Menjadi Istri Kedua Sahabatku

Menjadi Istri Kedua Sahabatku
131. Terungkap 2


__ADS_3

JANGAN LUPA VOTE YANG BANYAK YA... LIKE DAN GIFT YANG BANYAK...


SUPAYA DITENGAH KERJAAN YANG BANYAK THOR SEMANGAT UPDATE, THANK YOU🙏🏻


" Bibi akan bercerita saat semua acara pengajian untuk Yara selesai. Bibi ingin bertemu dengan Rangga, Alana , dan orang tuamu. Setidaknya bibi ingin meminta maaf atas apa yang sudah terjadi kemarin kemarin." kata bibi masih setia menatap taman belakang. Entah apa yang ia pandangi sehingga ia bahkan tidak memandang Saka saat berbicara dengan Saka. Bibi bukannya tidak tahu dengan apa yang terjadi kemarin, bibi hanya lelah, hanya tidak ingin lagi mengurus dendam suaminya yang berakibat semuanya hancur.


" Bi?"


" Ren, bibi akan kekamar dulu. Bibi mau sholat dulu ya. Bibi ingin menenangkan diri dengan sholat. Oh ya, terimakasih karena kalian masih mau menerima dan menampung bibi disini." ujarnya dengan nada lembut, kini sambil memandang menantunya dengan sendu. Ia segera beranjak ke kamar tamu yang sudah selama 7 hari ini ia tempati. Ia tidak lagi memikirkan suaminya yang memghilang entah kemana. Atau sebenarnya bibi tahu dimana suaminya tapi ia sudah tidak mau lagi menjadi tameng pak Raharja yang masih mengagungkan sakit hatinya dan mengorbankan orang orang yang ada di sekelilingnya.


Saka hanya diam dan merespon ucapan bibinya dengan menganggukkan kepalanya. Malam ini, semua rahasia yang melingkupi kematian Yara akan terungkap, batin Saka merasa lega.


Setelah ini, Ia harus mengumpulkan orang orang yang dimaksud bibi Yara. Supaya permasalahannya segera terang benderang dan ia tidak lagi meraba raba dalam gelap.


***

__ADS_1


Jam 9 tepat, acara pengajian pun usai sudah. Seluruh keluarga yang tadi diminta bibi untuk ikut serta berbincang, sudah diberitahu oleh Saka. Saka pun tak sabar menanti bibi untuk mengungkapkan rahasia paman Yara yang masih tersimpan.


" Malam semua, saya Tanti Haryanti, selaku bibi Yara, mohon maaf sebesar besarmya kepada semua yang ada disini. Pak Raharja atau yang sering dikenal sebagai paman Yara sudah berbuat bodoh karena dendam yang mungkin sampai saat ini masih ada dihatinya, yang akhirnya malah membuat keluarga Langit Perdana pada khususnya terseret permasalahan keluarga kami. Saya pribadi memohon maaf atas nama pak Raharja kepada keluarga Perdana dan juga Alana yang malah jadi kambing hitam dari paman Yara." bibi menjeda ucapannya dan menghela nafasnya yang terasa berat. Ayah hanya mengangguk angguk kharismatik, tidak berkata apa apa. Ia masih ga ngerti korelasinya. Tapi mereka semua hanya diam tanpa pertanyaan dan membiarkan bibi Yara bercetita terlebih dahulu.


" Saya juga meminta maaf mewakili paman Yara untuk kamu nak Rangga. Paman Yara masih belum bisa move on dari Arjani, yang adalah ibumu, sehingga ia tidak mau kalian, kamu dan Yara menikah. Karena ia masih menaruh harapan bahwa suatu saat nanti ia bisa kembali mengejar cinta masa mudanya." suara bibi semakin lirih dan air matanya sudah timbul dipelupuk matanya.


Perkataan bibi yang ini membuat semuanya menahan nafasnya dan berteriak kaget. Ya Allah, apa yang akan paman Yara lakukan ? Menyakiti istri sebaik bibi dan ingin kembali mengejar cinta masa mudanya. Sesuatu yang tidak masuk akal. Karena semuanya sudah memiliki kehidupannya masing masing.


Rangga mendesah lagi. Ia baru tahu kisah cintanya mungkin merupakan lanjutan dari kisah cinta ibunya dan pak Raharja yang tidak kesampaian. Apa ini yang disebut karma? Tidak!! Bukan!!


" Bibi dan paman hanya menjalani kisah cinta yang sama rumitnya. Hari dimana Yara meninggal membuat bibi menyerah dengan paman Yara. Bibi mengambil keputusan untuk bercerai saja dari paman Yara. Ia tidak pernah memandang bibi. Selama puluhan tahun pernikahan kami, pamanmu memang tidak pernah sekalipun mencintai bibi sekeras apapun bibi berusaha. Pernikahan kami adalah sebuah kesalahan, paman menodai bibi saat pamanmu mabuk berat, lalu ia merasa memiliki tanggung jawab untuk menikahi bibi. Tapi selama puluhan tahun, ia hanya menyentuh bibi saat dia mabuk dan saat melakukan hubungan dengan bibi yang dia ingat hanya Arjani." jeritan kaget dari Alana dan ibu mendominasi, membuat cerita bibi kembali terjeda.


