Menjadi Istri Kedua Sahabatku

Menjadi Istri Kedua Sahabatku
Extrapart 21.


__ADS_3

Tapi mungkin skenario mereka sudah di atur sama yang diatas, karena tanpa sengaja mama Lina terserimpet sandalnya yang tadi ia lepas saat ia duduk di sofa dekat brangkar Indra.


Keseimbangan mama Lina hilang, sehingga ia terhuyung. Tubuhnya yang limbung maju kedepan kearah papa Indra yang sudah mengulurkan tangannya. Untungnya tubuh mama Lina bisa di tangkap oleh lengan kekar papa Indra dan papa sempat memeluk mama Lina sebelum mama Lina terjatuh di lantai.


Karena tubuh mama terpelanting cukup cepat, wajah mereka beradu, walau tidak sampai berciuman. Tiba tiba ada suara yang memanggil dengan nada terkejut.


" Ma... mama?"Alana shock melihat apa yang terjadi di ruangan rawat inap Indra. Saka yang baru saja masuk juga melihat mama mertuanya ada dalam pelukan papa Indra.


Mama Lina sontak menarik tubuhnya dan menjauh dari papa Indra. Pipi yang merona dari dua insan yang susah cukup berumur membuat Alana tidak tega untuk mencecar tentang apa yabg tadi terjadi. Entah itu sebuah salah paham atau emang ada rasa yang mulai tumbuh.


Alana yang cukup sadar diri, menarik tubuh suaminya untuk keluar dari ruangan rawat inap Indra.


" Ehm, ma.. om, sebaiknya saya tunggu di luar aja. Kalian.. ehm kalian teruskan dulu apa yang tadi tertunda. Maaf kami mengganggu." kata Alana dengan bijak sambil menatap mama Lina dengan pandangan senang. Alana menarik Saka keluar dari situ, tapi mama Lina berusaha mencegah dengan gugup.


" Eh, Laa, kami gak sedang apa apa kok. Tadi mama hanya hampir jatuh saja. Eh iya bener, tadi mama hampir jatuh dan ditolong oleh mas Adjie.. eh papanya Indra. Beneran.. ya kan mas? eh pak..." jawab mama gugup. Sedangkan papa Indra hanya bisa mengangguk anggikan kepalanya menuruti apa yang dikatakan oleh mama Lina.


Saka yang ada di belakang tubuh Alana hanya bisa mengulum senyumnya saja. Ia gak mau terkesan kurang ajar karena menggoda pasangan cukup umur itu dengan ledekan. Masa ya ga tau kalau pandangan papanya Indra aja melembut macam ABG jatuh cinta dan mama Lina yang sedang salting membuat Saka semakin yakin bahwa mereka ada rasa yang terpendam.


Alana hanya berdecak kesal. Tadinya ia pikir Saka merancangkan sesuatu yang nantinya membuat mama Lina terpaksa. Saat ia melihat papa Indra dan mamanya yang seperti orang yang malu malu tapi mau, Alana jadi sadar, mamanya butuh pendamping yang bisa menjadi sahabat dan yang menemaninya di usia senjanya. Alana tidak melihat kalau mama Lina terpaksa dalam menghayati perannya dijodohkan di masa senjanya dengan papanya Indra.

__ADS_1


Mama Lina sudah terlalu lama menderita, hidupnya dulu bahkan hanya untuk mengurus papanya yang stroke dan mengurus cucu. Mungkin papa Indra jadi jawaban kesendirian mama Lina. Who knows? Yang pasti Alana akan memberi kesempatan seluas luasnya bagi mamanya untuk bersama orang lain yang mencintai dan bisa berbagi hidup.


" Mas? Kok Alana baru tahu ya? Hmm perkembangannya sudah sampai sejauh ini?" goda Alana sambil nenaik turunkan alisnya menatap kedua jnsan yang sam sama salah tingkah. Alana bak menangkap basah pasangan AbG uang sedang pacaran di area sekolah. Mereka berdua hanya menunduk menunggu putusan dari kepala sekolah yang menangkap basah pasangan yang sedang pacaran di jam sekolah. Duhhh!!!


