
Saka langsung mendial no telepon kantor. Agar Lita bisa segera melakukan apa yang ia inginkan. Dan tak berapa lama kemudian Lita sudah mengabarkan kalau Alana sudah ia beritahu, dan supir yang stand by di rumah, sudah Lita kabarin juga uktuk segera mengantar Alana ke apartemennya. Jarak rumah ke apartemennya tidak jauh, jadi ia bisa pastikan Alana akan datang tepat waktu. Ada baiknya Saka bergegas supaya ia bisa memberi kejutan kepada Alana. Ah, Saka gak sabar, eh salah yang bener adalah Junio ga sabar ketemu Alana. Hanya mikir begitu saja tubuh Saka sudah memanas.
***
Saka menggosok gosok tangannya, ia merasa sangat excited banget. Ia membayangkan Alana yang akan mendesah di bawah kungkungan tangannya, membuat Junio meronta tidak sabar.
Saka kembali melirik jam tangan Patek Phillippe 1518 miliknya, jam tangan yang diklaim menduduki sebagai jam tangan termahal di dunia. Sultan gitu loh! Jam tangan seharga 143,5 miliar bukan masalah buatnya. Tapi sekarang yang membuat Saka resah adalah kenapa Alana masih belum datang.
Ting Tong!
Bel apartemen nya berbunyi. Saka yakin ini pasti Alana. Ia melirik ke tab berlogo buah apel yang hilang segigit. GPS menunjukan bahwa orang yang ada di depan pintu apartemennya adalah Alana.
Saka membuka pintu apartemennya demgan cepat. Ia sungguh sudah tidak sabar. Ternyata benar, wanita yang di depan apartemennya dan lagi menghadap ke luar adalah Alananya.
Alana masih belum mengenali predator yang ada di hadapannya.
" Maaf, saya... eh Bby?" kata Alana dengan kaget. Tadi ia disuruh sekretaris Saka untuk datang ke apartemen ini karena akan ada orang yang akan memberikan dokumen yang dibutuhkan oleh suaminya. Sebenrnya Alana juga merasa heran karena biasanya Saka akan menyuruh anak buahnya atau pegawainya atau bahkan pengawalnya. Tapi ini kok Alana yang disuruh.
Ternyataa...
" Hai sayang.." kata Ska sambil menrik tubuh Alana dan memeluknya dengan segera. Sedangkan pintu kamar apartemen.sudah Saka tutup dan dikunci dengan cepat sebelum Alana sadar dengan apa yang dilakukan oleh Saka.
" Bby? Apa maksudnya.." Alana masih belum ngeh dengan aoa yang dilakukan oleh Ska suaminya yang maha mesum itu.
" Ssttt... nikmati saja hukuman kamu!" kata Saka sambil menggendong Alana ala bridal dan menjatuhkannya di sebuah ranjang ukuran king size.
__ADS_1
Bukan Alana kalau ia tidak melakukan perlawanan kepada Saka.
" Bby,aku salah apa emangnya? Kenapa aku dihukum. uhmmm argh." kata Alana tapi suaranya berhenti karena sudah langsung dipotong dengan ciuman panas yang dilakukan oleh Saka sehingga membuat Alana tidak bisa melanjutkan omongannya dan juga karena ciuman itu membuat Alana juga terbang melayang. Jangan lupa suaminya itu such a good kisser, sehingga tak ayal membuat Alana mendesah saat Saka membelit lidahnya dengan brutal.
" Sayang aku rinduu." kata Saka disela sela ciuman panasnya. Dan jangan ditanya dengn baju Alana ya.. baju milik Alana sudh teronggok menjadi serpihan kain perca karena Saka sudah tidak sabar untuk membuka helaian baju Alana satu per satu.
" Hubby!!" jerit Alana dengn keras saat suaminya itu juga membuka pakaian dalamnya tanpa memberi jeda pada pernafasan istrinya.
" Kamu bener bener menggairahkan sayang. Junio gak sabar untuk bisa kembali ke rumahnya." racau Saka sambil membelai Alana dengan penuh rasa sayang.
