
Sanum meneguk minuman yang diberikan Arya, berharap dia akan berani dan tidak gugup lagi. harapan Sanum benar-benar terjadi, setelah meneguk minuman itu Sanum merasa ada sesuatu yang menjalar ditubuh nya dan mulai resah dan kepanasan. sehingga dia tidak mersa malu dan canggung lagi untuk membuka pakaian nya dihadapan Arya.
Sanum terbakar gairahnya sendiri, dia lupa siapa Arya yang terpenting baginya. pria tampan dihadapannya ini mampu memberikan nya kepuasan agar sesuatu yang mendesak ditubuh nya tersalurkan.
Arya tersenyum, karena dia juga mulai kewalahan dengan permainan yang cenderung Sanum lah yang terlihat lebih agresif menyentuh nya, Arya melupakan kekesalan nya terhadap Sanum yang lebih memilih uang dari pada tawaran cinta yang jauh lebih besar.
"Wanita bodoh, seandainya kamu mau menjadi wanita ku untuk selamanya. pasti kamu akan memiliki segalanya." bathin Arya yang mulai terbakar gairahnya.
Arya meluapkan segala kerinduan dan cintanya pada Sanum, inilah momen yang selama ini dia nantikan selama terpisah dari wanita dihadapannya. selama ini Arya maupun Sanum tidak pernah berhubungan dengan wanita lain, maupun laki-laki lain dan bercinta dengan orang yang sama dengan jarak waktu yang cukup lama. Malam itu kejadian dulu terulang kembali, Arya dan sanum kembali terbang kealam kenikmatan hubungan terlarang mereka.
__ADS_1
Paginya Sanum merasa tubuhnya remuk, dan perih di bagian sensitif nya. meskipun dia sudah pernah melakukan nya dulu. namun Sanum sekarang mersa seperti seorang perawan yang baru saja kehilangan mahkotanya.
Diliriknya Arya yang masih tertidur pulas, perlahan Sanum bangkit Menuju kamar mandi. dia menyeret langkah yang semakin mendekat ke pintu kamar mandi bercat putih itu, pandangan mata Sanum tertuju pada koper besar yang terletak di meja sofa.
"Dengan uang itu aku akan menyelamatkan putriku, dan akan memulai kehidupan kami yang baru gumam Sanum. melanjutkan kembali langkah nya, sebelah tangannya menyalakan dan mengisi bactub hingga penuh dengan Air dan berendam disana.
"Anak-anak ku, Mama begitu merindukan mu," gumam Sanum dengan mata yang masih terpejam, Sanum tidak menyadari jika dihadapannya sudah berdiri Arya yang memandang tubuh polosnya dengan gairah yang kembali memuncak.
Arya ikut masuk kedalam bactub, mengagetkan lamunan Sanum yang langsung membuka mata dan menata tajam kearah Arya.
__ADS_1
"Kenapa kamu memandangiku seperti itu, apa kamu sudah melupakan tugasmu untuk memuaskan ku?" Ucap Arya.
"Sama sekali tidak Tuan, aku hanya kaget karena Anda muncul secara tiba-tiba." jawab Sanum dengan mencoba bersikap ramah dan selembut mungkin.
"Okey Baiklah, sekarang aku ingin kembali melakukan permainan semalam. dalam keadaan sadar tanpa kamu terpengaruh minuman sialan itu lagi." Ucap Arya sambil tersenyum mesum memandangi tubuh putih Sanum tanpa gadis itu berani untuk menutupinya, meskipun saat ini Sanum mersa benar-benar malu dan tidak mempunyai harga diri lagi.
Wajah Sanum memerah, pergerakan nya sangat kaku dan terlihat sangat dipaksakan.
"Kenapa keberanian dan keagresifanmu tidak seperti semalam, kalau begini aku tidak akan puas melainkan seperti ingin memerkosa mu secara paksa dan penuh tekanan." Ucap Arya dengan wajah kesal dia bangkit berjalan menuju showear dan membersihkan tubuhnya disana.
__ADS_1