
Hai gengs...
thor kembali lagi membawa update.
Karena kesibukan mungkin thor hanya bisa berusaha setiap hari update, belum bisa crazy update.
Jangan lupa like dan votenya ya, meskipun ini adalah detik detik terakhir. Plis jangan di unfav, akan ada extra part untuk nyambungin cerita ini ke buku sebelah. Jangan lupa untuk membaca lanjutannya di novel Terjerat Cinta Alana. Tapi ini belum lolos proses reviewππ
Makasi banget buat voters aku. Tanpa kalian, aku hanya peyek tetangga. ππ
Jangan lupa di..
like like like like like like like
like like like like like like like
Dukung thor dengan
vote vote vote vote vote vote
vote vote vote vote vote vote
jangan lupa juga buat baca karyaku yang lain ya....
Terjebak dalam tubuh Keyra.
Menikah dengan ipar
Rasa itu masih ada.
Kalau mau ikut di grup untuk dapet poin gratis dariku juga silahkannnn.
__ADS_1
Yukk langsung baca aja.
Happy reading.
Salam dari thor cantik pengemis like dan vote. Muachhhhhh muach ππ
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
" Oh ya, Yo. Apa kamu sudah cek dimana mobil baru Alana yang biasa buat Alana pergi bersama Genta?"
" Belum bos. Bukannya kadang nona pakai mobilnya nyonya besar?"
" Cek dulu dimana mobil Alana. Aku suruh kamu memberi mobil Alana alat pelacak?"
" Sudah dilakukan bos. Saya akan cek alat pelacak melalui sistem GPS yang saya pasang. Bahkan titik koordinatnya pun bisa terlihat dengan jelas." jelas Lio dengan nada bangga disana. Memang Lio sangat berbakat dibidang IT semacam ini, makanya Saka mempercayakan anak buahnya yang mengurus urusan IT kepada Lio.
" Cepat lihat lokasinya, aku sudah tidak sabar." Perintah Saka kepada Lio dengan tidak sabar, ia mulai menggosok gosokan tangannya, mendapati semacam euforia dengan penemuan kemana hilangnya istrinya yang nakal.
" Bos, mobil nona Alana di Lembang." info Lio sambil menatap Saka.
" Kita ke Lembang sekarang?"tanya Lio.
" Emang GPSmu titik koordinat nya dimana?" tanya Saka balik.
" Ini bos, alamat dan titik disini. " sahut Lio sambil menyodorkan laptopnya pada Saka, yang langsung disambut dengan senyum smirk Saka. Ia mengenali tempat itu sebagai villa milik ibunya yang berada di Lembang. Biasanya mereka suka berlibur dan berjalan jalan di Lembang. Selain menghilangkan kepenatan, tempat itu biasa dibuat transit ibunya kalau mau mengunjungi beberapa kebun dan resort dekat area itu.
" Aku tahu persis tempat itu. Itukan vila ibu yang ada di Lembang. Kita berangkat kesana sekarang, Yo. Aku tahu tempatnya." kata Saka sambil meraih ponsel dan dompetnya yang tergeletak di meja kerjanya. Lio langsung membereskan laptop dan segera mengekori bosnya yang bergegas menuju mobilnya. Saka tidak sabar ingin membuktikan penemuannya, apakah bener Alana ada di Lembang??
Didalam mobil Saka langsung memerintahkan supir untuk mengantar mereka ke Lembang. Saka tersenyum senang. Ia membayangkan bakal bertemu dengan Alana. Ia tahu, ia sangat merindukan Alana. Saka juga tahu, Alana sudah menggeser nama Yara dari hatinya. Ia sekarang lebih memprioritaskan Alana dan anaknya dibanding dengan Yara. Tampaknya Saka sudah tidak adil dengan Yara?
***
__ADS_1
Di Penang, Yara kebingungan karena Saka tiba tiba tidak pulang ke apartemen mereka yang Saka beli agar Yara bisa beristirahat sementara Yara berobat jalan.
