
"Setiap teman akan menunjukkan jalannya masing - masing, ada yang baik ada pula yang buruk."
******************#####****************
Senja yang sama sekali tidak mengyadari situasinya mulai memasuki gedung teater bersama Kaira. Awalnya Senja hendak menolak namun Kaira terus saja memaksanya untuk menonton.
"Film apa yang Tuan Muda Zain suka?" tanya Kaira saat mereka sedang mengantri tiket.
"Terserah Nona saja,"
"Akan lebih bagus jika filmnya pendek karena aku ingin ini cepat selesai," batin Senja saat melihat berbagai macam poster film yang akan ditayangkan.
"Baiklah, kalau begitu..." Kaira tampak sedang menimbang film apa yang akan ia tonton kali ini.
"Bagaimana dengan itu?" tanya Kaira sambil menunjuk kearah poster dengan judul film 'Cinta si Juki'.
Film ini adalah film bergenre romansa - komedi - fantasi. Dimana Juki yang seorang pria jamur jatuh hati kepada peri pohon yang anggun dan cantik.
Namun karena mereka berasal dari spesies yang berbeda, sehingga si Juki harus melakukan berbagai macam cara agar bisa mendapatkan hati peri pohon tersebut.
"Menarik," lirih Senja pelan namun masih bisa didengar Kaira.
"Baiklah, kalau begitu kita akan menontonnya saja," seru Kaira saat mereka hendak sampai di kasir pembelian tiket.
"Selamat malam Nona. Disini ada berbagai macam genre film, anda ingin pesan tiket yang mana?"
"Saya pesan dua tiket untuk film 'Cinta si Juki',"
Setelah pemesanan tiket diterima, Senja dan Kaira kemudian memasuki ruangan teater film untuk menonton.
"Kemana kita pergi?" tanya Senja saat mereka melewati podium penonton menuju area tangga yang ada di sampingnya.
"Kita akan melihat film ini secara VIP."
"Kenapa begitu?"
"Karena aku tidak suka diganggu saat sedang menonton film." seru Kaira sambil membuka pintu ruangan VIP di depannya.
"Ini indah," gumam Senja pelan pada dirinya sendiri saat melihat layar film besar dihadapannya.
"Tempat ini akan menampakkan layar film dengan bagus dan suara yang baik." jelas Kaira saat hendak duduk di salah satu kursi yang ada di depan mereka.
Beberapa saat kemudian, film pun diputar. Para penonton sangat antusias dalam menonton film ' Cinta si Juki ' tersebut. Senja yang awalnya merasa tertekan, perlahan berubah menjadi santai bersamaan dengan lamanya durasi film diputar.
"Cukup menarik,"
"Apa kau sering menggoda pria lain seperti ini juga?" tanya Senja disela - sela tawa Kaira.
"Hah? Aku bahkan tidak pernah membawa seorang pria pun ketempat ini."
"Benarkah?"
__ADS_1
"Tentu saja. Tuan Muda Zain, anda adalah pria pertama yang saya bawa ke tempat ini,"
" Dia terlihat jujur." batin Senja ketika melihat ekspresi tegas dari wajah Kaira.
"Saya sempat berpikir jika Nona sering menggoda pria asing seperti saya dengan cara seperti ini."
"Itu tidak benar, tidak ada seorang pun yang mau berkencan dengan wanita seperti saya,"
"Mengapa tidak? Anda cantik dan juga sexy, sayang sekali jika mereka sampai menolaknya,"
"Nikmat Tuhan mana yang ingin mereka dustakan dari mu," batin Senja menahan tawanya sambil mengingat perkataan Dian setiap kali ia melihat pria tampan.
"Bukankah Tuan Zain tahu jika mereka membenci saya," lirih Kaira sedih saat mengingat dirinya dihina di kafe sebelumnya.
"Omong kosong apa yang sedang ia bicarakan kali ini," batin Senja sambil mempertahankan senyum ramahnya pada Kaira.
"Ah, maafkan aku,"
"Mari kita sedikit bermain," gumam Senja dalam hatinya yang masih mempertahankan ekspresi tabahnya.
"Aku sampai melupakan kejadian tadi pagi karena kau terlihat sangat menggoda malam ini." lanjut Senja nakal sambil memegang lembut kedua tangan Kaira.
"Sebagai permintaan maaf dari ku. Bagaimana jika setelah film selesai, kita akan pergi untuk makan malam?"
"Baiklah, aku terima," seru Kaira dengan senyum dipaksakan ketika melepas pelan kedua tangan Senja.
"Pria yang manis," batin Kaira senang ketika Senja mulai menarik tangannya kembali dan mencoba untuk fokus dalam menonton film.
"Kita tidak bisa dengan mudah melepasnya, walau ia terlihat polos dan lugu, sikapnya itu masih mencurigakan," lirih Kaira yang dengan diam - diam memperhatikan Senja.
"Aku akan terus bersamanya sampai aku yakin siapa dia sebenarnya." lanjut Kaira sebelum memutuskan link diantara mereka.
