Menjadi Istri Kedua Sahabatku

Menjadi Istri Kedua Sahabatku
Extrapart 4.


__ADS_3

JANGAN LUPA VOTE YANG BANYAK YA... LIKE DAN GIFT YANG BANYAK...


SUPAYA DITENGAH KERJAAN YANG BANYAK THOR SEMANGAT UPDATE, THANK YOU🙏🏻


***


"No problem, maafkan saya juga, saya ga bermaksud untuk menekankan usia anda sudah tua eh maksud saya lebih senior dari saya." balas gadis itu dengan nada tenang.


"Baiklah bisa kita lanjutkan saja acara makan ini? Soalnya setelah itu saya mau pulang." kata Indra dengan nada sebal, karena gadis itu masih saja membahas kalau dirinya sudah tua. Padahal wajahnya masih terlihat tampan dan berkarisma, ia bukannya gak bisa cari pacar tapi karena ia belum mau saja, seandainya Alana belum bersama Saka tentu hal itu menjadi sangat mudah.


"Maaf, kedatangan saya kesini emang mau membahas masalah perjodohan kita. Sebenarnya saya juga tahu kalau ini acara kencan buta, tapi saya juga tahu kalau ujung ujungnya pasti ada perjodohan. Saya belum mau menikah karena saya masih belum lulus kuliah. dan belum memiliki pekerjaan. Tapi masalahnya ini menyangkut masalah hidup dan mati."kata gadis itu sambil menyodorkan sebuah surat. Yang begitu dibuka oleh Indra, ia terkejut, itu adalah surat surat pribadi dari gadis itu.


"Katakan lah saya adalah orang yang impulsif, tapi saya hanya ingin terbebas dari kencan buta yang keberapa sampai saya sendiri sudah lupa, mari kita menikah hanya sebagai status saja, saya gak akan mengganggu kamu dan kamu juga boleh melanjutkan dengan cita cita kamu or whatever it is." lanjut gadis itu sambil menyandarkan bahunya ke kursi resto itu. Sejujurnya ia tampak lelah, mungkin bukan hanya sekali ini ia diwajibkan untuk melakukan kencan buta dan dijodoh jodohkan dengan anak anak sahabat papa or mamanya. Indra juga gak tahu silsilahnya. Sedangkan Indra pun juga mengalami hal yang sama, jadi kayaknya wajar kalau gadis itu merasa lelah.


"Saya mengerti perasaan kamu, saya juga begitu, saya juga sering disuruh suruh kencan buta dan di jodoh jodohkan dengan anak si A lah anak si B deh, pokoknya banyak deh, saya sampai sudah gak inget dengan kencan buta saya yang pertama kali namanya siapa, saking banyaknya yang dikenalin." kata Indra yang juga mengungkap uneg unegnya.


"Lha kalau anda sih mungkin sudah sewajarnya karena anda kan emang sudah tu.. ehm maksud saya sudah   senior, ya senior! Sedangkan saya masih berusia 22 tahun Desember ini, masih panjang banget. " kata gadis itu salah tingkah, karena lagi lagi ia membahas hal yang bagi Indra sensitif, ia dikatain TUA oh my God!!!


"Ehm, saya laki laki, jadi bagi saya, insting alami saya adalah mengejar bukannya dijodohkan macam seperti ini. " kata Indra sarkas.

__ADS_1


"Iya itu! Saya bosan, biarlah anda jadi pasangan kencan buta yang terakhir. Gimana?" kata gadis itu dengan santai.


"Tunggu kok kamu bilang kalau ini ada hubungannya dengan masalah hidup dan mati, apakah orang tua kamu sakit keras sehingga kamu harus menikah cepat supaya bisa membahagiakan orang tua kamu dulu sebelum orang tua kamu meninggal mungkin?" tanya Indra dengan nada sendu, ia bisa menyadari kalau yang paling penting adalah bisa memberi kebahagiaan buat orang tua di akhir masa hidupnya. Betapa berbaktinya gadis ini. Tapi sungguh di luar dugaan gadis itu malah menatap Indra dengan pandangan sinis.


