
Maaf late update, soalnya kemarin autornya tepar 2 hari gara-gara kebanyakan order di dunia nyata. Jadi hari ini author akan menggantikannya dengan update 2 episode langsung. Ditunggu aja ya! Jangan lupa untuk terus memberikan dukungan buat autor dengan cara memberikan like gift dan juga vote. Happy reading!!
***
Dan sekarang mereka sudah berada di pulau Maldives. Kalau ditanya kenapa bisa ada di Maldives? Jawabannya tepat sekali!! Ini hadiah dari Indra untuk Alana. Meskipun ia berusaha move on dari Alana, tak dapat disangkali, ia tidak bisa lepas dari bayang bayang Alana. Meskipun ia juga tidak mengharap untuk merebut Alana dari Saka.
" Gimana sayang? Bagus kan private villa yang aku sewa ?" tanya Indra kepada Alana sambil merangkul bahu Alana. Yap tepat sekali, ini bukan liburan untuk Alana dan Saka, tapi juga bukan liburan berdua Indra dan Alana seorangan,mana boleh mr posesif Saka mengijinkan istrinya hanya berduaan dengan Indra liburan ke pulau Maldives bisa ada acara bunuh membunuh kalau itu sampai terjadi.
Bahkan sedari tadi saja, Saka hanya manyun, ia kesal bisa bisanya Indra memberi hadiah macam.begini. Kalau Saka gak ikut, bisa bisa Alana dimonopoli oleh Indra, karena baik Genta, Alen dan Sha juga diajak. Wah anak anaknya bisa lebih dekat sama Indra dibanding dengan dirinya.
" Sayang... " rajuk manja Saka kepada Alana yang tak habis habisnya kagum melihat pemandangan yang tepapar indah disana.
" Kenapa sih, Bby?" tanya Alana lagi. Ia bukannya tidak tahu kalau Saka lagi dalam mode merajuk manja. Mungkin hadiah yang diberikan oleh Indra tidak lebih mahal dari cincin berlian yang diberikannya. Tapi Alana sangat terkesan dengan acara bday party yang disusun sangat apik oleh Indra di pulau ini nantinya, bukan saja hanya dirinya sendiri tapi juga melibatkan seluruh orang yang Alana sayangi. Bayangkan Indra mengajak seluruh keluarganya untuk liburan di private villa Maldives. Bukan hanya Saka sekeluarga, Ayah Langit dan ibu Irsyana. Mama Lina bahkan papa nya Indra pun ikutan. Jangan lupa dengan trio kwek kwek Rangga, Lio dan Alex. Belum asistennya, ART, juga baby sitter. Woahhhh!!!
" Dasar OKB menjengkelkan!!"
" Ha ha ha Apaan sih, Bby? Kamu cemburu?" tanya Alana dengan nada manja. Ia tahu Saka cemburu. Padahal Saka juga tahu kalau dirinya hanya menyayangi Saka, mencintainya sepenuh hati.
" Kamu kan tahu, kaka gadungan mu itu mencintai kamu." rajuk Saka lagi.
" Tapi aku hanya cinta sama kamu." kata Alana sambil mencolek rahang suaminya yang mengeras karena rayuan Alana. Saka gak bisa menentramkan bagian bawah tubuhnya saat Alana merayu macam ini. Ia seperti kehilangan pengendalian diri.
" Sayang Junio mau keluar." sahut Saka dengan suara serak tanda libidonya naik mendengar rayuan Alana tadi.
" Ih Junio kamu itu gampangan banget sih!! Hanya diajak komunikasi begitu doang udah minta dikeluarin. Nakalll!!" kata Alana sambil mencebik dan memukul Junio dengan perlahan. Bukannya tidur, si Junio malah semakin tegak. Arggh, selalu begitu, kayaknya Saka gak bisa kalau sehari saja puasa. Kalau seandainya Alana sedang halangan maka Alana harus memuaskannya dengan cara cara Alana yang lain. Untung Alana cinta sama Saka. Sehingga sekalipun capek,ia akan selalu menuruti keinginan Saka yang aneh aneh.
" Salahkan kamu yang terlalu nikmat, rumah Junio itu yang bikin rindu. Aku gak pernah ingin sama yang lain. Cuman sama kamu." rayu Saka lagi, supaya Alana bersedia menuruti keinginannya meskipun ini masih siang.
