
"Sebenarnya, malas juga sih tidur bareng si mesum ini." Gumam Natasya sambil mengenakan pakaian Piyama tidur yang lebih tertutup.
Perlahan Natasya merebahkan tubuh kecil nya, agak menjauh ketepi ranjang. masuk ke dalam selimut, sekian lama tidur, Natasya tidak bisa terlelap dengan nyenyak, meskipun dia berusaha untuk terus memejamkan mata, diliriknya Farrel yang sudah tertidur pulas.
"Nyenyak juga tidur nya si mesum ini." Natasya akhirnya kembali berusaha untuk tidur. tidak butuh waktu lama, gadis itu akirnya tertidur juga dan sudah terbang menuju alam mimpinya.
Sementara Farrel yang hanya berpura-pura tidur, duduk perlahan-lahan dan memandang wajah Natasya dari dekat, seperti ada sebuah magnet yang menarik dirinya, tanpa sadar, tangan Farrel menelusuri tiap lekuk wajah cantik itu, meskipun dia tidak pernah mengakui kelebihan yang dimiliki istri nya.
Tiba-tiba Natasya membuka matanya, persis seperti vampir yang terbangun karena zimat ajaibnya dicabut.
"Aaaaahhk ....... " spontan Farrel berteriak saking kagetnya, dengan nafasnya yang ngos-ngosan. Farrel mengusap dadanya.
"Apa yang kamu lakukan? apa kamu ingin memperkosaku lagi, jangan harap Farrel." ucap Natasya marah, gadis cantik itu kembali melanjutkan tidurnya dengan membelakangi Farrel dengan dua buah guling yang menjadi pembatas mereka berdua, dalam selimut Natasya tertawa puas saat betapa malu dan kagetnya Farrel barusan.
__ADS_1
"Geer benget sih Lo, sapa juga yang mau memperkosa cewek kayak Lo. malam itu hanya kebetulan tau." elak Farrel , meskipun saat ini dia sudah ons melihat Natasya. bercampur rasa malu Farrel menengelamkan tubuhnya dalam selimut, ingin rasanya Farrel bersembunyi dikutup Utara atau timur tengah. merutuki kecerobohannya.
"Ya Tuhan mau di taroh di mana muka ku nantinya..,, bodoh,.... bodoh, kamu Farrel, pasti Natasya berpikir aku sudah jatuh cinta padanya sekarang." memukul jidatnya pelan.
Akirnya, Farrel memilih untuk melanjutkan tidurnya, namun tidak berlangsung lama, Farrel kembali terbangun dari mimpi indah nya. dia berjalan cepat menuju kamar mandi untuk buang air kecil. saat kembali masuk dalam selimut nya. Farrel lupa akan fungsi guling pembatas tidur mereka yang terletak ditengah-tengah. dia melemparkan guling yang semula jadi benteng pembatas diantara mereka.
Meskipun gerakan Farrel pelan namun pasti, tangan nya sudah melingkar sempurna di dada Natasya, yang di ikuti paha nya menghimpit paha istri nya. dia seperti memeluk guling yang empuk, rasanya begitu nyaman dan memberikan kehangatan yang begitu memabukkan.
Farrel tidak puas dengan hanya memeluk saja perlahan dia bangun. dia menciumi keninn, pipi, mata dan terakhir bibir Natasya.
"Sayang ternyata tubuhmu wangi juga ya, dan bibir mu ini rasa anggur manis dan memabukkan, rasanya aku ingin kembali mengulang malam indah kita dulunya." Gumam Farrel dalam hatinya.
Farrel berhenti sejenak, ketika melihat Natasya mengeliat, dia berpura-pura tidur. setelah merasa aman kembali. Farrel keluar lagi dari balik selimut, untuk melanjutkan kembali ke gilaanya sebagai maling untuk mencumbui istri nya sendiri.
__ADS_1
"Seperti Natasya sudah tidur beneran," Farrel mengibaskan tangannya didepan wajah Natasya, untuk memastikan jika istri nya sudah benar-benar tidur kembali.
"Aman, seperti nya Natasya tidak menyadari aksiku." Gumam Farrel.
Ciuman nya berlanjut ke leher Natasya, puas bermain-main dan meningal kan jejak kemerahan disana. perlahan Farrel menyingkap baju piyama tidur Natasya, seperti maling aksi Farrel beraksi dengan sangat baik.
Hingga dia tidak tahan lagi dengan permainan nya sendiri, dan kembali masuk ke kamar mandi. untuk menyudahi sesuatu yang sudah hampir mencapai puncak nya.
Untuk yang kedua kalinya Farrel kembali masuk kedalam selimut, tak lupa dia memperbaiki pakaian Natasya, dan meletakan kembali guling ditengah nya. yang tadinya dilempar sembarang arah.
Senyum kepuasan tersungging dibibir Farrel, dia sudah lupa dengan ucapannya sendiri yang mengatakan tidak akan menyentuh Natasya lagi.
Natasya merasa semua itu seperti mimpi yang nyata, namun dia seolah-olah ikut terbawa suasana permainan Farrel. dan membuatnya karena Farrel memperlakukan nya dengan begitu lembut.
__ADS_1