Menjadi Istri Kedua Sahabatku

Menjadi Istri Kedua Sahabatku
Extrapart 17.


__ADS_3

Saka terlalu kesal hari ini. Dikantor ia hanya diam dan melamun menerawang jauh. Moodnya jungkir balik saat Alana meminta ijin untuk berbicara dari hati ke hati dengan Indra.Walau yah akhirnya emang tidak ada tindakan yang melebihi apa yang di prediksi oleh Saka, tapi tetep saja Saka ga suka.


Baginya Indra itu ga bisa dibaikin. Indra harus dikasih ketegasan. Tapi Alana tidak mau mematahkan hati Indra dengan kasar. Ia sudah menolak Indra, dan Saka juga tahu itu tapi Alana melakukannya dengan halus. Saka maunya Indra itu nyadar Alana adalah miliknya dan ia ga mau kalau Indra menganggu miliknya. Ia gak rela.


Saka lagi memutar otak apa yang harus dilakukannya dengan Indra. Ia memiliki ide, jangan lupa kalau Saka itu memiliki kecerdasan yang luar biasa, ia bisa menilai lebih dalam kalau Indra itu masih sangat mencintai Alana.


Untuk itu Saka harus menemukan jodoh untuk Indra,dengar dengar kalau Indra itu dijodoh jodohkan oleh anak teman papanya. Tapi kok perkembangannya mandek kayak gini ya? Berarti ada yang salah dengan perjodohan itu. Ia harus bisa mengetahu dan menyelidiki semuanya. Saat ini ia dibantu oleh Alex dan Pram, karena Lio sedang menyusun acara pernikahannya bersama calon istrinya.


" Aku akan ke tempat papa Indra. Aku mesti cari tahu sendiri apa yang terjadi. Biar Alex dan Pram yang akan mengurus kantor. " gunam Saka lirih sambil mengambil jasnya ia keluar dari kantor dan meminta Lita sebagai sekretaris yang ada di kantornya untuk mengubah jadwalnya hari ini menjadi besok pagi karena ia tidak akan balik ke kantor.


Saat mobil Saka sampai di kantor papa Indra, Saka langsung bergegas menemui papa Indra.Ia ga sabar menantikan apa yang ingin dibicarakan papa Indra seprti saat Saka meneleponnya meminta waktunya.


" Siang, om.. " sapa Saka sembari menjabat tangan papa Indra yang tampak segar di balik kursi kebesarannya.


" Hei Ren. Giman kabar keluarga dan anak anak." tanya oapa Indra dengan binar dimatanya.


" Baik om. Anak anak juga sehat." jelas Saka dengan raut bahagia.


" Syukurlah! Om iri sama kamu. Om juga ingin menimang cucu dari Indra. Tapi yah kamu tahu sendiri kalau ia maaih belum mau menikah." kata papa Indra dengan nada sendu. Matanya meredup sedih karena memikirkan anak semata wayangnya.

__ADS_1


" Maaf om , itu juga yang mau Rendra katakan. Indra itu kan katanya dulu om jodohkan dengan anak sahabatnya om.Tapi kenapa kok ga jadi?" tanya Saka dengan nada menyelidik.


Papa Indra hanya menghela nafasnya sebelum kemudian ia berkata kata.


" Iya om emang berniat menjodohkan dengan anak teman om.Tapi Indra menolak dan mengancam om. Ia ga mau dijodohkan. Kalau om masih memaksa Indra untuk dijodoh jodohkan dengan anak sahabat om, maka Indra juga akan memaksa om untuk menikah lagi, dengan calon mama pilihannya yaitu mama mertua kamu yaitu mama Lina. Itu yang menjadi ketidak enakan om. Om ga enak kalau harus melibatkan mama mertua kamu." jelas papa Indra dengan raut wajah tidak enak dengan Saka karena ini menyangkut mama mertuanya.


" Ha?" hanya stu kata itu yang bisa Saka keluarkan, mengingat kelicikan Indra. Jadi Indra tidak mau dijodohkan kalau papanya juga tidak mau dijodohkan? Sepertinya Indra harus dikerjain nih.