"Kamu doain calon mertua kamu cepet mati? Kamu itu terlalu banyak nonton drama drama Korea dan terlalu banyak nge halu, pasti kamu suka baca novel novel roman yang alay dan picisan kan?" tanya gadis itu dengan tatapan yang tajam dan marah.


"Loh kamu tadikan yang bilang kalau ini ada hubungannya dengan hidup dan mati?" kata Indra dengan tidak mengerti, ia hanya berusaha merangkaikan potongan potongan gambar yang berserakan menjadi satu gambar yang utuh, bukannya bermaksud menghina atau mendoakan yang tidak tidak.


"Maksudnya akau bakal mati muda kalau aku terus menerus menjalani kencan kencan unfaedah seperti ini, saya pikir seorang dokter itu punya kecerdasaan diatas rata rata, apa jangan jangan kamu lulusnya nyogok ya?" tanya gadis itu dengan nada ketus, ia marah dengan Indra karena mendoakan orang tuanya yang sehat wal afiat, sakit keras.


"Ya ampun, saya minta maaf, bukan bermaksud mendoakan yang tidak tidak, tapi.." perkataan Indra terinterupsi dengan adanya panggilan telepon yang diterima oleh gadis itu.


"Ya ma, Feaa udah nyampe kok. " kata gadis itu dengan nada ramah dan sopan, bahkan sekalipun bukan panggilan video gadis itu tersenyum sehingga pipinya yang rupanya memiliki lesung pippit menjadi tambah manis.


"..."


"Iya, nanti Feaa tanyain dokter Indra ini ya. Walaikumsalammmm" gadis itu langsung menutup teleponnya sambil menghembuskan nafas lega.


" Jadi gimana?" tanya gadis itu lagi, kali ini ia memandang wajah Indra yang melamun, tampan sih, tapi kelihatan arogan,tapi paling tidak yang ini lebih mending daripada beberapa anak kenalan mama dan papa yang rata rata ajaib dan menjengkelkan, pikir gadis itu sambil merotasikan bola matanya kesal. Ia kesal karena harus terjebak dalam perjodohan dan ia ingin berhenti.

__ADS_1


" Gimana apanya?" tanya Indra bingung.


" Ya itu, mengenai tawaran aku menikah. " kata gadis itu.


" Ehm maaf namamu siapa tadi,sebenernya papa udah ngomong tapi aku lupa." kata Indra gak enak sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


" Safeea Rahmad. Panggilan Fea Usia 22 th. Status mahasisiwi skripsi jurusan manajemen informatika." kata Safeea sambil mengulurkan tangannya untuk menjabat tangan Indra tanda perkenalan.


" Maaf Fea, aku ga tertarik." kata Indra sambil mengulas senyum tapi tatapan matanya tetep datar.


" Baiklah! Aku bukan tukang paksa. Kalau kamu gak mau juga ga apa! Aku harus segera pulang. Selamat malam." kata Fea sambil beranjak keluar dari resto X, dan jangan harap kalau Indra bakal mencegah Fea untuk pergi karena itu gak mungkin terjadi. Indra hanya tersenyum sinis melihat kepergian gadis itu.


" Maaf, aku tidak tertarik untuk menikah tanpa cinta. Ini bukan kisah novel. Aku butuh dicintai dan mencintai. " gunamnya lirih sambil menghabiskan makanan yang tersedia dia depannya. Untung gadis itu belum pesan apa apa. Kalau dia pergi kemudian makanannya ditinggal,yang bayar siapa hayo, pikir Indra perhitungan.


Sedangkan di luar resto, Safeea hanya merenungi nasib, oh Tuhan akan sampai kapankah aku begini. Dari anak teman mama yang satu ke anak teman papa yang lain. Kadang ia bosan dijodoh jodohkan. Pikirnya dengan mengajak om om itu menikah ia akan bisa mendapat kelegaan, paling tidak ia gak harus mendatangi kencan kencan buta unfaedah macam ini.


.


.

__ADS_1


TBC


__ADS_2