Senja sendiri tahu maksud dari acting Kaira sebelumnya. Tentu saja tidak mudah bagi seseorang untuk memanipulasi Senja karena ia juga ahli dalam hal tersebut.
Melihat Kaira yang mencoba untuk tetap dekat dengannya, membuat Senja ikut tertarik masuk ke dalam permainan Kaira kali ini.
"Kita lihat saja nanti sampai kapan kau bisa bermain dengan ku," batin Senja nakal sambil tetap mempertahankan ekspresi polos diwajahnya.
"Kun, apa kau juga merasakannya?" tanya Senja pada Kun yang berada di kafe depan gedung teater bersama Eza.
"Dia kuat, namun itu hanya sebagian dari kekuatan mu. Selain itu hewan magicnya sangat kuat tapi tentu saja aku lebih kuat darinya," jawan Kun yang malah menyombongkan dirinya sendiri.
"Yayaya, terserah kau saja," balas Senja sebelum memutus dengan sepihak link diantara mereka.
"Nona, kau harus lebih waspada dengan nya. Wanita muda itu tampak sangat licik dan sepertinya ia akan terus mengawasi mu selama kau berada di kota ini." lanjut Kun sebelum Senja benar - benar memutuskan linknya.
"Aku tahu,"
Dua jam telah berlalu dan film pun selesai ditayangkan. Senja yang sudah berjanji kemudian membawa Kaira bersamanya untuk makan malam.
Eza dan Kun yang semula berdiam diri di kafe, kemudian mengikuti Senja sebagai pengawal sama seperti sebelumnya.
__ADS_1
"Filmnya sangat lucu dan keren," seru Kaira sambil menggandeng erat tangan Senja.
"Nona benar, filmnya sangat lucu,"
"Aku sangat menyukai adegan saat Juki menyatakan perasaannya pada peri pohon. Bagaimana dengan mu?"
"Adegan yang menarik, namun aku lebih suka saat Juki melawan musuh yang hendak menculik kekasihnya,"
"Hahaha, apa dia suka karakter seorang pahlawan?"
"Aku juga suka adegan itu," seru Kaira sebelum menarik Senja menuju kafe dimana mereka bertemu tadi pagi.
"Begitukah,"
"Tentu saja, selain itu aku juga suka dengan mu," balas Kaira spontan yang membuat Eza terbatuk kaget.
"Uhuk."
"Wanita yang aneh," batin Eza semakin tidak suka dengan Kaira yang blak - blakan mengatakan perasaannya pada Senja.
"Wanita ini memang sudah gila. Bagaimana bisa ia menyatakan rasa sukanya pada seorang gadis," seru Kun yang juga merasa aneh dengan sikap Kaira.
Senja hanya mengabaikan perkataan Kaira, meski wajahnya tersipu malu, hal tersebut hanya ia lakukan agar Kaira tidak mencurigainya sama sekali.
"Aku tidak menyangka jika dia sampai bertindak sejauh ini," batin Senja saat mereka sudah duduk di kursi masing - masing.
"Ia cukup berani mengatakan hal tersebut dengan pria yang baru saja ia temui. Aku sangat mengapresiasikan keberaniannya itu."
"Kau terlihat manis sekarang," seru Senja ketika pelayan memberikan mereka menu hidangan makan malam.
"Terima kasih,"
Kun dan Eza yang mendengar percakapan nona mereka, menjadi sangat kedinginan. Punggung belakang mereka bergidik ngeri.
"Aku tahu Nona licik namun ini sungguh menggelikan," seru Kun yang tengah melakukan link dengan Eza.
"Dia sudah membuat Nona menjadi buta," lirih Eza yang sama sekali tidak mendengarkan perkataan Kun.
"Aku harus membuat Nona sadar jika wanita itu bukanlah orang baik, dia jahat."
Lanjut Eza yang malah mendapatkan tatapan aneh dari Kun.
"Sialan, mengapa aku bisa berada disekitaran manusia aneh seperti ini," batin Kun kesal saat melihat reaksi Eza pada Senja saat ini.
"Kenapa aku memiliki Nona yang mempunyai sifat aneh dan juga ksatrianya yang tidak kalah anehnya dari tuannya,"batin Kun tidak habis pikir dengan situasi saat ini.
"Melihat dia yang memuji lawannya dengan manis membuat ku ingin muntah." lanjut Kun dengan ekspresi muak diwajahnya.
Senja dan Kaira saat ini saling bertukar pujian untuk menyenangi satu sama lain. Kaira sendiri bahkan tidak sadar jika pria yang ada dihadapannya tersebut adalah seorang gadis muda yang tengah menyamar.
Meski kekuatan Opi adalah pendeteksi namun aura yang dimiliki Senja tidak mampu diidentifikasi olehnya. Opi sendiri meyakini jika saat ini pria yang ada dihadapannya tersebut adalah pria yang memiliki wajah polos dan sifat baik.
__ADS_1