
JANGAN LUPA VOTE YANG BANYAK YA... LIKE DAN GIFT YANG BANYAK...
SUPAYA DITENGAH KERJAAN YANG BANYAK THOR SEMANGAT UPDATE, THANK YOU🙏🏻
***
" Tidakkkkkkkkkk!!!!" jerit Saka berlinang air mata, dadanya sesak, dan ia memegang kepalanya karena tiba tiba seluruh dunia berputar.
***
" Bby..?"
" Ehm iya?"
" Kenapa? Masih teringat sama mimpi beberapa hari yang lalu itu?" tanya Alana sambil mengelus paha suaminya, karena mereka sekarang berada di dalam mobil menuju private island untuk menolong Lio dan kawan kawan.
" Huum!" angguk Saka jujur. Saka masih belum bisa move on dari mimpi buruknya itu. Ia sangat takut kalau bunga tidur itu menjadi pertanda bahkan menjadi kenyataan. Saka bergidik ngeri. Amit amit, jangan sampaiiii.
" Bby, jangan terlalu dipikirkan. Sekarang kita pikirin bagaimana kita bisa meloloskan Lio cs dari cengkeraman paman Yara. Kamu harus fokus. Jangan mikir macam macam. Eh tapi, Bby, aku ga nyangka kalau paman Yara mempunyai private island macam gitu. " kata Alana berusaha mengalihkan pikiran Saka dari mimpi buruknya. Tapi seberapa banyak usaha Alana untuk mengalihkan perhatian Saka dari mimpi buruknya, tidak bisa membuat hati Saka tenang. Saka hanya diam dan tidak banyak merespon. Saka ingin tidak memikirkan urusan mimpinya tapi berhubung misi ini cukup berbahaya, ia tidak bisa tidak mikirin mimpi itu.
" Sayang, hatiku sungguh tidak tenang. Aku tu bagaikan makan buah simalakama. Kalau kamu kutinggal aku juga khawatir, kalau kamu kuajak aku juga khawatir. Aku serba salah!!" kata Saka sambil mengacak rambutnya dengan kesal.
" Bby, aku janji, aku akan ngumpet di mobil aja. Gimana? Supaya kamu tenang?" bujuk Alana supaya Saka lebih tenang. Ketenangan Saka mempengaruhi keberhasilan misi ini. Alana tidak bisa mengabaikan keselamatan orang orang yang membutuhkan pertolongan dari Saka.
" Arrrghhh!! Mimpi sialannn. Aku sangat ketakutan, sayang!"
" Mimpi itu bunga tidur!"
" Walau sekedar mimpi, aku tetep ketakutan! Aku ga bisa tanpa kamu."
" Jangan ngomong gitu, kamu harus kuat dong. Demi anak anak!"
__ADS_1
" Nah kan? Kamu pokoknya ga boleh pergi dariku."
" Iya iya iya, fokus aja sama misi ini dulu. Tenang nanti kalau semuanya beres, kamu boleh minta jatah kamu dobel deh!!" kata Alana sekedar memberi semangat kepada Saka supaya Saka lupa sama mimpinya. Apalagi mereka sudah memasuki kawasan tempat mereka akan ketemuan dengan orang orang petinggi pemerintahan yang dimintain tolong oleh ayah Langit.
Saka benar benar khawatir, bahkan tawaran yang menrik dari Alana tidak bisa membuat hatinya lebih baik. Ia masih merasakan kalut.
" Tunggu di mobil saja dulu. Aku akan segera kembali." Alana hanya mengangguk Ia tahu kalau ia tidak boleh membebani pikiran Saka. Saka harus fokus untuk misi penyelamatan.
Saka tampak gagah menemui beberapa orang berpakaian sipil yang menunggunya disana. Badan orang yang ditemui oleh Saka itu gede gede, sama kekarnya dengan suaminya, Namun suaminya tampak lebih menonjol, sudah tampan, ototnya gede, badannya kekar, argggh Alana memandangnya dengan pandangan memuja. Tanpa sadar kalau Saka sudah mulai balik ke mobil.
" Napa nglihatin aku terus? Baru sadar kalau aku tampan?" tanya Saka sambil membetulkan kaca mata hitamnya.
" Narsis!"
" Tapi kamu selalu suka."
" Ihhhh siapaa bilang? Fokus, Bby!! Gimana? Kita berangkat kesana?" tanya Alana penuh harap.
" Iya, kita naik kapal cepat, mereka naik helicopter army mereka. Yuk segera jalan."
