Menjadi Istri Kedua Sahabatku

Menjadi Istri Kedua Sahabatku
Episode 3. Tiga Syarat


__ADS_3

Itulah sebabnya Yara memilih Alana sebagai istri siri Saka dan ,menjadi rahim


pengganti sehingga Saka bisa memiliki keturunan melalui Alana. Yara rela dimadu


oleh Saka karena dia sangat menyadari kekurangannya dan penyakit  yang dia sembunyikan dari Alana.


“Al, kamu kan sudah tahu kalau aku tidak bisa memberikan mas Rendra keturunan. Aku mohon,


biarlah dia memiliki keturunan dari rahimmu. Agar aku juga bisa membantu mas


Rendra menimang anaknya. Dan lagi Genta tidak akan kekurangan kasih sayang dari


ayahnya. Karena Saka bisa memberikan kasih sayang kepada Genta.” Bujuk Yara


lagi.


“Jadi aku ini hanya seorang rahim pengganti? Lalu kalau ternyata Saka atau mas Rendra mu


lebih memilih aku atau lebih menyayangiku apa kamu tidak iri atau cemburu? “


tanya Alana dengan senyum mengejek.


“Sudahlah Yara… aku tidak bisa melakukan itu. Kalau aku punya suami … jelas aku ingin


memilikinya sendiri! Genta tidak akan kekurangan kasih sayang dari seorang


ayah, dia masih punya kakek.” Lanjut Alana dengan nada lelah, dia kasihan


melihat Yara yang sedang sakit, pucat dan lemas. Tapi dia juga tidak mau kalah


argument dengan Yara. Dia tidak bisa di duakan, Alana juga yakin kalau Yara


juga begitu.


“Al, aku mohon. Cepat atau lambat, mas Rendra akan mencari istri lagi. Aku justru gak


mau kalau dia mendapat istri yang tidak solehah, yang gak baik.” Rayu Yara


lagi, dia gigih harus mendapatkan Alana. Alana harus jadi istri kedua mas


Rendranya.


“Aku bukan orang baik, Yar! Aku juga bukan orang yang solehah. “ potong Alana cepat,


mengingat sholatnya pun bolong bolong, dan dia bukan muslim yang baik.


“Maksudku, kamulah yang terbaik untuk mas Rendra. Kamu mengerti dia, bisa menasehati dia,


bukan karena ingin hartanya, tapi karena kamu ingin yang terbaik untuk mas


Rendra. Aku akan menuruti semua syarat yang kamu ajukan. Bahkan kalau kamu


ingin aku bercerai dari mas Rendra supaya kamu bisa memiliki dia seutuhnya, aku


pun setuju. Asal kamu yang menjadi istri mas Rendra dan bukan wanita lain yang


tidak kukenal. Dan aku juga hanya ingin membantu menimang anak mas Rendra,


walau bukan dari rahimku sendiri.” Sahut Yara dengan kekuatan yang dia miliki,


dia merentet semua yang ada di pikirannya dan berakhir dengan nafasnya menjadi


tersengal sengal, membuat Alana menjadi khawatir. Alana tidak benar benar marah


dengan Yara, dia cuman jengkel karena permintaannya tidak masuk akal. Masa ada

__ADS_1


seorang wanita yang ingin dan rela dimadu. Malah mencarikan istri buat


suaminya. Alana menggeleng gelengkan kepalanya dengan cepat. Dia ingin mengusir


halu yang saat ini ada di kepalanya.


Dia berharap apa yang harus dia hadapi saat ini adalah mimpi. Seorang wanita cantik yang


kekeuh memaksa dia untuk menikahi suaminya.


“Yara, kenapa harus aku? Aku ini janda, aku ini punya anak, aku ini gak cantik,


pastinya gak secantik kamu. Aku seumuran dengan Saka, mas Rendramu. Masa kamu


mencari madu untuk suamimu kok lebih tua dari istrinya, lebih jelek dari


istrinya. Kamu bener bener sudah gak waras. Kalian berdua sama saja…” keluh


Alana lemah.


“Karena kamu adalah Alana, wanita kuat yang bisa mendampingi suamiku. Wanita tegar yang


teruji oleh banyak masalah. Justru karena kamu janda, maka mas Rendra ingin


menaikkan derajatmu, ingin melindungimu dari cowo cowo gak bener di luar sana.


