Menjadi Istri Kedua Sahabatku

Menjadi Istri Kedua Sahabatku
Episode 4. Panggilan Sayang (part 1)


__ADS_3

“Yara, aku punya tiga syarat, yang harus kalian penuhi. Baru aku akan menikah dengan


Saka.” Kata Alana sambil menunjukkan 3 jarinya.


“Apa itu Al? Mudah mudah tidak berat sehingga aku bisa memenuhinya.” Tanya Yara antusias.


“Yang pertama, aku tidak ingin serumah dengan kalian. Silahkan kalian pikirkan


caranya. Seperti yang kukatakan tadi, aku tidak bisa berbagi. Dan aku ingin


Genta tidak kaget dan bingung dengan kenyataan kalau ayah tirinya juga memiliki


istri lain selain ibunya.” Kata Alana


“Oke! Apakah aku perlu cerai dengan mas Rendra?” potong Yara cepat.


“Kamu gila!!


Kamu tu istrinya ! Kok malah kepingin cerai sama Saka sih?” bentak Alana tidak


sabar dengan kelakuan Yara yang menurutnya aneh.


“Ya aku takut kalau kamu cemburu.. atau nanti kamu sulit untuk membuat Genta mengerti. ”


lanjut Yara dengan gugup, takut Alana akan menangguhkan keputusannya untuk


menikah dengan mas Rendranya.


“Aku kan istri keduanya Yaraaaaa… Sudah, aku gak mau kamu bercerai dari Saka, tapi aku


mau tinggal pisah rumah dengan kalian, termasuk aku juga tidak ingin tinggal


bersama ayah dan ibu.” Sergah Alana kesal.


“Baiklah, aku akan bicarakan dengan mas Rendra. Lalu syarat lainnya apa? “


“Aku ingin tetap bekerja, sedangkan untuk syarat ke tiga aku belum terpikirkan.” Sahut


Alana cepat.


“Kamu akan bekerja tapi di kantor mas Rendra menggantikan aku, Al… Ada pekerjaan yang


tidak bisa kutinggal tapi aku harus, kesehatanku membuat itu tidak mungkin bagi


aku untuk bekerja. Apakah ini masih bisa diterima? Yang penting kan kamu masih


tetap bekerja.” Rayu Yara lagi, kayaknya Yara lebih tepat menjadi seorang


marketing atau negosiator, karena hampir semua keinginannya bisa tercapai, dan


Alana pun memenuhi tanpa banyak perdebatan.


“Baiklah..” kata Alana sambil mengangguk lesu.


“Jadi, sekarang sudah bisa memanggil penghulu kan? Mas Rendra sebentar lagi datang dan


membawa penghulu itu. Hari ini kamu bawa mas Rendra dan layani sebaik baiknya.


Pergilah ke penthouse di hotel milik mas Rendra, disana sudah aku siapkan kamar


pengantin. Untuk hari ini biarlah Genta kami atau mamamu yang mengurus, aku


juga sudah bilang sama mama.” Jelas Yara dengan semangat.


“Yaraaa…kamu, bahkan sudah ngomong sama mama?”


“Iya.” Jawab Yara singkat. Bahkan Yara sudah siap semuanya, kalau penyakitnya ini akan

__ADS_1


membawa kematian untuknya, paling tidak dia sudah mempersiapkan calon istri


yang baik untuk mas Rendra nya.


Yara rela kalau dia harus berpulang ke rahmatullah, dan meninggalkan suaminya, asal


suaminya ada di tangan yang tepat dan ada orang yang mengurus kehidupan


suaminya bahkan memberi keturunan seperti yang mas Rendra dan dirinya selalu


idam idamkan.


“Lalu dimana aku akan bertemu dengan penghulu? Dirumah? “ tanya Alana lagi. Dia merasa semua


orang sudah tahu rencana pernikahannya dengan Saka dan hanya dirinya sebagai


mempelai wanitanya malah baru tahu kenyataan ini. Miris bukan?


“Nope… disini … sekarang!!!” lanjut Yara santai. Sepertinya Yara sudah mempersiapkan


semuanya.


Alana hanya bisa memejamkan matanya dan memijit keningnya yang tidak pusing, berharap apa


yang saat ini dia alami hanya sebuah mimpi dan ketika dia terbangun dia bisa


menertawakannya, sebab ia sudah ketakutan tanpa alasan.


Tapi ini bukan mimpi, karena sejurus kemudian, pintu terbuka dan semua orang berhamburan


masuk termasuk seseorang yang sangat asing, mungkin itulah penghulu yang


dijanjikan datang untuk melaksanakan pernikahan antara dirinya dan Saka.


