Menjadi Istri Kedua Sahabatku

Menjadi Istri Kedua Sahabatku
121. Titik terang


__ADS_3

Tetep ya vote yang banyak supaya thor semangat💪🏻💪🏻💪🏻dan like setiap sudah bacaaa yaaa,😘


Makanya, budayakan like dan vote😘😘 yang banyak. Author sangat amat berterima kasih buat readers yang sudah meluangkan waktu dan upaya buat nge vote tanpa paksaan karena berarti reader menghargai author yang sudah susah payah bikin cerita ditengah kesibukan yang ada. Sekali lagi makasihh💋💋


yuk langsung aja baca.


Happy readingggg


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Saka sudah boleh pulang ke rumah pasca ditembak oleh pak Burhan. Sedangkan pak Burhan yang setelah mengungkapkan dimana Yara sudah langsung ditindak lanjutin oleh pihak kepolisian, mereka menggeledah Klinik Eksklusive Mitra Sejahtera itu.


Tapi karena itu adalah klinik yang terkenal karena kliennya yang kebanyakan adalah pejabat besar dan membutuhkan pertolongan profesionalnya dr Rangga, membuat Yara belum bisa langsung ditemukan. Klinik itu banyak back up nya, jadi pihak kepolisian juga tidak bisa menggeledah begitu saja seenaknya. Memang ada surat penggeledahan tapi berhubung ini rumah sakit, jadi pihak kepolisian tidak bisa gegabah. Karena pihak Klinik Mitra setia bekerjasama dengan baik, dan tidak mempersulit penyelidikan.


Mereka mengakui adanya pasien yang masuk di hari dimana Yara hilang. Ciri ciri sama, namun nama emang berbeda pencantumannya. Tapi menurut data, pasien itu sudah keluar mandiri.


Saka kebingungan, pak Burhan sendiri saat di konfirmasi hanya bisa bilang tak tahu. Sedangkan dr Rangga yang diakui sebagai anak pak Burhan sedang mengikuti simposium sehingga belum bisa menerima panggilan dari kepolisian.


Saka yang lagi ada di ruangan keluarga bersama Lio memutar otaknya.


" Arrghhh, kemana coba si Yara dibawa pergi?" decak Saka frustasi.


" Belum ketemu si Yara, Bby?" tanya Alana. Alana membawa camilan dan teh, agar saat Saka dan Lio memikirkan strategi bisa sambil ngemil.


" Belum, sayang. Alen udah tidur? " tanya Saka, karena ini sudah jam 9 malam.


" Sudah, dia anak yang mandiri. Apalagi selepas usianya 40 hari, tidurnyapun sudah mandiri dan gak kaget kaget lagi." jelas Alana sambil menaruh bawaannya ke meja dekat Saka dan Lo. Lio hanya diam memandang Alana yang sedang menaruh makanan di meja.

__ADS_1


" Kenapa nglihatin Alana?" tanya Saka dengan nada ketus saat Lio memandangi Alana. Mendengar itu Alana hanya memutar bola matanya kesal, katena sikap Saka yang fmga berubah dari dulu.


" Eh, Bby. Lio dianugrahi mata sama gusti Allah buat melihat. Apa hak kamu ? Kok dia ga boleh lihat aku. Dia ga lihat akunya, tapi lihat makanannya." Lio hanya tersenyum mendengar pembelaan Alana itu.


Dia sudah terlalu terbiasa dengan tingkah Saka yang super posesif dan berkesan menjengkelkan.


" Bos, kita sudah menyelidiki dokter Rangga itu. Benar kalau ternyata dia adalah ehm pernah menjadi suami Yara, meskipun hanya suami siri karena sejujurnya Yara terikat janji dengan pamannya, jalau ia tidak boleh menikah dengan laki laki itu. Oh ya, bos pasti juga tahu kalau mereka sudah punya anak kan?."


