One Night Love Presdir

One Night Love Presdir
Gaji pertama Sasha


__ADS_3

“Kapan nak?” Ucap Berliana yang mulai tidak sabaran lagi.


“Kita cari waktu yang tepat, tapi rahasia ini harus tertutup rapat. Hanya Mami dan papi yang boleh mengetahui hal ini.” Ucap Rendi serius.


“Okey sayang, kali ini Mami akan mengikuti perkataan mu nak.” Ucap Berliana dengan rasa penasaran yang masih mengganggunya. Yang ampuh membuat Berliana malam ini  tidak bisa memejamkan mata, karena rasa penasaran terhadap kata-kata Rendi.


“Benarkah Rendi akan menjadi seorang ayah? Tapi dari wanita mana, mengingat Sanum yang dicintainya sudah menikah dengan Arya. Lalu siapa wanita yang sudah dihamili oleh Rendi itu?”


Berliana resah sehingga balik kanan dan ke kiri mencoba mencari posisi yang nyaman untuk memejamkan matanya, namun tidak bisa sama sekali.

__ADS_1


“Kamu kenapa dari tadi gelisah,  dan belum tidur juga dijam segini?” papa Rendi ikutan bagun dan resah, Melihat istrinya yang belum juga tidur.


“Pi tadi siang Rendi terlihat sangat senang, ketika Mami tanya dia keceplosan,  dengan mengatakan akan menjadi seorang ayah. Saat Mami desak lagi, dia bilang akan menceritakan semuanya jika sudah menemukan waktu yang tepat.” Terang Berliana, yang semula sempat membuat suaminya terkejut, namun dia kembali menguasai dirinya.


“Baguslah, harapan kita untuk memiliki cucu akan segera terkabul. jika berita ini benar. Paling tidak kita telah  mempunyai seorang calon penerus yang mengalir darah kita. Bukan kah ini yang membuat mu resah semenjak Rendi kecelakaan.” Terang papi.


“Wajarlah jika aku sangat resah, karena dokter telah memvonis Rendi lumpuh dan kemungkinan untuk memiliki keturunan sangat kecil. Bahkan bisa dikatakan mustahil, mengingat kondisi dan beberapa saraf tulang belakang Rendi yang tidak  berfungsi dengan baik.”  Berliana menyandarkan tubuhnya diranjang.


“Papi benar, mungkin ini peringatan untuk Rendi, terutama kita pi. Sudah saatnya kita juga memperbaiki diri, agar menjadi lebih baik lagi dimata Tuhan.” Berliana sadar selama ini  dia juga sibuk mengajar dunia, diumurnya yang tidak lagi muda.

__ADS_1


Seperti biasanya, Sasha akan berangkat pagi bekerja dirumah Rendi dan pulang sore hari nya kerumah kos-kosan kecil yang berlokasi tidak terlalu jauh dari Rumah mewah Rendi.


Meskipun sebenarnya Sasha mersa penasaran, melihat perubahan drastis sikap Rendi yang terlihat begitu baik dan sangat perhatian. namun Sasha berfikir mungkin Rendi merasa kasihan melihat dirinya. mengingat mereka berdua sama-sama mempunyai beban hidup yang berat, sehingga dia begitu peduli dan perhatian. pikir Sahsa.


Sore ini Sasha bersiap hendak pulang, sambil mengenakan jaket, mengingat cuaca di bulan ini sangat dingin, berhubung sedang musim hujan.


“Sasha ini gaji pertama mu bulan ini.” Terang Berliana sambil menyerahkan amplop berwarna coklat. Dia berjalan mendekati Sasha.


“Alhamdulilah, terimakasih Nyonya.” Balas Sasha yang  tiba-tiba terkejut melihat jumlah uang yang diberikan Berliana, yang melebihi uang gaji yang pernah mereka sepakati dulu.

__ADS_1


“Nyonya maaf, apa anda tidak salah? Aku merasa tidak enak hati menerima jumlah gaji yang begitu besar.” Ucap Sasha Sambil memperhatikan jumlah uang yang masih dipegangnya.


__ADS_2