dirinya. Ia jujur ingin memilih. Tapi ia tidak bisa melukai salah satunya. Kejadian ini membuat Saka sadar kalau sebenernya secara tidak langsung ia sudah menyakiti Yara dan Alana. Kalau dia mesra dengan Alana, Yara pasti sakit hati.
Saka juga terpaksa ada di situasi poligami ini. Ketika Yara, istri pertamanya berulang kali pingsan, karena penyakitnya yang semakin parah, Yara mengajukan usul gila yang sebenarnya sudah berulang kali ditepis oleh Saka, tapi di tak tega dengan kondisi Yara yang sudah sangat sakit. Yara menginginkan Alana menjadi madunya dan merayu Alana sampai akhirnya Alana mau karena tidak tega dengan keadaan Yara yang sedang sakit ini.
__ADS_1
Saka berulang kali menyugar rambutnya sehingga rambutnya tampak acak acakan. Walaupun wajahnya kusut karena memikirkan Alana. Ketampanan Saka tidak berkurang sedikitpun. Mata Saka menatap ruang cafe yang tampak elegan. Tempat dirinya dan Lio beserta beberapa anak buah yang lain akan makan sambil menunggu jebakannya dimasukin mangsa. Sungguh sebuah penantian yang melelahkan. Saka sudah ingin bersama Alana. Ia merindukan kehadiran Alana.
.
.
.
.
__ADS_1
TBC