Menjadi Istri Kedua Sahabatku

Menjadi Istri Kedua Sahabatku
128. Rahasia Paman 2


__ADS_3

Bibi Yara yang sedari tadi menangis di samping jenasah Yara, dan ditenangkan oleh Alana, menjadi sasaran Saka saat ini. Mungkin ia bisa mengurai rahasia paman Yara. Kayaknya bibi Yara yang paling diam dan hanya nrimo saja dengan perlakuan paman Yara, tapi matanya, gerak geriknya menyiratkan bahwa sebenarnya ia adalah orang yang paling menderita.


Saka berjalan menuju bibi Yara dan memeluk bahunya. Berusaha menenangkannya, bukan hanya bibi yang merasa kehilangan. Bohong rasanya kalau dikatakan Yara tidak meninggalkan bekas apa apa dihati Saka.


Sekalipun tidak dipungkiri kalau Alana memang menempati sebagian besar dari hati Saka, tapi paling tidak Yara juga pernah ada disana. Saka hanya tidak mau terlalu memperlihatkannya karena ada Rangga. Saka yakin Rangga lebih sakit lagi perasaannya. Maka Saka berusaha menutupi rasa kehilangannya.


" Rendra, maafkan pamanmu. Ia hanya belum bisa merelakan semua dendam akibat perbuatannya sendiri. Padahal bukan hanya Yara yang menjadi korban, tapi semua orang uang terdekat dengannya sudah menjadi korban." jelas bibi dengan mata yang basah dengan air mata yang belum berhenti mengalir. Dia tahu, kalau suaminya akan terus mencari gara gara perihal Yara. Kini dadanya menjadi sangat sesak Karena ia mentimpan semua kepedihan dan kepahitannya dlam hatu. Karena bukan hanya dia yang menjadi korban. Tapi keponakannya juga jadi korban.


" Maksud bibi?" tanya Saka dengan heran.


Bibi tidak jadi melanjutkan penjelasannya karena suara ribut ribut diluar semakin keras. Saka pikir, anak buahnya sudah bisa mengatasi dan melerai Rangga dan paman Yara. Orang orang yang ikut pengajian sebagian juga ada yang ikut keluar ingin tahu rame rame apa yang terjadi diluar.


" Bi, kita sambung lagi nanti, kayaknya paman dan Rangga bertengkar." kata Saka sambil meninggalkan bibi dengan tergesa. Sedang Alana sudah lebih dahulu keluar untuk melihat ada keributan apa diluar. Saka menarik tubuh Alana supaya ia tidak usah ikut melihat kesana, karena ia tahu pangkalnya nanti paman Yara akan menjadikan Alana kambing hitamnya. Tapi Alana sudah keluar mendekati kerumunan orang yang berseteru.


Saka melihat ada Lio disana, ia tahu kalau ada Lio berarti ayah dan ibu juga sudah datang, karena ia memang mengirim Lio untuk menjemput mereka. Saka heran, kok malah ayah dan ibunya tidak segera masuk, padahal pengajian sudah dimulai dari tadi, bibi Yara dan Alana pun dari tadi sudah mendoakan Yara supaya diberi jalan yang terang.

__ADS_1


"Ayah? Ada apa lagi ini? " tanya Saka sambil mengurai kerumunan yang terdiri dari para pegawainya yang mulai berdatangan untuk ikut pengajian tengah malam itu dan juga orang orang yang berseteru.


"Masyaalahhh, kenapa paman berdarah?' tanya Alana dengan nada cemas.


"Kamu tidak usah sok baik dan perhatian, ini semua gara gara kamu!! Yara meninggal gara gara kamu!!" bentak paman Yara sambil mengusap wajahnya yang berdarah. Raut wajah Alana berubah pias karena malu, bayangkan dikata katai didepan para pegawai Saka. Lalu ibu dan Saka langsung mendekati Alana dan Saka menarik tubuh Alana kesampingnya, Saka tidak mau kejadian yang tadi saat Alana dizolimi paman Yara, ada orang lain yang membela Alana, ia maunya dia yang melindungi Alana. Tadi ia sudah kecolongan Rangga, ia tidak mau Rangga lagi yang membela Alana, mau ditaruh dimana wajahnya kalau itu sampai terjadi lagi.


