Menjadi Istri Kedua Sahabatku

Menjadi Istri Kedua Sahabatku
Extrapart 24.


__ADS_3

" Apa?" teriak Indra dengan nada tidak terima.


"Loh, bukannya kamu sendiri yang sudah mengajukan persyaratan bahwa kamu mau menikah asal kamu mendapatkan mama baru yaitu mama Lina." jelas papa Aji dengan nada heran.


" jadi Papa sudah benar-benar jatuh cinta dengan mama Lina atau hanya ingin mempermainkan pernikahan ini saja? jangan-jangan Papa bersedia menikah dengan kontrak sesudah Aku menikah kalian akan bercerai?" tanya Indra dengan nada sinis.


" Hush, Emangnya ini drakor atau kamu pikir ini adalah kisah novel sehingga kamu berkata begitu? Papa itu sudah bukan ABG lagi, kamu mesti nyadar kalau Papa itu sudah menjadi aki-aki bau tanah. Ngapain Papa melakukan hal-hal yang nggak faedah macam begitu. Lebih baik Papa mempertebal iman dengan melakukan kajian-kajian dan dan ke masjid. Daripada melakukan hal-hal yang tidak berfaedah semacam itu." sanggah Papa Aji dengan kesal.


" masa dengan pertemuan yang singkat Papa sudah jatuh cinta dengan mama Lina? ingat ya Pak sekalipun mama Lina itu hanya mama angkat ku tapi aku paling tidak suka kalau ada laki-laki yang mau mempermainkan mama Lina! mama Lina itu benar-benar sudah kuanggap sebagai mamaku sendiri jadi aku tidak rela kalau Papa ingin mempermainkan perasaan Mama dengan menikahinya lalu aku menikah!" kata indra dengan nada ketus. papa sih hanya bisa menghalangi langkah kepalanya dengan sebal karena dia bingung sebenarnya yang menjadi orang tua kandung indra itu siapa papa adi atau mama lina, kenapa malah indra membela habis-habisan mama lina dan malah memojokkan papa aji.


" Indra kamu itu kan anak kandung ku, kan? Mestinya kamu lebih tahu kebiasaan papa yang tidak pernah mau macam-macam dengan wanita dan terbukti selama mama kamu tidak ada dan meninggal papa juga tidak pernah bermain-main dengan wanita." kata papa aji dengan nada marah.


" Tapi papa pernah juga kan dwket dengan wanita-wanita yang suka tebar tebar pesona itu, tante-tante ganjen yang inginnya nempel nempel sama papa. Emangnya tante tante ganjen itu nggak diapa-apain sama papa?" goda indra dengan menaik turunkan alisnya.

__ADS_1


" Tidak pernah lah! Lagian juga tidak ada yang secantik dan seanggun mama lina!" kata Papanya Indra keceplosan. ya sedikit demi sedikit Papa Aji itu sudah mulai merasakan benih-benih cinta yang ter tabur di hatinya saat melihat mama Lina yang masih tampak Ayu walaupun usianya sudah memasuki usia paruh baya.


" Hah? jadi menurut papa, mama angkat aku itu cantik dan anggun?" tanya Indra dengan nada tidak suka, karena kalau sampai papa dan mama Lina itu bener-bener jadi sepasang suami istri pastinya akan menghalangi dirinya untuk bisa bersama dengan Alana, bagaimanapun dia masih menantikan Alana jadi janda dan dirinya bisa menikahi Alana dengan bebas.


Tapi mestinya Indra tidak tahu bahwa itu adalah mimpi halu di siang bolong. Karena apapun yang terjadi Saka tidak akan pernah melepaskan Alana apalagi menceraikan Alana kecuali dirinya mati. Tapi saat ini karena Indra memang benar-benar belum bisa move on dari Alana, Tentu saja dia tetap berharap bahwa Alana dan Saka bisa berpisah secepatnya.


" Mungkin bagi kamu itu adalah hal yang mustahil kalau Papa secepat ini bisa jatuh hati dengan mama Lina yang notabene sudah kamu angkat menjadi mama angkat kamu. Tapi Papa tidak bisa berbohong kalau hati papa selalu berdebar-debar ketika berada bersama-sama dengan mama Lina. Papa juga tahu kalau kamu ini hanya mencari alasan supaya tidak usah disuruh menikah namun apa yang terjadi saat ini memang di luar dugaan papa. Papa juga yakin kalau kamu sebenarnya tidak ingin Papa menikah dengan mama Lina karena masih menginginkan Alana. benar kan begitu?" Tanya Papa Aji karena bisa menebak apa yang saat ini ada di dalam pikiran liarnya Indra. Indra terkejut dengan pernyataan papanya.


" Indra, bagaimanapun kamu itu adalah anak satu-satunya dari papa. dan Papa juga sudah merawat kamu sejak kamu masih kecil jadi apapun yang menjadi pemikiran kamu tentunya Papa mengerti betul. Tapi bapak mohon sama kamu Untuk kamu tidak melakukan kesalahan seperti itu. Karena karma itu ada, ketika kamu melakukan hal itu pada Saka dan Alana, walaupun kamu nanti bisa memiliki Alana namun kamu tidak bisa menghindar dari karma. Papa hanya takit kalau kamu menyesal." nasehat Papa Aji dengan suara lembut agar anaknya itu bisa sadar dengan kelakuannya yang salah.


Indra hanya bisa menundukkan kepalanya, mungkin move on dari Alana untuk saat seperti ini adalah sulit. Bukannya Indra tidak mencoba namun Indra sudah berusaha untuk bisa keluar dari bayang-bayang Alana. Tapi lagi lagi dia tidak sanggup melakukannya karena bayangan Alana itu selalu ada di pikirannya. Salah satu kesalahannya adalah dia tidak mencoba menghindar dari Alana malah dia ingin semakin dekat dengan Alana.


" Menjauhlah dari Alana dan Saka. Papa akan memberikan kamu sedikit tips agar kamu bisa keluar dari bayang-bayang Alana. Kata orang mencari ganti itu akan membuat kamu bisa keluar dari bayang-bayang orang yang kamu sukai. Kenapa kamu tidak mau mencoba untuk keluar dari zona kamu dan mulai mencari yang baru? Siapa tahu kamu akan mendapatkan sesuatu yang bisa bikin kamu bergetar sama dengan papa waktu bertemu mama Lina." kata papa Aji dengan nada santai.

__ADS_1


Membuat Indra jengah dengan penampilan papa Aji yang tampak berbeda saaat dirinya jatuh cinta seperti ini.


.


.


.


TBC


Hai readers..


Indra akan segera dapat belahan jiwa kalau kalian memberikan vote, like dan juga gift. Wk wk wk .. jangan lupa untuk terus ikuti kisah Indra disini. Happy reading ya..

__ADS_1


__ADS_2