
JANGAN LUPA VOTE YANG BANYAK YA... LIKE DAN GIFT YANG BANYAK...
SUPAYA DITENGAH KERJAAN YANG BANYAK THOR SEMANGAT UPDATE, THANK YOU🙏🏻
***
Seminggu kemudian
Sebenarnya hari sabtu besok, saat dimana pesta akan dihelat, Indra berulang tahun, jadi Indra sengaja mengadakan pesta ulang tahunnya di Private Island milik paman Yara. Jadi sekali dayung dua tiga pulau terlampaui.
Ya membantu Rangga, ya bisa merayakan ulang tahunnya. Ayah Indra, dan beberapa kolega terdekatnya juga mengajak pengawal Saka, Rangga dan Lio, sebagai janjinya sama Alana yaitu membantu memasukkan Rangga cs.
Sebenarnya, Indra juga kepingin Alana hadir saat ultahnya. Apalagi orang tuanya sudah kepingin ia menikah. Kalau ada Alana dia ingin sekali mengakui kalau Alana lah calon istrinya. Indra ga pernah keberatan walau Alana sudah punya anak sekalipun. Tapi ia juga tahu Alana tidak menyukainya. Bahagia Alana hanya sama Saka. Mana tega ia menghancurkan kebahagiaan Alana. Jadilah Indra ngenes.
Tapi paling tidak saat membantu Rangga, ia jadi bisa dekat dengan Alana, meski dia tidak memiliki Alana entah kenapa dengan melihatnya dari jauh sudah membuatnya bahagia. Kapan Indra bisa move on kalau ia terus menerus berada di sekitaran Alana? Indra juga ga mau tahu kapan ia bisa move on sama Alana. Yang sekarang ia rasakan, ia sudah bahagia.
Dan sebagai kelanjutan acara penyelamatan anak Yara dan Rangga, Alana dan Saka juga ikut berangkat ke Singapura. Untuk mempermudah Saka memback up teman temannya itu. Entah kenapa, Saka tidak mau meninggalkan Alana, jadi Alana ikut bersama Saka dan tentunya mengajak Alend dan ART juga baby sitternya.
Ayah Langit juga tidak mau melewatkan kesempatan pergi bersama keluarga ke resort Saka yang ada di Singapura. Jadi ayah dan ibu juga ikut. Saka jadi heran, ini sebenernya misi penyelamatan apa liburan?
" Bby, ayah dan ibu mau ikut kalau Alend kita bawa." kata Alana sama Saka yang sore itu sudah bersantai di taman belakang. Ia memang hari ini sengaja mengosongkan jadwal sore ini. Siang hari setelah ada meeting di kantor dan menyelesaikan menandatangani dokumen dokumen, ia langsung pulang, karena besok ia berangkat bersama Alana ke Singapura.
__ADS_1
" Kita ini mau melakukan misi penyelamatan, kok malah kayak mau liburan?" tanya Saka yang sedikit keberatan.
" Jadi kamu gak mau kami ikut?" tanya ibu dengan suara tajam. Tiba tiba saja ayah dan ibu sudah ada di belakang Saka.
" Bukan gitu, bu! Inikan tujuannya biar kita bisa nyelametin anaknya Yara dan membantu Rangga. Bukan buat liburan." kata Saka membela diri.
" Dasar anak nakal, itukan resort keluarga, ibu sama ayah mau berlibur kan terserah juga. Lagian kami hanya ga mau Alend yang dibawa trus Genta ditinggal, kasihan Genta kan." kata ibu mengajukan argumennya.Rasa bersalah di benak Saka kembali timbul, menyangkut Genta membuat Saka cepat luluh dengan argumen yang disampaikan ibunya.
" Iya, Sak. Biar Genta nanti sama kakek dan neneknya, Ayah mau ajakin Genta jalan jalan. Kasihan Genta ga ada yang ajakin main dan liburan." kata Ayah Langit, menambah rasa bersalah dibenak Saka semakin tinggi, ia menoleh ke arah Alana.yang masih bermain dengan Alendra, Alana pun langsung menatap Saka kemudian mengangguk. Bukan hanya Saka yang dihinggapi rasa bersalah, Alana pun demikian. Ia merasa Genta sudah lama tidak mau bermanja dengannya dan daddynya. Merasa sudah dewasa diusianya yang baru balita, membuat Alana jadi sedih.
