
JANGAN LUPA VOTE YANG BANYAK YA... LIKE DAN GIFT YANG BANYAK...
SUPAYA DITENGAH KERJAAN YANG BANYAK THOR SEMANGAT UPDATE, THANK YOU🙏🏻
***
Mereka, Rangga, Indra dan Lio serta beberapa pengawal Saka yang ditugaskan untuk melakukan misi penyelamatan turun dari jet pribadi Indra. Dan benar saja, pengawas yang biasanya ditempatkan di entrance gate tidak tampak berjaga jaga disana. Lio dan Rangga yang memakai hoodie dan kacamata hitam tampak keren dan terkesan macho. Padahal tujuan mereka adalah sedikit menyembunyikan wajah mereka yang dikenali oleh paman Yara. Takutnya mereka tertangkap kamera pengawas sedang menyusup ketempat itu, karena si pak Raharja pasti sudah memberi catatan blacklist terhadap nama nama dan wajah mereka.
" Kita langsung masuk ke dalam ruangan VVIP yang aku sewa." bisik Indra agar mereka semua mengikutinya ke ruangan VVIP dimana Indra's party dihelat.
" Hey boy! Mana gadis yang mau kenalkan sama papa?" todong papa Indra, Pak Aji dengan segera. Matanya mencari cari diantara teman teman yang dibawa oleh Indra dalam partynya kali ini.
" Pa, bisa gak jangan membahas masalah begituan disini? " sahut Indra dengan suara malas. Ia bosan saat Papanya hanya membahas masalah calon istri itu aja. Seandainya Alana mau sama dia, hal itu ga akan sesulit ini. Indra hanya mendesah kesal.
"" Ha ha ha woke woke boy, don't be angry." sahut papanya sambil tertawa terbahak. Papa Indra cukup dekat dengannya. Sejak mamanya meninggal, papanya masih saja betah sendiri. Indra sebenarnya tidak keberatan kalau papanya mau menikah lagi tapi mungkin itulah gen Ajiprana, setia pada satu wanita pilihannya. Sama seperti dirinya yang belum bisa move on dengan Alana. Entah sampai kapan..
" Selamat ulang tahun,boy! I love you!" kata papa Indra dengan sejuta rasa sayang, sambil memeluk tubuh anaknya. Indra adalah anak satu satunyaa paak Aji, jadi ya tumpuan cinta ayahnyaa tentu hanya kepadanya.
" Thank you,pa!! " sahut Indra sambil balas memeluk papanya. ia juga sedih belum bisa memenuhi keinginan papanya untuk memberinya calon istri dan bahkan seorang cucu, karena ia hanya mencintai Alana untuk saat ini.
" Ayo, segera dimulai partynya." kata Indra memberi kode untuk para pelayan yang melayani kamar VVIp itu.
Bentuk private island itu seperti pulau yang kecil, semuanya dikelilingi oleh lautan, akses masuk ke tempat itu adalah jalan udara dan laut, karena sekeliling tempat itu dipagari tebing curam sehingga tidak ada satupun akses jalan masuk atau keluar kecuali melalui hangar atau lewat pelabuhan depan. Dan kedua akses masuk dan keluar itu dijaga ketat oleh pengawal dan bodyguard berpakaian hitam dan bersenjata.
__ADS_1
Setiap orang yang hendak masuk tempat itu harus memiliki freepass seperti Indra. Karena papanya termasuk pemegang saham tempat hiburan ini, maka saat ini ia memiliki golden pass.
Menurut mata mata yang sudah diterjunkan Indra sejak beberapa hari yang lalu, pak Raharja ada di pulau itu. Selain tempat hiburan selayaknya club malam seperti yang di booking Indra, disana juga ada Resort, Food Resto yang terdiri dari semua macam makanan terkenal di Singapura dan belahan dunia lainnya, National Hospital, Tempat judi dan bahkan tempat yang menyediakan escort lady bagi laki laki hidung belang. Tapi karena tempat ini hanya dikunjungi oleh high class, VIP dan VVIP person, jadi semua fasilitas yang disediakannya juga first class semua, termasuk pelayan dan pelayanannya.