Melindungi Genta, supaya dia memiliki kasih sayang seorang ayah. Kamu bukan


wanita penggoda seperti cewe cewe diluar sana, yang akan silau melihat harta


suamiku. Dan aku suka karena kamu adalah sahabatku, saudaraku. Aku yakin kamu


tidak akan memanfaatkan kelemahanku atau menghinaku , yang tidak bisa memberi


kebahagiaan keluarga yang utuh untuk mas Rendra. “ jelas Yara lagi, kali ini


tidak tega. Alana membuang pandangan wajahnya keluar jendela. Alana tahu


sebentar lagi dia juga akan menangis, matanya sudah panas dan hidungnya sudah


memerah.


Alana benar benar diperhadapkan ada dilemma, kalau diterima berarti dia harus mempersiapkan


diri untuk hamil dengan Saka. Kalau tidak diterima, dia didesak terus, ini akan


lebih sulit baginya untuk bergerak bebas. Dia tahu Yara sangat gigih. Entah apa


yang ada dipikiran wanita itu, rela dimadu seperti ini. Ya Allah.. cobaan


apakah ini?, batin Alana sambil menghela nafasnya yang dirasakan kian berat.


“Baiklah…” jawab Alana lemas. Energinya untuk menolak sudah terkuras habis.


“Baguslah!!” ada sinar bahagia di wajah Yara yang pucat. Alana hanya tersenyum lemah.


“Sehatkan badanmu dulu..” lanjut Alana, melihat semangat 45 di wajah ayu nya yang pucat.


“Tidak, harus diselesaikan sekarang, aku akan memanggil penghulu yang sudah kuhubungi


kemarin.” Kata Yara dengan senyum bahagia yang menghiasi wajahnya yang cantik.


“Bagaimana kamu tahu kalau aku bakal setuju? Bagaimana kamu bisa menghubungi penghulu?


Ayahku sedang sakit di rumah dan dia tidak akan bisa menghadapi ini.” Bantah

__ADS_1


Alana kaget. Dia tidak menyangka kalau Yara sudah mempersiapkan segalanya.


“Aku tahu


kamu bakal setuju. Ini seperti feeling seorang istri pertama.” Sahutnya santai,


membuat Alana jadi tambah jengkel, ternyata dia dipermainkan oleh sahabatnya


ini.


“ Yaraaaaa…. Kamu kamu..” seru Alana kehabisan kata kata. Dia mau mengumpat, gak tega karena


Yara emang terlihat sakit dan pucat.


“Baiklah, aku mau menyuruh mereka semua masuk dan menjadi saksi. Penghulu hari ini juga


akan datang. Aku hanya ingin kamu sah sebagai istri mas Rendra hari ini.” Entah


karena terlalu bahagia, atau emosi yang berlebihan membuat Yara seperti


tersengal sengal.


Alana hanya bisa menekan emosinya melihat kebahagiaan Yara, raut wajahnya begitu bahagia.


“Aku sudah menghubungi mas Rendra untuk mempersiapkan segalanya. Sebentar lagi mereka akan


masuk.” Kata Yara setelah mengetikkan pesan di layar ponselnya.


Alana hanya bisa mengelus dada saja melihat kelakuan Yara. Dia masih belum bisa berfikir


jernih melihat kejadian kejadian yang menimpa dirinya itu rentetannya begitu cepat.


 “Yara, aku punya tiga syarat, yang harus kalian penuhi. Baru aku akan menikah dengan Saka.” Kata Alana sambil


menunjukkan 3 jarinya.


“Apa itu Al? Mudah mudahan tidak berat sehingga aku bisa memenuhinya.” Tanya Yara antusias.


“Yang pertama, aku tidak ingin serumah dengan kalian. Silahkan kalian pikirkan


caranya. Seperti yang kukatakan tadi, aku tidak bisa berbagi. Dan aku ingin


Genta tidak kaget dan bingung dengan kenyataan kalau ayah tirinya juga memiliki


istri lain selain ibunya.” Kata Alana


“Oke! Apakah aku perlu cerai dengan mas Rendra?” potong Yara cepat.


“Kamu gila!! Kamu tu istrinya ! Kok malah kepingin cerai sama Saka sih?” bentak Alana tidak


sabar dengan kelakuan Yara yang menurutnya aneh.


“Ya aku takut kalau kamu cemburu.. atau nanti kamu sulit untuk membuat Genta mengerti.”


lanjut Yara dengan gugup, takut Alana akan menangguhkan keputusannya untuk


menikah dengan mas Rendranya.


“Aku kan istri keduanya Yaraaaaa… Sudah, aku gak mau kamu bercerai dari Saka, tapi aku mau tinggal pisah rumah dengan kalian, termasuk aku juga tidak ingin tinggal bersama ayah dan ibu.” sergah Alana kesal.


.


.


.

__ADS_1


TBC


__ADS_2