" Bby, ajak Genta ya, aku juga sering merasa bersalah. Ini sebabnya aku belum mau nambah anak. Karena aku takut, tidak bisa memberi kasih sayang yang utuh buat anak anak." kata Alana sendu.
" Kemana Genta?" tanya Saka sambil celingak celinguk.
Alendra yang ada di pangkuan Saka langsung menaiki tubuh Daddynya, karena Alend itu termasuk anak yang super aktif. Usia Alend memang masih jalan 7 bulan, tapi ia bukan hanya sekedar merangkak, tapi ia sudah dengan cerdas belajar berjalan. Dan saat ini ada daddynya yang sedang duduk yang dibuat eksperimen anaknya, bak pendaki gunung, Alendrabayu menaiki tubuh daddynya. Saka sampai kewalahan melihat tingkah anaknya yang aktif.
" Sak, nanti ayah akan coba bantu pake koneksi ayah di pemerintahan Singapura kalau kamu mau." kata Ayah Langit menawarkan bantuan.
" Ayah kenapa ga bilang dari kemarin sih. Tahu gitu Saka ga usah bergantung sama Indra." rajuk Saka dengan wajah ketus. Alendra masih setia mendaki tubuh daddynya, sekarang bahkan Alend sudah didudukan Saka di bahunya.
" Indra? Siapa?" tanya ayah Langit. Ayah memang belum tahu rencana yang dilakukan mereka. Ia hanya tahu kalau Saka dan Alana akan pergi ke Singapura dalam rangka menyelamatkan anak Rangga dan Yara. Tapi mengenai skema penyelamatannya ayah tidak tahu.
__ADS_1
"Dokter Indra, yah! Yang dulu ngobatin Saka pas Saka tidur ga mau bangun bangun gara gara ditinggal Alana." jelas ibu dengan senyum tertahan. Ia ingat kalau anaknya itu sudah bucin parah kalau sama Alana.
" Oh dokter tampan itu? Denger denger ia yang punya rumah sakit di Bandung itu kan?" kata kata ayah sukses membuat Saka makin sakit hati.
" Masih gantengan Saka kemana mana kali, Yahhh!!!" sergah Saka dengan nada tidak senang. Ia kesel, bisa bisanya Indra dikatakan tampan. Itu culun!!!
" Iya, yah. Indra itu kan naksir Alana." jelas ibu lagi. Ayah Langit kaget, lalu tertawa terbahak bahak.
" Bu, kok kayak ada bau bau cemburu ya ? Ibu bau juga ga?" goda ayah Langit sambil melirik wajah masam anak semata wayangnya.
" Ibu gak kaget, Yah!! Dasar laki laki posesif, lha wong Alananya aja ga pernah nanggepin orangnya kok kamu cemburu. " kata ibu sambil ngomel ngomel.
"Kamu tahu, ibu perhatikan Alana tambah cantik loh! Apalagi sejak ibu belikan skin care mahal dari korea. Wajahnya tambah mulus dan halus. Kayak artis dari turki, Alana kan ada turunan timur tengah. Wah habis ini, Alana pasti lebih banyak penggemarnya. Bayangin, yah.. kemarin Alana pergi ke mall sama ibu, ketemu cowo yang katanya mantan temen kuliahnya .. eh langsung minta no wa, dan ngajak ketemuan berdua, dipikir Alana masih single." kata kata ibu, bagaikan menyiram minyak ke api yang menyala nyala, ada hati yang terbakar sampai wajah Saka berubah merah padam.
Jujur ibu memang sedang menggoda Saka, supaya Saka kebakaran jenggot, sekalipun yang ibu ceritakan emang benar adanya tapi cerita yang komplit adalah Alana menolak permintaan teman cowonya yang mengajak ketemuan berdua. Dan Alana juga sudah menjelaskan kalau dirinya sudah menikah dan memiliki anak. Tapi bagian yang itu, emang tidak ibu ceritakan dengan tujuan agar Saka lebih panas panas membara. Ibunya hanya tertawa dalam hati melihat ekspresi Saka yang tampak ingin meledak. Ya Allah, Saka .. Sakaa!!
.
.
.
__ADS_1
TBC