" Gini nak Lana, tadi saya hanya menolong Eva, karena dia kesandung. Beneran! Gak ada apa apa yang terjadi lainnya. " jelas papa Indra dengan gugup, malah semakin membuat Alana dan Saka ingin ketawa, karena mereka semakin menunjukan kalau ada yang beda saat mama Lina datang dan saat ini.


" Om, siapa Eva?" tanya Saka yang berpura pura lupa dengan nama mertuanya. Alana sungguh ingin tertawa lantang tapi ia tahan melihat mama Lina dan papa Indra yang mukanya merah padam mendengar pertanyaan Saka.


" Maksud om ... itu mama Lina. Iya mama Lina...duh!!" jelas papa Indra sambil memukul bibirnya sendiri yang sudah kelepasan omong.


"Ya udah, ma.. silahkan dilanjut dulu. Alana sama Saka akan keluar dulu. Mari om... eh apa Lana sudah saatnya manggil papa juga?" tanya Alana sambil tersenyum smirk memandangi mamanya yang hanya bisa menunduk karena malu.


" Gimana sayang? Apa aku bilang? Mama gak merasa kepaksa kan?" kata Saka sambil tertawa penuh kemenangan.


" Iya deh!!! Kamu menang. Aku smpai sekarang masih terbayang wajah mama yang malu karena ketangkap basah sedang iya iya gitu ya, bby!" tawa Alana menimpali perkataan Saka. Mereka saling bergandengan menuju cafe untuk menuntaskan rasa lapar dan haus gara gara kebanyakan ketawa.


***


Suasana ruangan rawat inap menjadi hening penuh aura salting gara gara godaan Alana dan Saka tadi plus kejadian serba kebetulan yang membuat tubuh Adjie dan Eva memanas.

__ADS_1


Adjie merasakan rasa yang sama ketika ia pertama kali bertemu dengan istrinya yaitu mama si Indra. Rasa berdebar, jantung berpacu lebih cepat. Mama Lina alias Eva pun masih terlihat sangat cantik dan terawat tubuhnya walaupun ia sudah diusia senja.


Ini salah satu yang membuat Adjie, menjadi terpesona saat tadi ia memeluk tubuh Eva adalah nyata betul kalau Eva sangat menjaga tubuhnya karena kepadatannya masih dapat ia rasakan. Apaan coba? Tiba tiba tubuhnya memanas bagaikan anak muda yang baru saja merasakan jatuh cinta.


" Ehm maaf mas, anak anak emang suka menggoda mamanya. Maaf kalau mas terganggu. Nanti saya akan bicara sama anak dan nenantu saya supaya tidak melibatkan mas saat menggoda saya." jelas mama Lina dengan malu, ia ingin meruntuki kelakuan Alana dan Saka yang terang terangan membuat dirinya malu. Ia ga enak nanti dipikirnya ia yang menyuruh Alana dan Saka untuk menjodoh jodohkan dirinya dengan duda mapan macam mas Adjie.


" Aduh, kamu salah sangka dek Eva. Mas ga apa kok. Biasalah anak anak. Lagian kita kan emang ada komitmen kalau akan menikah." jawab papa Adjie dengan percaya diri. Bukankah cinta harus diperjuangkan ya. Apalagi mama Lina adalah wanita pertama yang bisa membuat jantung nya berpacu liar sama seperti anak muda jaman now.


" Hah?" mama Lina hanya bisa bengong saat papa Indra bisa bisanya memanggil dirinya dengan sebutan dek Eva. Ya ampun mas Adjiee!! dedek Eva jadi malu!!🤭🤭🤭


.


.


.


TBC


***

__ADS_1


__ADS_2