
Letak Apartemen itu sangat strategis, yang berada ditengah-tengah pusat kota, sehingga memanjakan mata, untuk melihat pemandangan lepas keindahan negara tersebut.
Mereka berdua menuju lantai dua apartemen mewah itu, Sanum sangat takjub memperhatikan semua, kamar tidur yang luas, serta gaya arsitektur bangunan yang begitu unik dan indah.
"Aaaagghhh, tubuhku tersa lelah dan lengket sekali." ucap Sanum sambil meregangkan otot-otot tubuhnya dan berbaring pada kursi santai. yang terdapat di sudut ruangan menghadap taman bunga yang sedang bersemi.
"Sini aku pijat-pijat biar istri cantik ku ini merasa segar kembali." Arya berjalan mendekati sanum. yang sudah merebahkan tubuhnya di sandaran sofa santai.
Jemari Arya mulai melakukan pijatan lembut. membuat Sanum memejamkan matanya. menikmati setiap sentuhan tangan yang membuatnya rileks. namun tidak dengan matanya yang mengantuk akibat pijatan itu.
Arya tersenyum melihat tingkah istrinya yang sering menguap, kemudian langsung tertidur. dengan dengkuran halusnya.
"Sanum wajahmu lucu sekali, tidak Berubah masih seperti beberapa tahun silam." Gumam Arya sambil membantu memperbaiki posisi tidur Sanum agar lebih nyaman. setelah itu Arya menuju kamar mandi. untuk membersihkan tubuhnya yang tersa lengket hapis menempuh perjalanan panjang.
Arya membersihkan tubuhnya, dan kembali dengan pakaian yang rapi. Dengan stelan pakaian kerja, Arya mencium kening Sanum sekilas. dan pergi meninggalkan unit apartemen menuju sebuah kafe tempat dia melakukan pertemuan bisnis dengan klien nya, dan besoknya Arya juga harus mengikuti seminar besar yang dihadiri beberapa pengusaha besar.
***
__ADS_1
Cukup lama ibu lima orang anak itu tertidur, saat membuka Matanya. Sanum melihat sekeliling nya kosong.
"Mas....Mas Arya." teriak Sanum mencari-cari suaminya. mata Sanum melihat selembar kertas lalu membacanya.
"Sayang mas ada pertemuan penting, maaf ya mas tinggal kamu begitu saja. jika kamu butuh sesuatu tinggal pesan saja. nanti pelayan akan mengantarkan ke unit kamar kita."pesan yang tertulis disana.
Sanum menaruh kembali kertas itu, dia ngerti tujuan utama suaminya datang ke negara ini. setelah membersihkan tubuhnya, Sanum memilih duduk, sambil menyalakan televisi berukuran besar itu. dan memutar-mutar acar televisi yang satupun tidak menarik minatnya sama sekali.
"Aaa... sebaiknya aku pesan makanan saja." Dengan menggunakan bahasa Inggris yang fasih, Sanum memesan makanan dan minuman segar. tidak lama menunggu pesanan Sanum datang.
"Sanum." sapa Arya yang sudah duduk disampingnya.
"Mas, sudah selesai pertemuan nya."
"Sudah, begitu selesai mas langsung kembali. karena mas tahu kamu pasti menunggu- nunggu." ucap Arya.
"Mas udah makan?"
__ADS_1
"Belum datang."
"Mas, aku pesan makanan, ini masakan khas negara ini, dan rasanya benar-benar enak dan buat ketagihan." Sanum mengeluarkan makanan yang sengaja dia lebihkan untuk suaminya.
Setelah makan malam, Arya mengajak Sanum menuju balkon apartemen, mereka berdua bersantai. menikmati pemandangan kelap-kelip lampu yang cahaya bintang yang bertaburan. menambah keindahan dan suasana yang tersa begitu romantis.
Sanum mulai merasa kedinginan, hembusan udara malam langsung menembus kulit putih bersih nya itu. Arya merentangkan tangannya. seolah-olah meminta Sanum untuk duduk dipangkuan nya. istri nya yang paham langsung pindah ke pangkuan hangat tubuh Arya.
Arya merapatkan pelukannya, seakan ingin memberikan seluruh kehangatan tubuhnya pada sang istri tercinta, hal itu membuat Sanum mengulum senyum.
Arya menatap Sanum, pandangan mata mereka bertemu. seakan menyampaikan perasaan mereka masing-masing. Sanum semakin mendekatkan wajahnya. ciuman hangat mendarat dibibir suaminya. Arya tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan lagi. dia merasa sekarang lah waktu dan momentum yang tepat untuk mereka melakukan bercinta berduaan, layaknya bulan madu indah yang belum sempat mereka laksanakan di negara ini.
Sanum juga membalas perlakuan Arya, suasana malam yang dingin seakan berubah menjadi hangat. dan penuh gairah. kedua pasangan itu bermesraan dan melakukan nya disofa balkon. sensasi tersendiri dan tersa sangat romantis. yang mereka rasakan bercinta dan bercumbu ditempat terbuka. meskipun itu di balkon apartemen.
Sanum akirnya terkulai lemas, tenaganya terasa sudah terkuras habis setelah melakukan percintaan panjang mereka berdua. Arya mengulum senyum Melihat tingkah istrinya yang seakan memancing kembali gairah nya.
Arya membawa Sanum kedalam pelukannya, dan mengangkat tubuh Sanum menuju kamar mandi. dan mengisi bactub dengan air penuh, dia masuk kedalam bathub. dan mendudukkan Sanum kembali dipangkuannya. perasaan mereka tersa tenang dengan aroma terapi yang menyeruak di bactub itu.
__ADS_1