__ADS_1
" Hiiih,gimana kalau Junio dikandangin aja? Biar ga gampangan. Lihat belahan dada dikit aja udah kayak gitu." kata Alana sambil menarik nafasnya. Ia kesal dengan Saka.
" Hanya sama kamu. Cuman kamu yang bisa buat dia keras. Lain wanita mah dia ogah."
" Gombal!!"
" Sumpah sayang!! Mau ya? Maen kuda kuda an? Kamu yang jadi jokinya." rayu Saka lagi. Sambil menempelkan tubuhnya kepada Alana. Sehingga mereka benar benar tak berjarak. Bahkan sekarang Saka sudah menciumi dan membelai lengan Alana yang polos,karena ia memakai dress bertali kecil yang di pakai dengan outer cardigan diluarnya,dan saat mereka hanya berduaan seperti ini, tangan Saka yang usil sudah melepaskan cardigan di tubuh istrinya sehingga Alana hanya mengenakan dress putih tipis kontras dengan dalaman merah yang ia pakai.
" Cape ah kalau aku yang jadi joki." kata Alana menolak untuk memimpin pertempuran.
" You look so sexy when you are on the top honey!" bujuk Saka lagi. Meskipun Alana sudah berbuntut 3, masalah tubuh, Alana sangat luar biasa. Dadanya yang menyembul besar, perutnya yang ramping, intinya tubuhnya seakan menolak menjadi tua, dan tanpa riasan sekalipun wajah Alana itu masih kayak ABG, itu yang membuat Saka sering ingin menyembunyikan istrinya yang cantik tapi tomboy itu.
" Ngrayu!" sentak Alana tanpa bisa menyembunyikan kegirangan di dirinya mendengar pujian dari suaminya.
" Mau ya? Ya? Ya? Mumpung anak anak lagi sama baby sitter dan ibu serta mama." kata Saka lagi.
******* dan erangan panas dari keduanya seakan tidak pernah bosan mereka lontarkan. Bahkan suasana kamar yang tadinya dingin berubah menjadi panas membara, saat mereka menyatukan tubuh mereka. Kepuasan yang sudah mereka capai berkali kalipun tidak pernah membuat mereka menghentikan aktivitasnya. Pokoknya sampai salah satunya menjadi lemas tak berdaya barulah akan berhenti.
Dan sudah dapat dipastikan kalau Alana lah yang bakalan kalah,walau pada awal mulanya ia menjadi joki dan memimpin pertempuran itu.
Saka tidak akan pernah kehilangan energi kalau untuk masalah memuaskan Junio. Apalagi berhubungan dengan istrinya Alana. Ia seakan tak pernah puas untuk membuat Alana mendesah, mengerang bahkan menjeritkan namanya saat Saka gemas dan bermain sedikit kasar dengan Alana.
" Bby, ngantuk." cicit Alana dengn nada manja. Saka menyukai saat Alana seperti ini, manja dan pasrah.
" Mau dipeluk sambil tidur?" tanya Saka sambil menarik Alana untuk lebih mendekap wajah Alana di dadanya yang telanjang. Tubuh Alana yang masih polos, membuat dadanya yang kenyal dan besar mendempet ketat di otot perut Saka.Sebenarnya dengan posisi yang seperti ini bisa membuat Junio kembali bangkit meminta jatah, tapi Saka sadar, Alananya sudah kelelahan, kalau ia masih saja meminta bisa jadi Alana pingsan.
" Bby, Junio kamu berdiri lagi." kata Alana sambil memejamkan matanya. Ia merasakan pergerakan Junio karena dadanya menempel ketat di perut Saka.
__ADS_1
" Emang kamu mau kasi dia makan lagi?" balas Saka sambil mengecupi rambut Alana yang ada di pelukannya.
" Ngarang!!" sentak Alana sambil mencabut bulu dada Saka yang melambai di dekatnya. Membuat Saka menjerit kesakitan karena ulah nakal Alana.
" Lalaaaa.." geram Saka dengan suara berat menahan rasa.
" Ha ha ha sorryyyyyy🙏🏻✌🏻" sahut Alana sambil tertawa dan membuat tanda damai di tangannya, pertanda ia tidak mau memperpanjang urusannya dengan Saka dan ingin segera tidur siang, supaya bangun sore ini ia bisa menikmati jalan jalan di pantai bersama keluarganya.
.
.
.
TBC
Thor mau sedikit promo karya sendiri nih...
jangan lupa di favorite, kasi bintang 5, kasih like dan gift juga votenya...
Makasihhh!!
__ADS_1