" Gara gara kamu! Kamu perebut suami orang. Kamu menikahi Narendra hanya demi harta. Kamu tikung Narendra, saat istrinya masih sakit. Wanita macam apa kamu!!" kata Paman sambil terus mengata ngatain Alana. Alana malu. Inilah yang ia takutkan dulu. Dianggap merebut suami orang. Alana mulai menangis sedih, Saka menenangkannya dengan memeluk Alana. Sedangkan para pegawai dan orang yang melayat dan ikut pengajian itu mulai berkasak kusuk. Sebagian dari mereka tidak tahu status Alana, karena Alana dan Saka tidak pernah membuat resepsi besar besaran. Alana selaku menolak untuk dilakukan resepsi karena ia menghargai Yara yang masih sakit waktu itu. Ia tidak mau berkesan bahagia di atas penderitaan Yara.


Ayah dan ibu sebenarnya mau membela dan balik menyerang besannya itu, tapi Saka memegangi mereka. Supaya mereka tidak ikut campur dulu.


" Huh!! Lihatlah, istrinya baru saja meninggal. Tapi ia sudah meluk meluk istri barunya. Seakan istri barunya yang sangatlah berharga! Cihhh!! tidak tahu malu. " sergah paman sambil meludah. Para pegawai yang menonton semakin berkasak kusuk. Sedangkan Saka mengeraskan rahangnya dan mengepalkan tangannya tanda ia menahan amarah yang sudah sampai diubun ubun sambil beristighfar. Ia tidak mau bertingkah impulsif dengan menyerang paman Yara dengan anarkis.


Rangga tidak mau kalau orang lain lagi yang menjadi kambing hitam paman Yara. Karena semuanya adalah kesalahan paman Yara. Para pengawal Saka masih memegangi tubuh Rangga supaya Rangga tidak menyerang paman Yara. Rupanya Ranggalah yang memukuli paman Yara. Alana yang sedari tadi hanya menangis karena ucapan paman Yara yang menyakitkan hati. Ibu memeluk tubuhnya dan menenangkannya. Sedang Saka masih berusaha menetralisir kondisi yang terjadi. Malu ditonton oleh orang banyak, emangnya pertunjukan topeng monyet?


"Kalian bubar!! Untuk kalian semua ketahui. Alana adalah istriku dan kami menikah secara sah dalam agama dan negara. Kami punya surat nikah yang SAH. Dan kalian, amankan Rangga dan pak Raharja ke ruangan belakang! " perintah Saka kepada para pengawalnya untuk membawa Rangga dan oaman Yara. Sedangkan pengusiran berlaku untuk para pegawainya yang masih dengan kepo setia menanti adegan selanjutnya.

__ADS_1


Pengawal Saka membawa paman Yara dan Rangga ke ruangan belakang, tepatnya disana ada taman dan kolam renang. Mereka di dudukan berjauhan supaya tidak saling menyakiti lagi. Ayah , ibu dan Lio yang baru saja datang dan tidak tahu apa apa, menatap Saka mencari jawaban. Tapi Saka hanya mengedikan bahunya tanda ia juga tidak tahu. Ia emang tidak tahu karena ia tadi tidak mengurus dua orang yang sedang berseteru dan memiliki dendam pribadi itu.


Akhirnya ibu dan ayah ikut ke area taman belakang, mereka juga ingin tahu kenapa paman Yara bertengkar dengan seorang pemuda tampan yang tampak alim. Sedangkan Alana yang masih shock, berada di pelukan Saka. Saka tidak mau meninggalkannya sendiri, dan Alana pun juga tidak mau ditinggalkan, untuk ikut pengajian seorang diri.


" Sebenarnya ada apa dengan kalian ini? Bertengkar kayak anak kecil? Apa kalian gak tahu kalau ini rumah Yara, istriku? Orangnya aja baru saja meninggal. Setidaknya hormati dan hantarlah ke peristirahatan terakhirnya. Supaya Yara bisa tenang di alam sana, dengan di doakan. Ini malah saling bertengkar kayak anak kecil rebutan permen!" Saka marah dengan nada ketus. Ia tidak habis pikir. Lha mbok ya singkirkan dulu dendam itu, sama sama berdoa menghantarkan Yara ke peristirahatan terakhirnya dengan lantunan doa yang indah.


Rangga hanya diam, sedangkan paman Yara sibuk membersihkan wajahnya dan bajunya yang amburadul.


.


.


.


TBC

__ADS_1


JANGAN LUPA VOTE YANG BANYAK YA... LIKE DAN GIFT YANG BANYAK...


SUPAYA DITENGAH KERJAAN YANG BANYAK THOR SEMANGAT UPDATE, THANK YOU🙏🏻


__ADS_2