One Night Love Presdir

One Night Love Presdir
Kebahagiaan


__ADS_3

"Mas Rendi, ini merupakan anugrah terindah dalam hidupku. aku belum pernah merasakan kebahagiaan seindah ini mas." ucap Sahsa membelai lembut wajah bayi perempuan yang masih tertidur pulas setelah diberikan ASI eksklusif untuk pertama kalinya oleh Sahsa.


"Iya sayang, dibalik musibah yang menimpa ku. aku mendapatkan kebahagiaan yang luar biasa. dirimu dan anak kita sesuatu yang tidak bisa tergantikan dalam hidupku." ucap Rendi.


"Selepas aku sembuh, aku ingin kita pindah kembali ketanah Air, bagaimana pun aku lebih nyaman dan tenang tinggal negara sendiri." terang Sahsa.


"Tentu sayang, lagian perusahaan juga sudah terbengkalai cukup lama. meskipun Arya ikut serta membantu mengelola nya." sela Mami Berliana.


***


Sebulan berlalu, setelah Rendi dinyatakan benar-benar sembuh, mereka semua memutuskan untuk pulang ketanah Air, tanpa sadar Sahsa menitikkan air mata penuh haru. karena menghirup angin segar negaranya kembali.


Masih teringat beberapa bulan yang lewat, dia pergi meninggalkan negara ini dengan perut yang mulai membesar dan suami yang hanya bisa duduk dikursi roda, sekarang semua keinginan dan harapan Sahsa sudah terkabul.

__ADS_1


"Mas, aku ingin kita menyantuni fakir miskin dan panti asuhan, sebagai wujud syukur kita." ucap Sahsa.


"Tentu sayang, sebelumnya mas juga sudah terpikir kearah sana. semoga dengan usaha kita uang berubah menjadi lebih baik ini diridhoi Allah." balas Rendi.


Berliana mengajak keluarga besarnya, untuk kembali tinggal dirumah besar mereka yang dulu. Rumah yang sudah lama tidak mereka tempati lagi, yang begitu banyak menyimpan kenangan indah.


Arya mengajak keluarga besarnya, untuk berkunjung kerumah Rendi, begitu mendapatkan kabar jika sahabat baiknya itu sudah sembuh, dan kembali dari Amerika dengan membawa serta seorang bayi perempuan yang sangat cantik.


Anak kembar Sanum sudah terlihat aktif, meskipun usianya masih beberapa bulan. tapi tubuhnya yang gembul membuat nya terlihat seperti bayi yang sangat lucu dan menggemaskan.


"Selamat ya Sahsa." ucap Sanum dan Arya memberi selamat atas kesembuhan dan kehadiran anak ditengah-tengah kebahagiaan mereka.


"Terimakasih Arya, Sanum." balas Rendi yang diikuti Sahsa.

__ADS_1


Suasana Rumah besar Rendi, terlihat ramai dengan kunjungan Arya yang membawa serta anak-anak nya, dan tiga orang pengasuh yang akan membantu Sanum.


Berliana tersenyum senang, dia merasa terharu karena tidak pernah terbayangkan sebelumnya. Rumah besar uang dulunya sepi. sekarang penuh dengan gelak tawa anak-anak serta tangisan bayi yang ikut bersahutan antara salah satu bayi kembar Sanum dengan bayinya Sahsa yang baru lahir.


"Cup...cup...sayang, kenapa ikut-ikutan nangis sih." Arya mengendong anak kembarnya dan mencoba untuk menenangkan nya.


Sementara Rendi juga membawa anak bayi mungilnya, yang sedang memonyongkan kan mulut seperti kehausan, sambil menangis kencang kedalam gendongan nya, mencium lembut kedua belah pipi bayinya, kemudian diserahkan kepangkuan Sahsa untuk segera disusui.


"Sayang, seperti nya bayi kita kehausan." ucap Rendi.


Sahsa menggeser posisi duduknya, karena akan memberikan asi pada bayinya yang langsung terdiam, setelah mendapat ASI dari sang ibu.


"Ngomong-ngomong gimana kabarnya Zein, aku sudah lama tidak bertemu dengan asisten mu itu?" terang Rendi.

__ADS_1


"Setelah menikah dengan Jeniffer, Zein sekarang juga memutuskan keluar dari perusahaan." terang Arya yang tiba-tiba merasa kehilangan Zein, yang selama ini selalu bersama dengan nya kemanapun Arya bertugas, termasuk urusan pribadi Arya, Zein lebih banyak membantu dan ikut campur.


"Mungkin dia mempunyai alasan sendiri, sehingga memutuskan untuk fokus dan keluar dari pekerjaan. aku yakin itu i tidak mudah bagi Zein." terang Rendi, yang juga sempat dekat dengan Zein untuk mengelola salah satu bisnis kerjasama mereka dulu.


__ADS_2