‘Ya Allahhhh…. Jauhkanlah hamba dari cobaan yang tidak dapat hamba tanggung.’ Doa


*****


Setelah prosesi yang begitu cepat di kamar rawat inap VVIP Yara, sekarang hanya tinggal


Alana dan Saka didalam mobil, karena Yara memaksa mereka untuk pergi ke kamar


penthouse yang digadang Yara sebagai kamar pengantin yang dipersiapkan oleh


keluarga Saka. Canggung? Jelas!! Status tadi pagi dan sore ini sudah berbeda. Tadi


pagi dirinya masih seorang janda muda beranak satu. Sore ini Alana adalah


seorang istri kedua dari Pewaris tunggal Perdana Hutama, Narendra Sakabumi.


“La, maafkan aku. Aku menyeretmu dalam kebingungan. Aku yakin saat kamu mengerti nanti, kamu


akan tahu kenapa kami melakukan ini.” Kata Saka sambil menekan kegugupannya.


“Sak, aku mau nanya sama kamu ya, Apa kamu akan meminta hakmu sekarang? “tanya Alana


dengan jelas. Dia bingung harus apa. Dia terbiasa berbicara apa adanya.


“Kalau kamu mau dan siap, aku tidak akan menundanya.” Jawab Saka tegas.


“Apakah kamu mencintaiku?” tanya Alana lagi.


“Aku menyayangi kalian, kamu dan Genta. “ jawab Saka lagi tanpa beban.


“Kenapa kamu memilihku?” tanya Alana tidak mengerti.


“Karena aku nyaman dengan kamu.” Jawab Saka santai dan yakin.

__ADS_1


“Apakah kamu akan mengatakan pada semua orang bahwa kita menikah?” tanya Alana lagi, jujur


Alana tidak mengerti harus bagaimana. Dia takut akan fitnahan orang, karena dia


seorang janda. Dia tidak mau kalau akhirnya fitnah itu akan membuat Genta juga


ikut kena getahnya.


“Iya, asal kamu tidak keberatan dengan statusmu.” Jawab Saka lagi tanpa beban.


“Kayaknya hanya aku yang bingung ya? Kalian menghadapi ini dengan santai, seolah hal ini


sudah biasa kalian lakukan.” Dengus Alana sebal. Alana merasa hanya dirinya


yang gugup, yang bingung, yang takut menghadapi +62 netijen yang maha benar.


“Sebenarnya aku baru ini melakukan poligami, baru kamu yang menjadi istriku selain Yara,


istriku yang pertama. Jadi ya baru kali ini melakukan pernikahan lagi. Jadi hal


ini jugamerupakan hal yang tidak biasa aku lakukan.” Jawab Saka santai.


“Oh jadi kira kira kamu akan berpoligami lagi?” sungut Alana kesal dengan jawaban Saka,


yang sekarang sudah menjadi suami sahnya.


“Kayaknya engga… cukup sulit untuk berbuat adil, sebenernya aku tipe suami yang setia. “


jawab Saka dengan intonasi menggantung, entah apa yang sedang Saka pikirkan.


“Suami setia yang berpoligami? Judul novel, Bang?” tanya Alana dengan nada mengejek.


“Suami setia yang menikahi janda kembang… mungkin itu lebih tepat!” sahut Saka dengan senyum


khasnya, ia ingin menggoda istri barunya, mengikis canggung karena perubahan


status antara keduanya.


“Ohhh jadi selain setia, sekarang juga perayu?’ ejek Alana lagi… Alana memang paling


pandai bersilat lidah, dan Saka tahu persis itu. Itulah sebabnya ketika Yara


mengajukan calon istri keduanya adalah Alana, Saka tidak menolak, karena Saka


tahu persis bagaimana menaklukkan seorang Alana dan begitupun sebaliknya.


“Emang kamu merasa kalau Alana Mahen adalah janda kembang?” tanya Saka dengan menaikkan


satu alisnya, dan menatap dengan pandangan meremehkan.


“Oke terserah kamulah! Nyatanya kamu mau aja disuruh nikah sama janda yang tidak kembang!”


sahut Alana sarkas  sambil memanyunkan


bibirnya. Saka hanya melirik dari sudut matanya, melihat istri barunya menjadi


tampak begitu menggemaskan. Seperti dia melihat Genta, yang kini statusnya


adalah anak tirinya.


.


.


.


TBC

__ADS_1


__ADS_2