
JANGAN LUPA VOTE YANG BANYAK YA... LIKE DAN GIFT YANG BANYAK...
SUPAYA DITENGAH KERJAAN YANG BANYAK THOR SEMANGAT UPDATE, THANK YOU🙏🏻
***
"Masih terjerat cinta sama Alana?" tanya Rangga pada Indra yang manyun di kantor ruangan rumah sakitnya, tadi pagi Indra memintanya untuk datang karena ada kasus yang membutuhkan keahlian Rangga.
"Alana begitu sempurna dimataku, mungkin ga ada yang bisa menggantikannya. Wajahnya yang cantik dan bodynya yang sesuai, dan satu lagi yang membuiatku gak pernah lupa yaitu kebaikan hatinya, membuatku sulit untuk sekedar move on darinya." kata Indra sambil membayangkan sosok adik angkatnya itu.
"Tapi dia sudah bersuami dan anaknya sudah 3 sedang kamu hanya menangkap angin." kata Rangga mengingatkan, bukan tidak mau mendukung Indra, karena baik Saka maupun Alana adalah sahabatnya juga, ia gak mungkin menjerumuskan sahabatnya kan?
"Kayak kamu bisa melupakan Ivara saja? " decih Indra sebal dengan Rangga yang sok sok an menasehati dirinya padahal dirinya sendiri ga bisa move on dari IVara yang bahkan sekarang sudah meninggal.
" Ha ha ha paling tidak aku pernah memiliki Ivara dalam pelukanku, sedangkan kamu apa? Kamu bahkan hanya bisa menangkap bayangan Alana saja." ejek Rangga lagi.
"Cerewet!! Urus saja urusanmu sendiri dan segera carikan mama untuk Kalandra." bentak Indra dengan nada tinggi.
"Udah pasti, aku sudah menemukannya." kata Rangga dengan nada yakin.
"Siapa??"tanya Indra penasaran.
"Rahasia!"kata Rangga sambilk menyembunyikan senyum smirknya.
"Dokter kayak kita juga?" tanya Indra dengan antusias.
"Bukan!!" sanggah Rangga dengan cepat.
"Bagaimana kamu bisa move on? Padahal kamu kan sudah lama tidak pernah bisa melupakan sosok Ivara dari dirimu kan?" tanya Indra penasaran.
__ADS_1
"Mungkin hanya waktu yang bisa mengobati perasaan sakit itu, Ndra. Aku tidak menyuruhmu menghilangkan Alana ddalam dirimu, tapi kamu harus memberikan dirimu kesempatan. Aku bukan orang yang bebas lagi, aku masih ada Kalandra yang harus aku pertimbangkan saat aku mencari calon istri, tapi aku berusaha demi Kalandra juga kan?" kata Rangga sambil mengedikan bahunya.
"Kamu benar, aku juga harus mulai keluar dari perasaanku."gunam Indra lirih, suaranya memang mungkin lirih tapi Rangga masih bisa mendengarnya, wajahnya yang memelas membuat Rangga kasihan. Rangga hanya bisa menghibur Indra dengan menepuk nepuk bahu Indra dengan sabar.
"Bukannya papa kamu mulai menjodoh jodohkan kamu dengan anak anak temannya. Denger denger sampai dibikinkan list supaya kamu bisa memilih." goda Rangga lagi, dan benarlah Indra langsung meradang mendengar ucapan Rangga yang mengingatkannya kalau nanti sore ada janjian dengan ekncan buta yang diatur oleh ayahnya. Indra semakin gemas dengan ayahnya.
"Ranggaaaa, kamu malah ngingetin aku dengan kencan butaku nanti sore, aeeerrggggh sial sial sial."
"Hei, kamu mestinya sadar kalau kamu itu enak masih dapat kasih sayang dari papamu yang baik hati mikirin jodoh anaknya yang gak laku ha ha h aha " Goda Rangga lagi.Rangga langsung berlari keluyar sebelum
"Sialan kamu!! Pergi saja sana."
"Dandan yang tampan, kalau perlu kamu ke salon supaya kamu tampak cakep pada saat kamu ketemuan dengan jodoh kamu nanti, jangan kayak om om tua yang gak laku."
"Rangggaaaaaaaa!!!!" Rangga langsung keluar dari kantor tempat Indra karena takut dilempar pulpen dan berkas rumah sakit. Indra kesal melihat tingkah Rangga kali kali ini. Tapi ia juga turut bahagia melihat rekan kerja sekaligus temannya itu berwajah berseri seri sekarang, tidak lagi datar dan dingin.
"Arghhh sialan, kenapa aku harus dijodohkan. Mana ada yang bisa membuat hatiku bergetar kayak waktu aku pertama kali ketemu sama Alana yang mengaku namanya Lita waktu itu." kata Indra dengan dirinya sendiri. Indra tersenyum senyum membayangkan saat saat ia pertama kali bertemu dengan Alana , sangat membuat ia tergila gila sampai sekarang.
drrt drttt drtt
Ponsel pintar milik Indra berbunyi. Ia melihat ternyata yang menelponnya adalah papanya. Dia menarik nafasnya dan menghembuskanya dengan kasar. Ia tidak mau menyakiti hati papanya, tapi ia juga sebal. Kalau seandainya ia dijidohkannya dengan Alana pasti dia gak akan nolak. Tapi siapa yang bakal njodohin Alana sama dirinya? Apa Saka rela?
"Halo papa" kata Indra dengan tidak bersemangat.
"..."
" Iya Indra ingat." Papa hanya mengingatkan kalau nanti ia bakal ketemuan dengan seorang gadis di Resto X jam 7 malam di meja 29. Indra bakal inget itu. Tapi ya ga janji kalau dia bakal nerima perjodohan itu ya. batin Indra kesal.
"..."
__ADS_1
"Tapi kalau Indra ga cocok, Indra ga mau dipaksa ya." kata Indra lagi.
"..."
"Papa, cinta ga bisa dipaksa okey?"lanjut Indra dengan nada santai, ia gak mau marah marah sama papanya.
"..."
" Gini aja deh, kalau papa mau menikah lagi dengan mama Lina yang kemarin sudah aku angkat jadi mamaku, aku mau deh nurutin papa, cari calon istri seperti keinginan papa. Gimana? deal gak?" kata Indra sambil mengajukan syarat bagi papanya.
"..."
"Nah papa kan juga tahu cinta ga bisa dipaksa kan??"lanjut Indra lagi dengan nada penuh kemenangan karena seperti biasanya papanya menolak padahal ia ga pernah lihat mama Lina yang bagaikan titisan Alana d masa tua.
"..."
"Ya aku nemuin tapi bukan berarti aku terima perjodohan itu. Kalau papa maksa, aku juga maksa papa menikah dengan mama Lina, gimana?" kenapa Aku gak mikirin ini ya dari kemarin, huh mau maksain aku menikah sedang papa aja gak mau nikah lagi.pikir Indra dengan nada kemenangan di suaranya.
"..."
"Woke, tenang aja papaku sayangg." kata Indra kali ini dengan nada gembira, sekarang ia punya cara untuk menolak perjodohan papanya.
.
.
.
TBC
__ADS_1
wk wk wk nasib kamu kan di tangan thor Indraaaaa.