Yara beralasan kalau dirinya tidak betah saat di Rumah Sakit, membuat pengobatannya tidak maksimal. Dokter sebenarnya juga tahu untuk kasus Yara ini membutuhkan mukjizat Tuhan. Dan dalam kondisi seperti Yara itu, Saka hanya menuruti keinginan Yara, supaya ketika Yara dalam keadaan happy mukjizatnya datang dalam rupa kesembuhan buat Yara, meski Yara tetap gak bisa memberi keturunan karena indung telur dan rahimnya diambil, bahkan juga tidak bisa sekedar memberikan kepuasan kepada Saka melalui jalan normal.
Yara masih belum tau kalau Alana menghilang bersama anak dan anak yang dikandungannya.
Yara berulangkali menelepon Saka, melakukan panggilan video tapi semuanya ditolak oleh Saka. Saka takut Yara melihatnya dalam kondisi terpuruk, bisa jadi membuat Yara akan drop dan masuk ke rumah sakit lagi.
Tapi dengan penolakan Saka, Yara makin bertanya tanya apakah yang terjadi dengan Saka. Kenapa Saka balik ke Indonesia? Apakah bisnis Saka ada masalah yang di Indinesia ? Ataukah Alana yang bermasalah dengan kandungannya?
Yara ingat dalam 2 bulan ini Alana akan melahirkan. Apakah karena itu Saka stand by di Indonesia menantikan kelahiran anak keduanya. Yara sangat bahagia, meski kebahagiaan itu bukan seutuhnya miliknya.
Yara bahagia ditengah keikhlasannya suami yang dicintainya mungkin sekarang lebih cinta dengan madunya, karena Alana memang lebih segalanya, Alana yang baik, Alana yang pengertian, Alana yang lebih tidak egois sekalipun Alana yang bisa memberi keturunan, bisa memberi kepuasan batin yang pasti dinantikan oleh setiap suami, agar suami tidak mencari kepuasan diluar rumah.
Yara termenung seorang diri di ruang keluarga apartemen mewah yang dibeli Saka di Penang itu.
" Bos, saatnya minum obat. Besok pagi saya sudah buat janji untuk ke dokter. Seperti biasa kita mesti check up mingguan." kata Via, pengawal merangkap asisten oribadi yang dipilih Saka untuk menjaga nya selama di Penang.
" Vi, bisakah kita dalam minggu ini pulang ke Indonesia?" tanya Yara tanpa memandang Via sama sekali, ia masih setia termenung dan memandang ke satu titik, yaitu pintu keluar apartemennya.
" Bos, nanti kita tanyakan ke dokter dan tuan bos dulu ya?" sahut Via lembut, sebenernya ia sangat kasihan dengan Yara, bosnya. Ia tahu Yara sangat tertekan dengan penyakitnya. Via tahu gak ada satupun wanita yang pingin kayak Yara.
" Aku pingin ada di Indonesia. Anak suamiku akan segera lahir. Aku pingin bisa ikut jagain dan menyayangi dia seperti anakku sendiri. Walaupun Genta juga ternyata anak mas Rendra juga, tapi kan waktu itu aku juga gak tahu." sahut Yara dengan nada rendah. Ia hampir seperti berbicara dengan dirinya sendiri karena Via pun tidak bisa mendengar semua kalimatnya dengan jelas.
Via menarik nafasnya dan membuangnya dengan perlahan. Dia harus menuruti semua keinginan bosnya yang tidak bertentangan dengan protokol kesehatan yang harus dipatuhi oleh Yara. Semuanya itu dilakukan Saka semata mata agar Yara tidak tambah tertekan dan cepat sembuh. Via bertanggung jawab atas seluruh yang terjadi, dan melaporkan setiap detilnya kepada Saka.
Jadi sebenernya Via tahu pasti kenapa tuan mudanya itu ada di Indonesia meninggalkan Yara di Penang. Dan mereka, para pengawal tidak diijinkan untuk memberitahu kondisi Alana kepada Yara.
" Saya akan menanyakan kepada dokter dan tuan muda. Bos, setelah minum obat langsung istirahat saja, supaya kondisinya bisa fit dan bisa jagain bayi. Itukan keinginan , bos?" cecar Via dengan nada riang. Ia ingin bosnya tidak lagi pikiran dengan kepergian Saka ke Indonesia.
.
__ADS_1
.
TBC