" Sakaaa!! Kamu menipuku!" jerit Alana saat Junio menyatukan diri dengan rumahnya. Alana tidak bisa mengelak kalau apa yang dilakukan oleh Saka selalu bisa membuatnya melayang. Bahkan ia merasa kalau tubuhnya bukan miliknya sendiri saat Saka membelai dan mencumbuinya dengan caranya. Saka tahu kalau saat ini tubuh Alana juga sudah menikmati kebersamaannya. Alana tidak akan pernah bisa menolak kehadirannya. Bahkan Alana sudah kembali meledak untuk yang kedua kalinya saat Saka menyatukan tubuhnya bersama Alana.
***
Alana merasakan bahwa tubuhnya remuk redam. Ia berbaring disamping tubuh suaminya yang juga polos tanpa sehelai benang,mereka hanya menutup tubuhnya dengan selimut tipis agar dinginnya pendingin ruangan tidak membuatnya menggigil.
" Narendra Sakabumi Perdana." ujar Alana dengan wajah kesal dan pias karena kecapean.
" Ya, istrikuu tersayang Alana Mahen Perdana." jawab Saka dengan nada konyol. Membuat Alana memcebikan bibirnya serta memutar bola matanya dengan kesal.
" Kenapa kamu menipuku?" tanya Alana dengan pandangan menyelidik.
" Aku tidak menipumu sayang. Aku menyuruhmu mengambil sesuatu yang berharga,memurutku inilah yang berharga." katanya sambil membelai bagian inti Alana yang basah karena penyatuannya tadi.
" Itu milikku, Bby;! Kamu menyuruhku mengambil sesuatu yang berharga,malah kamu yang mengambil barang berhargaku." sentak Alana dengan nada ketus.
__ADS_1
" Eh kamu juga mengambil milikku yang brrharga.. si Junio!" bantah Saka dengn wajah konyol yang membuat Alana semain kesal? Fix! Dia ga mungkin bisa mengalahkan Saka yang sudah memiliki keinginan mesum seperti ini. Alana juga sadar kalau ini emang tugasnya. Memuaskan dan melayani suaminya kapan pun Saka menginginkan dirinya. Bukankah lebih baik demikian,jadi Saka tidak akan lagi tertarik untuk melorik wanita lain yang ada di sekelilingnya itu.
Alana tidak munafik, dengan wajah tampan Saka, dengan kekayaan yang dimiliki dan dengan sikap dingin yang sering ditunjukan Saka seringkali membuat banyak gadis gadis, bahkan yang masih lajang sekalipun pada berlomba lomba untuk mendapatkan Saka, sekalipun hanya sebagai pemuas nafsu di ranjang sesaat.
Wajah Alana semakin kesal saat Saka menaik turunkan alisnya sambil menciumi pundaknya, sambil membelai aset dada Alana yang besar.
" Yang tadi belum cukup?" tanya Alana dengan sarkas.
" Apapun yang berhubungan dengan tubuhmu yang menggairahkan itu ga pernah cukup bagiku. Aku pingin kamu mendesah dan mengerangkan namaku. Bby, faster... arghh... you are so sexy when you do that, baby!" lagi lagi ungkapan mesum dari Saka memenuhi gendang telinga Alana. Sekarang Alana memutuskan untuk bikin perhitungan dengan Saka.
" Salahku apa sih? Yang membuatku selalu harus menerima hukuman dari kamu?" tanya Alana lirih.
" Karena kamu minta ijin untuk berbicara dengan Indra." rajuk Saka,setiap Saka ingat kejadian tadi pagi, ia kembali kesal dan murka.
" Masyaallaaa, hubby. Aku mau beri dia penjelasan supaya dia sadar aku hanya cinta sama kamu." jelas Alana sambil memijit keningnya yang tiba tiba pusing.
" Kamu tahu? Dia mencintaimu dan masih mencintaimu sampai sekarang. Itu yang bikin aku kesal. Kamu tahu ga? Dia ga mau dijodohin karena di ngancam papanya kalau dia dijodohin lagi dia mau jodohin papanya dengan mama Lina." jelas Saka sambil memegang tangan Alana.
" Apa?"
.
.
.
__ADS_1
TBC