
"Aku juga bingung dengan Zein yang berhenti tiba-tiba dari perusahaan, alasan yang diutarakan nya juga tidak masuk akal, seakan-akan sengaja dibuat-buat Zein. tapi kita bisa apa ini hak dia dan sudah menjadi keputusan nya." terang Arya.
"Mas sudah makan?"
"Sudah, sayang." selesai mengganti pakaian nya dengan piyama tidur, Arya pergi ke kamar bayi kembar nya yang sudah tidur dengan pulas nya.
"Anak-anak ku yang menggemaskan." mencium mereka bergantian.
Arya menatap anak-anak nya yang lain, hidup nya terasa lengkap dan sangat bahagia dengan kehadiran mereka. senyum dan kecerian anak-anak nya mampu membuat rasa lelah dan beban pikiran Arya menjadi hilang.
"Terus sehat ya anak-anak ku, selalu lah menjadi penyemangat buat papa dan Mama." ucap arya dan kembali menuju kamarnya dan Sanum yang hanya dibatasi pintu penghubung dengan kamar anak-anak nya.
"Aku bantu pijitin ya mas." ucap Sanum, Arya mengangguk pelan. dan memejamkan mata merasakan nikmatnya pijatan lembut tangan Sanum, semakin lama semakin Membuat gairah Arya bangkit.
"Udah...sudah sayang, sebaiknya kita langsung tidur saja." ucap Arya, berusaha untuk meredamkan gairahnya mengingat Sanum yang baru habis melahirkan.
"Tahan Arya.... sampai masa nifas istrimu selesai." Gumam Arya sambil mengusap wajahnya.
__ADS_1
Arya memejamkan matanya, namun semakin dia berusaha semakin membuat nya tersiksa apalagi saat merasakan pelukan hangat tubuh Sanum dan hembusan nafasnya yang mengenai kulit wajah Arya.
"Mas kamu kok gelisah terus?" ucap Sanum yang ikut terbangun kembali .
"Mas... sedang menginginkan hubungan xxx sayang." ucap Arya.
"Bagaimana ini mas, aku habis melahirkan." terang Sanum yang tidak tega melihat suaminya tersiksa.
"Iya, mas ngerti sayang." balas Arya yang merasakan area sensitif nya semakin berdiri ibarat senjata siap tempur.
Sanum bingung harus berbuat apa untuk membantu suaminya saat ini, Arya yang sudah tidak tahan Akirnya mencium bibir dan wajah Sanum, tangannya tidak mau diam begitu juga dengan Sanum.
"Kita main area luar saja,"
"Caranya?"
"Pakai ini." mencium bibir Sanum, dan menarik tangan istrinya menuju xxx.
__ADS_1
Meskipun hanya dengan cumbuan dan sentuhan Sanun, mampu membuat Arya puas malam ini, sehingga dia bisa tertidur dengan pulas nya hingga pagi menjelang.
Sanum yang bangun lebih dahulu, setelah membersihkan tubuhnya. dia langsung menuju kamar anak-anak nya. memberikan asi eksklusif pada kedua bayi nya secara bergantian.
Meskipun ada pelayan dan pengasuh bayi yang membantu, Sanum lebih suka langsung mengurus kedua bayinya. kebahagiaan tersendiri bagi Sanum menjadi ibu dari lima orang anak-anak nya.
"Mama." Davina yang terbangun, melihat ada mamanya yang tengah menyusui afek bagi langsung mendekati Sanum.
"Mama, Vina juga mau minum susu tapi Mama yang bikinin." ucap nya.
"Baik sayang, tapi tunggu dedek bayi selesai dulu ya." membujuk Davina yang kadang-kadang juga ingin perhatian dari mamanya.
"Abang jugama." ucap Devan.
"Aku juga ingin susu buatan Mama." Devano ikut-ikutan dengan saudara nya yang lain.
"Biar papa saja ya yang nyiapin susunya, Kasihan Mama yang lagi nyusuin adek." balas Arya yang tiba-tiba muncul dari kamar dengan pakaian yang sudah rapi dan wangi.
__ADS_1
"Hore....hore...aku mau minum susu buatan papa saja." ucap mereka kegirangan.