Menjadi Istri Kedua Sahabatku

Menjadi Istri Kedua Sahabatku
135. Rencana


__ADS_3

JANGAN LUPA VOTE YANG BANYAK YA... LIKE DAN GIFT YANG BANYAK...


SUPAYA DITENGAH KERJAAN YANG BANYAK THOR SEMANGAT UPDATE, THANK YOU๐Ÿ™๐Ÿป


***


Ting Tong..


Saka tambah deg degan. Ia langsung keluar ke arah pintu, untuk menemui bodyguardnya yang berjaga di pintu keluar sambil melihat siapa yang datang. Saat ia buka pintu, tenyata ada cowo keren dan tampan dengan pakaian kasual sedang berdiri disana diapiit oleh kedua bodyguard Saka yang berbadan gede dan berpakaian hitam.


" Kamu? Untuk apa kamu datang kemari?" tanya Saka sambil menunjuk muka orang yang datang itu dengan raut tidak senang, sedangkan orang itu hanya senyum sambil mencuri pandang ke arah dalam rumah, ada sosok orang yang ia cari.


" Apa begini cara kamu berterimakasih kepada penolong kamu? " tanya orang itu balik.


" Aku ga ada hubungannya dengan hal itu. Itu urusan Rangga !! Silahkan kamu pulang." kata Saka dengan nada datar dan dingin. Ia jelas ga bakalan mau minta tolong pada laki laki yang ada di hadapannya itu.


" Siapa sih, Bby?" tanya Alana yang sudah menyusul Saka melihat tamu siapa yang datang di malam hari seperti ini.


" Hai, Alana. Kamu tambah cantik dan ehm seksi." sapa orang itu kepada Alana yang dimatanya tampak lebih wow setelah sekian lama ia tidak bertemu Alana.


" Indra? Dokter Indra? Kenapa malam malam kemari? Ada yang sakit?" tanya Alana sambil matanya penuh tanda tanya kepada Saka yang langsung memeluk pinggang Alana yang ramping tanda keposesifannya kumat.


" Gak ada! Aku janjian sama Rangga. Untuk menolong mereka masuk ke area private island. Tenang aja mr. Rendra, aku ga akan mengambil Alana yang cantik dan seksi ini. Aku cuman berniat membantu Rangga. Aku harap kita bisa melupakan permasalahan masa lalu kita." jelas Indra tanpa tedeng aling aling. Saka langsung salah tingkah. Alana akhirnya tahu, ia pasti dengan segera menganggap Indra sebagai pahlawannya. karena tak ada yang bisa masuk ke private island, kecuali memakai freepass itu. Padahal Alana mah cuek aja. Cintanya mentok di babang tampan Saka. Tapi yah namanya juga Saka posesif parah๐Ÿ˜…

__ADS_1


" Oh, kalau gitu masuklah. Rangga ada di ruang keluarga." kata Alana sambil mempersilahkan Indra masuk, dan mendorong Saka yang masih berdiri didepan pintu masuk menghalang halangi orang yang mau masuk. Alana yang pada dasarnya hanya menganggap dr. Indra tidak lebih dari seorang kenalan, berpikir positif, bahwa dr. Indra atau Indra ini bisa menolong keluarganya. Ia tahu Saka hanya tidak suka laki laki yang memandang Alana lebih dari teman.


" Sayanggg." cebik Saka manja kepada Alana.


" Apa sih, Bby?" sahut Alana lembut menanggapi pelukan Saka di pinggangnya. Saka langsung menaruh kepalanya di leher jenjang Alana yang rambutnya yang panjang diikat ekor kuda. Saka menghirup aroma shamppoo dan parfum vanilla sweet yang dipakai Alana dan bermanja di dalam pelukan istrinya. Alana hanya melayani keinginan suaminya tanpa menolak, karena tahu pasti suaminya cemburu. Indra yang memandang kemesraan keduanya hanya membuang muka. Nasib, nasib seorang jomblowan, batin Indra ngenes.


"Masuklah!" kata Alana lagi melihat Indra hanya bengong memandang Saka yang nemplok sama Alana.


" Sayanggg.." rajuk Saka.


" Haish, Bby. Cintaku kan hanya sama kamu!" tegas Alana dengan suara berbisik, membuat Saka setidaknya lega, tapi Saka masih menatap Indra dengan aura permusuhan. Bagaimana tidak ? Pria dihadapannya itu rival yang sempurna, tampan, pintar, profesi dokter, anak pemilik rumah sakit terbesar, kaya raya, semuanya ada padanya. Saka patut waspada.