" Om suka sama mama mertua saya?" tanya Saka dengan senyum yang dikulum. Ia mengerti meski mama Lina atau Evalina Sanjaya itu sudah berumur tapi kecantikannya ya mirip Alana. Walau sudah tua kadang ia hanya dianggap kakak tertua Alana ketimbang ibunya Alana.


" Ehm, gini loh Rendra. Om sudah tua, om ga enak Indra banyak menyusahkan keluarga kamu terutama mama mertua kamu. Om juga heran Indra itu kalau sama mama mertua kamu itu bisa nurut, begitu ya. Yah om juga maklum mungkin karena Indra kehilangan sosok ibu dari kecil,jadi ia ingin dianggap sebagai anak oleh mama mertua kamu itu . " analisa papa Indra tidak sepenuhnya benar.


"Om, kita harus bisa menggertak Indra nih. Kita harus bikin skenario, makanya om harus bisa kerjasama dengan saya." kata Saka sambil memberikan senyuman devil ala Saka kepada papa Indra.


" Maksudnya apa nih, Rendra?" tanya papa Indra dengn heran.


" Pokoknya om harus mengikuti perintah saya. Masalah yang lain biar saya yang atur. Pokoknya om nurut sama saya, saya akan buat Indra bisa menikah dan memberi cucu buat om." kata Saka dengan senyumnya yang tambah merekah.


Kemudian Saka menceritakan secara detil skenario drama yang harus papa Indra lakoni. Awalnya papa Indra ga setuju ia takut menyinggung dan menyakiti beberapa pihak, karena itu kan juga melibatkan mama Alana alias mama mertua Saka. Tapi setelah diyakinkan oleh Saka, papa Indra nurut juga. Atau jangan jangan papa Indra naksir juga sama mama Alana? Ha Ha Ha...

__ADS_1


" Ya udah om manut sama kamu." kata papa Indra pasrah. Sejujurnya ia ingin sekali bisa menimang cucu dari Indra. Tapi karena anaknya yang gebleg itu ga mau nikah,lha dapet cucu kandung dari mana coba? Emang cucu bisa dibikin pake adonan tepung roti sama telur?


" Siyap om. Nanti detilnya kita rapatkan lagi ya sama seluruh pemain. Ingat ya om, rencana kita jangan sampai bocor. " kata Saka sambil beranjak dari temapt dudukmya setelah menjabat tangan papa Indra. Saka bahagia, ia menmukan celah yang bisa membuat Indra kalang kabut saat rencana itu dijalankan.


Dan tampaknya papa Indra pun tidak keberatan untuk sementara bersanding dengan mama Lina, jadi urusannya beres. Ia bisa dengan segera menyelesaikan Indra agar tidak mengganggu istrinya lagi.


Siang ini kayaknya Saka udah malas kalau harus balik ke kantor. Ia ingin mengajak Alana untuk wik wik wik bersama. Tapi kalau dirumah ia malas beut karena pasti akan banyak yang akan mengganggunya. Jadi ia ingin menjebak Alana untuk datang ke apartemennya saja, jadi ia bisa mengerjain Alana disana.


Tapi Saka juga tahu kalau dirinya yang menelepon, Alana pasti akan curiga. Maka ia akan memakai sekretarisnya yang dikantor, si Lita untuk menelepon Alana dan menyuruh Alana untuk datang ke apartemennya yang ada di Sudirman, Jakarta Pusat. Dan menyuruh supir kantor yang akan mengantarkannya ke apartemen, sehingga nanti pulangnya Alana bisa bareng dirinya.


Saka langsung mendial no telepon kantor. Agar Lita bisa segera melakukan apa yang ia inginkan. Dan tak berapa lama kemudian Lita sudah mengabarkan kalau Alana sudah ia beritahu, dan supir yang stand by di rumah, sudah Lita kabarin juga uktuk segera mengantar Alana ke apartemennya. Jarak rumah ke apartemennya tidak jauh, jadi ia bisa pastikan Alana akan datang tepat waktu. Ada baiknya Saka betgeags supaya ia bisa memberi kejutan kepada Alana. Ah, Saka gak sabar, eh salah yang bener adalah Junio ga sabar ketemu Alana. Hanya mikir begitu saja tubuh Saka sudah memanas.


.


.


.


TBC

__ADS_1


__ADS_2