Semua fantasi yang pernah dibayangkan seorang laki laki ada disana, karena emang ini disediakan untuk laki laki penikmat hedonis.
Menurut info anak buah Indra yang menjadi mata mata, pak Raharja selalu ada di wilayah pulau yang paling selatan. Ia memiliki tempat tersendiri disana. Ia juga memiliki rumah yang tertutup oleh penjagaan ketat dari seluruh penjuru.
Rangga dan Lio mendesah kecewa mendengar kabar itu. Bagaimana mereka bisa menerobos masuk ke tempat yang penjagaannya super ketat seperti itu.
Tapi Lio tidak putus asa. Ia lagi membongkar bongkar alat alatnya yang merupakan alat sadap dan spyware tingkat tinggi yang biasa dipakai oleh petinggi petinggi negara, CIA dan FBI. Lio membayar harga yang sangat mahal buat alat alat itu. Tapi karena ini semua perintah Saka jadi Saka lah yang membayar untuk semua fasilitas yang Lio beli.
Sementara Indra dan keluarganya masih bersenang senang di club. Lio dan Rangga serta anak buah yang mereka bawa sedang sibuk mencari cara untuk bisa membobol tempat paman Yara itu, terutama tempat yang ditinggali paman Yara, karena kemungkinan anak Yara dan Rangga ada disana.
" Kamu pake apaan itu, Yo?" tanya Rangga keheranan, saat Lio mengambil kayak mainan yang bisa terbang, dan ada layar seperti layar Ipad, dan remote control kayak game.
" Gila luh.. Saka bisa ngambek kalo kamu ga ngerjain tugas."
" Saka apa kamu?"
" Ya, aku juga. Aku pingin segera ketemu anakku."
" Makanya jangan crewet, emang kamu bisa masuk kesana?"
__ADS_1
" Ya enggak!"
" Nah, tunggu aku .. aku mau ngintipin ada apa sih di kediaman paman Yara. Kok bisa banyak banget penjagaannya."
" Hah? Gimana caranya?"
" Makanya, bergaul dong! Ini namanya fly spyware, bentuknya kayak lalat, binatang yang biasa terbang terbang di sampah itu lo. Nah orang orang itu ga akan curiga kalau kita memata matainnya pake ini. Kita bisa mengkamera lewat ini. Dan ini belum yang tercanggih, biasanya kan mereka pakai cctv untuk memantau pergerakan penyusup. Nah, aku bakal hack cctv nya melalui satelit yang terhubung dengan microchip yang ada di dalam setiap cctv, aku lagi mau ngrekam beberapa penjaga disetiap arealnya dan bagamana kita bisa masuk."
" Wuihhhh, kamu emang cerdas. Ga salah kalau kamu emang jadi kepala tim IT nya si Saka. Hebat!!! Berapa harga alat begituan?"
" Bisa buat beli mobil lah!"
" Gilakkk!! Masa? O mai gaaattt, thanks bro. Aku ga nyangka pengorbanan kalian buat aku sungguh besar. Terimakasih." sudah ada air mata di sudut mata Rangga. Entah kenapa ia mellow melihat pengorbanan Saka dan Indra buat dirinya. Dirinya yang mungkin sekarang juga sudah kaya tapi kalau dibandingin sama Saka dan Indra masih belum apa apanya.
" Ini demi mendiang Yara, kalau si Indra tuh demi dekat dengan Alana. "
" Demi apapun, kalian emang hebat. Aku bangga dan bahagia punya teman kayak kalian."
" Ga usah nangis, dasar lu dokter lebay!! Udah ini misi kujalankan dulu.. lihat ini." Fly spyware diterbangkan oleh Lio dan keluar menuju arah yang di kendalikan lewat remote control game, dilihat menurut layar Ipad, arah mana yang akan diambil oleh si lalat itu. Lalat diterbangkan menuju arah rumah paman Yara. Anak buah Lio yang mencatat beberapa pengawal yang harus mereka atasi. Dan langkah apa yang harus mereka ambil. Menggambar situasinya serta mencatat jalan masuk lokasi dengan cara menggambarkan denahnya.
.
.
__ADS_1
.
TBC