One Night Love Presdir

One Night Love Presdir
Perlombaan


__ADS_3

"Pagi Putri Davina."


Aldo langsung menghampiri Davina yang baru datang dan ikut bergabung bersama mereka.


"Pagi juga Aldo."


Davina duduk disebelah Aldo, posisi yang dekat, membuat Aldo bisa menghirup aroma wangi farfum yang segar dari tubuh Davina. ampuh membuat jantung Aldo berdetak kencang, dan hati cenat- cenut.


Pagi yang sangat cerah, dan suasana yang sangat mendung untuk mengadakan berbagai macam kegiatan dan perlombaan bagi setiap murid termasuk para guru, dengan tujuan agar kedekatan semakin terjalin erat. semua berkumpul di lapangan, tidak terkecuali para guru pun ikut, mereka sarapan bersama di tempat yang telah disediakan khusus oleh pemilik villa. Jo yang terlambat datang celingak-celinguk mencari posisi tempat para sahabatnya makan, Davina, Aldo dan Vita.


"Jo sini" Vita dan yang yang ternyata telah berkumpul dengan Davina dan Aldo, segera melambaikan tangannya.


"Iya, bentar. aku mau ambil minuman panas dulu." balas Jo yang mersa sangat kedinginan dengan udara puncak. tidak lama Jo berjalan ke arah mereka, sambil membawa sarapannya sendiri.


Aldo menyuap sarapan nya sambil sesekali melirik Davina, wajah cantik itu selalu ampuh membuat hatinya damai. sikap dan tingkah Vita dan Jonathan membuat Davina dan Aldo merasa risih dan bete'sendiri dengan tingkah mereka berdua, yang seolah-olah sengaja pamer kemesraan. di hadapan pasangan yang belum resmi berpacaran, tapi mereka sudah mengetahui perasaan masing-masing. meskipun Aldo masih menyandang status jomblo akut.

__ADS_1


"Kayaknya ada yang lagi baper ne...." goda Vita. yang membuat Aldo dan Davina cuek bebek mendengar perkataan mereka.


"Ada lem ngak?" ucap Jonathan.


"Buat apaan ?" Vita bengong.


"Ya...elah, buat ngelem hati sahabat kita ini lah, tapi lemnya harus merekat kuat, biar tahan banting, dan mereka bisa lengket kayak kita dan tidak menutupi perasaannya lagi."


"Ada namanya lem Setan, yang nempel terus ibarat setan yang selalu mengikuti dan menggoda manusia." ucap Aldo.


"Ih serem." balas Vita


"Ya Al, jadi kamu jangan sampai berhenti di tengah jalan. atau Davina cantik ini direbut orang." ucap Jonathan menakut-nakuti Aldo.


"Berhenti ditengah jalan ?" ucap Davina yang polos.

__ADS_1


"Tidak... tidak...kalau Aldo ketabrak mobil tanggung jawab Lo...." Davina menatap Vita dan Jo, yang langsung menggaruk kepalanya yang tidak gatal, kesal dengan tingkah sahabat nya itu.


Mereka berempat kembali tertawa, sehingga meja Aldo and The Genk jadi pusat perhatian semua orang. namun mereka acuh saja. hingga suara guru yang mengunakan pengeras suara meminta segera para siswa-siswi untuk berkumpul karena akan mengadakan perlombaan pagi ini.


"Davina ikutan lomba yuk" bisik Vita antusias.


"Emang lomba apaan ?"


"Katanya sih lomba nangkap tuch belut, trus masukin botol" ucap Jo semangat, karr itu merupakan salah satu hobinya dikampung dulu.


"Apa belut... iii geli" Davina bergidik membayangkan belut apa lagi menyentuh binatang yang sangat licin itu.


"Ha...ha...ha...sama belut aja takut." ledek Vita, sambil menerawang membayangkan mengelus-elus binatang licin dan panjang tersebut.


Semua telah berkumpul di Lapangan, hari ini mereka akan mengadakan berbagai macam perlombaan, dan salah satu nya menangkap belut. perlombaan ini disambut antusias para siswa-siswi, bahkan sudah banyak yang maju dengan berharap mendapatkan hadiah yang lucu juga, yaitu patung berbentuk belut.

__ADS_1


"Maju Lo...sana." ucap Aldo memerintahkan Jonathan yang sudah bersiap- siap


"Okey sapa takut, ntar aku akan persembahan piala belut itu, untuk kalian bertiga." teriak Jo semangat.


__ADS_2