
Sanum melirik sekilas, saat suaminya berjalan masuk Kekamar mendekati dirinya yang tengah melamun indah. yah ibu Lima orang anak itu, masih tetap terlihat sangat cantik dan terawat. bahkan dia semakin seksi dengan tubuhnya yang padat berisi.
" Sayang...., kamu kenapa bengong gitu, ntar kemasukan baru tahu rasa keenakan lagi" goda Arya.
"Emang ada orang kemasukan trus dia keenakan, emang kemasukan apa itu..." pikiran Sanum langsung menuju, tentang makhluk halus yang barusan diceritakan Jeniffer, yang telah mengganggu ketentraman kebahagiaan keluarga kecilnya.
Sanum menatap bingung suaminya, yang mengulum senyum mesumnya.
"Mas, kok senyum-senyum sih, ada yang lucu?"
"Ada" Arya menarik tubuh Sanum kedalam pelukannya, gairah muda nya kembali bangkit setiap menggoda sang istri tercinta.
"Benaran kamu mau tahu kemasukan yang bikin enak itu?" Arya membisikkan di telinga Sanum, sambil menggigit pelan daun telinga. bahkan tangannya mulai jail, kesana kemari. membuat Sanum mengelus kegelian.
"Aw....geli mas" Sanum memukul pelan, dan berusaha untuk lepas dari rangkulan pelukan Arya.
__ADS_1
Arya tidak menghiraukan lagi ocehan sang istri, rasanya menikmati aroma tubuh istri tercintanya, merupakan candu dan keindahan tersendiri bagi Arya, yang semakin memperdalam ciumannya.
"Mas, udah. ntar ketahuan anak-anak malu." bisik Sanum.
"Aku sudah mengunci pintu sayang, lagian ini malam apa? ayo ingat. kita harus melaksanakan sunah Rasul." bisik Arya.
Arya tidak memberikan kesempatan buat Sanum, mengeluarkan suaranya lagi, karena mulutnya terus bermain dan mencium bibir yang terasa begitu manis.
Tangan itu terus bermain dan terus ke bawah menuju area favorit nya, Sanum semakin tidak bisa mengendalikan bahasa tubuhnya. dia berusaha menahan ******* nya. entah kenapa Sanum merasa malu jika Arya mendengar ******* nya. padahal mereka sudah lama mengarungi biduk Rumah tangga.
"Sudah...aku tidak tahan, geliiii tau." Ucap Sanum dengan suara tertahan.
Arya mengulum senyum melihat tingkah istrinya, tanpa Sanum sadari tubuh mereka sudah sama-sama polos, dan kembali berpacu menikmati permainan yang tidak pernah membuat mereka berdua bosan. seperti minum air setelah lepas dahaga beberapa jam berikutnya mereka akan kehausan kembali.
Hingga akhirnya Sanum tertidur pulas di pelukan suaminya, yang masih menatap wajah cantik sang istri, yang terlihat seperti bayi dengan dengkuran halus. hembusan nafasnya mengenai leher jenjang Arya. yang semakin tua semakin jadi.
__ADS_1
"Sayang.... gaya tidur mu lucu sekali." sambil merapikan rambut panjang Sanum yang hampir menutupi wajah dan menyelipkan di balik telinga.
Arya memperbaiki tidur Sanum, dan menyelimuti hingga leher, lalu berjalan menuju kamar mandi. Al membersihkan tubuhnya yang terasa lengket sehabis permainan panas mereka.
Selesai berpakaian rapi, Arya tiba-tiba teringat Zein yang belum ada kabar beritanya. kecemasan tiba-tiba melanda ayah empat orang anak ke!bar itu.
"Sebaiknya, aku melaksanakan sholat malam. berdoa agar Zein dan keluarga nya selalu dalam lindungan mu ya Allah SWT." ucap Arya.
Selesai sholat, dalam doa panjang nya Arya minta pengampunan atas dosa-dosa nya selama ini, perlindungan untuk keluarga tercinta, dan Zein dan keluarga nya.
Arya merasakan ketenangan dan kedamaian, sholat dan berserah diri membuat Arya sadar akan arti hidup yang sesungguhnya. dia juga berharap putra dan putri tidak menempuh jalan yang salah dalam pergaulan mereka nantinya.
Teman-teman baca novel terbaru author, yang tidak kalah seru dari cerita Sanum, thanks
__ADS_1