" Hah? Suami? Anak?? Gimana ceritanya punya anak sih, Bby? Katanya ia cuman pacaran. " mata Alana terbelalak gede, karena ia merasa aneh. Lha terus status nikahnya Yara sama Saka apa dong? Karena waktu itu ceritanya Saka kepada Alana dan orang tuanya hanya sampai bahwa Yara punya pacar yang hubungannya sudah terlalu jauh. Masalah punya anak belum sepenuhnya diceritakan oleh Saka. Pikirnya toh, sekarang anaknya dimana pun Yara ga tau.


" Mantan suami, Lala sayang! Karena ia dianggap tidak menikah dengan sah, sehingga paman Yara merasa berhak memisahkan mereka dan dianggap hanya berhubungan badan diluar pernikahan yang sah. "


" Tapi sebenernya ini salah paman Yara, karena status Yara itu belum cerai sama suaminya. Meski pun dalih paman Yara ia tidak setuju maka tidak sah, tapi kalau di agama bukannya itu sah ya? Dan menurut desas desus, saat ini selain emang dokter Rangga ikut simposium di Singapura, dia juga mencari paman Yara." jelas Lio yang mendapatkan info yang terpercaya dari anak buahnya.


" Wah untuk masalah itu aku juga ga ngerti, Yo!"


" Tapi berarti status bos waktu nikah dengan ibu Yara dipertanyakan juga ke sah annya. Karena Rangga dan ibu belum bercerai, gitu?" tanya Lio sambil mengetuk ngetukan jarinya ke meja di depannya.


Sekarang mantan suami sirinya menculik Yara, untuk menuntaskan dendam, dan mencari pamannya entah untuk apa.


Ada potongan puzzle yang hilang. Yang hanya Yara, Rangga dan pamannya yang tahu. Saka pusing tujuh keliling. Baginya Yara bukan orang lain. Yara adalah istrinya, bahkan Yara sedang sakit. Ia tidak mengharapkan Yara kenapa kenapa. Tapi ia khawatir!! Walau itu tidak ia perlihatkan kepada Alana.


drrrttt... drrrtt...


No telp yang tidak dikenal. Siapa?, batin Saka dengan heran. Biasanya klien tidak ada yang tahu nomer pribadinya, hanya Lio, Alana, dn Yara serta kedua ortunya yang tahu keberadaan nomer pribadinya ini


" Hallo" kata Saka dengan nada datar seperti biasa. Apa dari telemarketing ya? Tapi biasanya telemarketing juga ga mungkin malam malam kan?

__ADS_1


"..."


" Yara??" mata Saka membulat, ia terkejut karena suara diseberang sana adalah Yara.


"..."


" Dimana kamu? Apa kamu baik baik saja? Kamu sama siapa?" cecar Saka dengan nada cemas yang tampak jelas di wajahnya. Sedangkan Lio dan Alana mendekati posisi Saka duduk untuk dapat mendengar apa yang dikatakan Yara.


" ... "


" Katakanlah, kamu dimana dan sama siapa? Kita akan segera menjemputmu."


" ... "


" Kemana kamu selama ini, Yara. Kami khawatir dengan kondisi kamu." kata Saka dengan lembut. Ia tahu ini semua adalah kesalahannya . Ia yang melibatkan Yara sehingga Yara sampai jadi seperti ini.


" ... "


" Baiklah, kami akan datang. Jangan khawatir aku tidak menghubungi polisi, sekarang aku, Alana dan Lio akan segera kesana." jelas Saka dengan nada terburu buru. Ia langsung mengkode Alana dan Lio. Sedangkan orang orang tersebut dengan segera mengikuti ala yang di inginkan Saka.


Alana langsung berlari untuk mengganti bajunya, sedangkan Lio yang emang baru saja datang dan belum sempat berganti baju dan beristirahat, langsung mengambil kunci mobil dan mengkode Saka , bahwa ia akan duluan memanaskan mobil, sembari ia menunggu Alana dan Saka bersiap.


" Kamu tunggu disana, kami akan segera sampai, Yara. " kata Saka lagi menenangkan. Sekalipun sebenarnya suara Yara tampak tenang.


.


.

__ADS_1


.


TBC


__ADS_2