***
Tok Tok Tok
" Gawat, kayaknya ada CCTV disini!" bisik Lio kepada Rangga.
" Di kamar ini?"
" Kamu harus tenang anggap aja kita emang lagi menghadiri ulang tahun si Indra. " perintah Lio lagi memberi kode pada Indra yang duduknya agak jauh dari mereka.
" Arsen,buka pintu!" perintah Indra kepada salah satu pengawalnya.
__ADS_1
" Baik, bos!" kata pengawalnya itu sambil menundukan kepalanya.
" Well well welll, tuan Aji, senang sekali saya menyambut kedatangan anda di sini." kata paman Yara, pak Raharja sambil merangkul bahu ayah Indra, tentu saja pak Raharja bersikap ramah karena pak Aji ini adalah pemegang saham terbesar di private islnd miliknya . Sementara Rangga dan Lio, agar tidak ketahuan oleh pak Raharja dan tidak membuat keributan, mereka berusaha berdiri di tengah para pengawal dan pegawai Indra.
" Ha ha ha senang sekali saya bertemu dengan pengusaha berbakat seperti anda ini pak Raharja. Oh ya, saya disini merayakan ulang tahun anak laki laki saya. Namanya Indra, Ia yang akan jadi pewaris seluruh kekayaan yang kumiliki. Sekarang dia juga sudah mengurus rumah sakitku yang di Bandung dan Jakarta. " katanya sambil mengenalkan Indra yang tampak elegan berdiri di samping papanya. Padahal Indra berusaha menutupi kedua temannya.
" Indra." katanya sambil.mengulirkan tangannya kepada pak Raharja yang menatap Indra dengan kekaguman. Entah ia kagum betulan atau karena dihadapannya ada pak Aji yang notabene adalah papa Indra.
" Saya Raharja, panggil saja saya om Raharja. Saya senang ada anak muda yang bertalenta dan sangat tampan seperti nak Indra." kata pak Raharja memuji Indra.
" Ha ha ha saya sangat kalah kalau dibandingkan dengan pengusaha piawai seperti anda, om! Saya masih harus bnyak belajar. Apalagi saya seorang dokter. Jadi pengusaha benar benar bukan bidang saya." kata Indra sedikit merendah.
" Okey, tentunya om tidak akan mengganggu kebersamaan kalian merayakan pesta. Om akan undur diri dulu. " kata paman Yara dengan nada hkrmat.
" Hei kenalan begitu sungkan. Ikutlah dalam pesta anakku. Bukankah pak Raharja tidak lagi punya kegiatan lain?" desak papa Indra yang membuat hati Lio dan Rangga jadi mencelos. Haduh malah ditawarin gabung, batin Rangga. Indra juga khawatir kalau teman temannya akan ketahuan. Padahal mereka baru meluncurkan flying camera. Pasti sudah rusak itu kameranya karena jatuh, karena Lio tidak mau ambil resiko mengoperasikan flying cameranya saat pak Raharja disini.
" Wah, saya akan sangat senang sekali kalau boleh gabung." kata pak Raharja sambil mengambil tempat di samping pak Aji. Sedangkan Indra bergeser kekanan. Indra bersyukur pak Raharja mengambil posisi disitu, itu membuat Rangga dan Lio gak kelihatan karena posisi paman Yara membelakangi Lio dan Rangga.
" Ha ha ha kita bisa bicara bisnis then. Biarlah Indra dan teman temannya bersenang senang sendiri." sahut papa Indra sambil menuangkan minuman ke gelas baru untuk pak Raharja.
" Benar, kita bisa bicarain masalah perluasan resort ini, pak Aji." kata Raharja sambil menerima minuman yang dibuat oleh pak Aji.
" Gerald, bawa pengawal yang lain keluar. Kalian berjaga diluar saja. " perintah pak Raharja kepada pengawalnya. Dia tentu ga enak kalau bicara bisnis tapi ada anak buahnya, sekalipun ia juga punya orang kepercayaan yang biasa menangani bisnianya saat ia tidak ada.
" Baik tuan!" kata pengawal Raharja sambil mengajak teman temannya yang berjumlah 5 orang untuk keluar meninggalkan pak Raharja sendiri.
" Papaaaaa, ini ultah aku. Masa kalian malah bicarain bisnis sih!!" rajuk Indra betulan. Ia sudah sangat jarang punya quality time sama papanya malah di ultahnya ini, papanya mau sibuk bisnis. Apaan tuh!!
.
.
__ADS_1
.
TBC