Alana masuk ke arah ruang keluarga bak menggendong anak koala, karena Saka tidak berhenti memeluk pinggangnya dan menaruh kepalanya di bahu Alana. Indra hanya mengikuti dengan menggeleng gelengkan kepalanya. Ia ga niat merebut Alana dari Saka, kalau itu yang dipikirkan netijen. Ia bahagia saat melihat Alana bahagia. Walau kalau misalnya ia diberi kesempatan untuk meraih Alana, ia ga akan menolak.


" Sudah datang, Ndra? Maaf membuat kamu repot." sapa Rangga dengan basa basi. Rangga segera berdiri dan menyambut temannya itu dengan raut tidak enak hati. Ia melihat Saka yang nemplok sama Alana. Alana sudah jadi pawang Saka, Rangga menatap Alana dengan tatapan berterimakasih. Sedang Lio hanya menjabat tangan Indra dengan raut wajah datar seperti biasanya.


" Sudahlah, dok! Jangan menggoda suamiku." bela Alana sambil menepuk nepuk tangan suaminya yang menegang.


" Ha ha ha, suaminya sudah terjerat cinta istri ya? " goda Indra lagi, entah kenapa ia jadi demen lihat Saka yang blingsatan karena cemburu, membuat ia pingin menggoda lagi.


" Dok, ingat tujuan kamu kesini mau bantuin Rangga. Jangan fokusnya ke Alana, dong!" kata Lio menengahi.


" Aku gak mau kalau kalian manggil aku dengan sebutan, dok! Aku kesini bukan memeriksa kesehatan kalian. Aku hanya ingin membantu kalian. Kalian panggil aku nama saja. Kukira kita sepantaran kan? Kecuali Rangga yang masih kecil." ejek Indra sambil memandang Rangga yang masang wajah datarnya lagi.

__ADS_1


" Oke, ndra! Jadi apa rencanamu?" tanya Lio lagi.


" Aku akan bikin private party. Biasanya sih kalau party gitu ga akan dimintain list data tamu yang hadir. Kalian bisa saja masuk tanpa freepass. Cukup memberikan undangan ke penjaga disana. Nah, kalian bisa kesana dengan dalih ikut partyku. Gimana?" tanya Indra dengan nada antusias. Apalagi kalau nanti Alana bisa ikutan, pasti akan lebih menyenangkan. Meski ia ga niat nikung Alana, tapi entah kenapa Indra merasa nyaman berada di dekat Alana.


" Oke, aku rasa itu ide yang bagus! Bukan begitu, Sak?" tanya Rangga sambil memandang Saka dan Alana.


" Aku rasa itu bisa dijalankan, Bby!" kata Lana mengiyakan.


" Menurutmu, gimana Yo? " tanya Saka kepada Lio yang masih diam dan berpikir.


" Mungkin itu bisa dilakukan. Kita akan membawa anak buah kita kesana. " kata Lio sambil masih berpikir.


" Oke aku juga setuju!" kata Saka menyingsingkan rasa keselnya demi sebuah misi penyelamatan.


" Well, aku akan sesegera mungkin organize partynya. Kalian tunggu aja sampai aku memberikan undangannya buat kalian." kata Indra sambil mencuri curi pandang kepada Alana.


" Alana gak akan ikut. Dia jaga di rumah saja. Terlalu bahaya kalau ia ikutan misi seperti ini. Apalagi ia masih harus mengurus Alend dan Genta " kata Saka sambil menatap Indra dengan tatapan tajam. Indra langsung lemas seketika. Tujuan utamanya memang membantu, tapi Alana adalah bonus.


"Sepertinya kamu juga jangan ikut, Sak! Karena misi ini berbahaya. Kita harus pikirkan plan B, menurutku plan B nya kita mendekati petinggi di Singapura yang biasa mengurus perijinan private island macam itu. Dan Saka nanti yang akan coba nembusin itu, seandainya ada kegagalan di plan A. Sehingga Saka bisa menolong kita yang pergi di private island. Nah, yang berangkat biar aku, dan Rangga, serta anak buah kita. Lagian mereka ga terlalu mengenalku, kalau Rangga masih ada kemungkinan tertangkap." jelas Lio setelah berpikir panjang. Kemungkinan gagal dalam misi ini sangat besar, mengingat paman Yara sangat licik dan juga menggunakan IT yang cukup mumpuni.


.


.

__ADS_1


.


TBC


__ADS_2