" Rendra, tugas bibi sudah selesai. Dulu bibi adalah pengasuh Ivara yang diberi mandat oleh orang tua Ivara langsung. Ivara sudah seperti anakku sendiri. Sekarang saat Ivara sudah tidak ada, aku sudah tidak ada ikatan apa apa. Bibi sangat berterimakasih saat Ivara disini, ia diperlakukan sangat baik oleh keluarga ini. " lanjut bibi sambil menundukkan kepalanya memberi hormat kepada ayah Langit dan ibu Irsyana yang langsung maju untuk memeluk tubuh bibi Tanti.


" Jeng, jangan begitu. Saya gak merasa kalau Yara itu orang lain. Yara dan Alana adalah anak anak perempuan kesayanganku. Maafkan ibu kalau selama ini mungkin dianggap ga bener atau kurang adil sama Yara dan Alana." jawab ibu Irsyana dengan nada sendu.

__ADS_1


" Benar, bu. Saya juga minta maap karena belum bisa menjadi orang tua yang baik bagi Yara. Menjadi sosok ayah pengganti buat Yara." kata ayah dengan lirih. Ia sedih dengan kenyataan yang ada. Ternyata Yara menyimpan begitu banyak kesedihan dibalik tubuhnya yang ramping dan wajahnya yang cantik. Bibi Tanti hanya mengangguk anggukan kepalanya, ia masih menangisi kepergian Yara. Sekalipun ia juga sudah siap dengan kenyataan kalau Yara dipanggil yang kuasa karena penyakitnya yang sudah parah.


" Alana, bibi minta maaf sama kamu kalau paman suka menyakiti kamu dengan perkataannya. Dengan perbuatannya dan dengan pikirannya yang picik. Ia benar benar mencintai Ivara, ia merasa Ivara adalah anaknya sendiri. Ia merasa sakit saat Rendra memilih mengiyakan permintaan Ivara untuk memiliki madu yaitu kamu. Padahal bibi juga tahu kalau kamu anak yang baik, kamu tidak pernah sedikitpun membuat Rendra mengabaikan Ivara, bahkan pada saat kamu hamil dan membutuhkan perhatian, malah Rendra lebih sering menemani Ivara di Penang. Bibi mohon kamu ga sakit hati dengan perlakuan paman kamu. " kata bibi lagi. Seakan bibi ini mengumpulkan semua orang hanya untuk meminta maaf atas perlakuan paman yang mungkin tidak berkenan.


" Bibi jangan ngomong kayak gitu. Meski awalnya Lana ga mau dijadikan madunya Yara, tapi karena Lana juga punya kewajiban untuk membalas budi kepada ayah dan ibu, maka Lana rela menjadi rahim pengganti dan merelakan untuk mengiyakan keinginan mereka agar Saka, eh Rendra bisa mendapatkan keturunan dari darah dagingnya sendiri." kata Alana sambil masih mengusap air matanya, ia sedih karena bibi kayak kepingin berpisah jauh dari mereka. Sudah Yara meninggal, sekarang bibi juga mau pergi. Bibi hanya melambaikan tangannya saja tanda ia mengerti.


" Rendra, terimakasih atas perhatian kamu selama ini kepada Ivara, bibi bahagia disaat terakhirnya Ivara masih diberi kebahagiaan yang walau mungkin hanya sedikit, yaitu bertemu orang orang seperti kalian, Rendra dan Alana." kata bibi sambil menatap Saka yang hanya diam saja, Saka merasa hal itu tidak butuh diberi kata terimakasih. Yara adalah istrinya. Dan dia wajib membahagiakan istrinya, walau sebenarnya kebahagiaannya tidak sempurna. Bibi mengalihkan perhatiannya kepada Rangga yang sedari tadi hanya diam saja. Bibi mendekati Rangga dan mengusao wajahnya dengan sayang.


" Maaf, nak! Karena dendam dan cinta, kalian menjadi korban. Ada satu rahasia besar yang perlu kamu tahu, bahwa buah hatimu bersama Ivara tidak meninggal. Dia hidup dan dirawat oleh pak Raharja disebuah tempat dan dijaga oleh pengasuh bayi serta beberapa pengawal di Singapura. Bibi memang tidak tahu lokasi tepatnya. Bibi kebetulan tahu karena mendengar saat paman ditelepon pengasuh bayi itu pas anak itu sakit. Carilah anak itu! Itu adalah anakmu dan Ivara. Bibi akan berusaha membantu kamu, Rangga! Setidaknya, kamu akan bisa bersama anak kamu. " kata kata bibi bak petir disiang bolong. Saka, Alana, kedua orang tua Saka, tak terkecuali Rangga berteriak kaget bersamaan.


" APAAAA??"


.


.

__ADS_1


.


TBC


__ADS_2