One Night Love Presdir

One Night Love Presdir
Curhat Sasha mengejutkan Rendi


__ADS_3

“Maaf, tanpa sadar aku terlalu banyak bicara,”


Sasha langsung terdiam, menyesali kecerobohan nya, entah apa yang mendorong pikiran nya sehingga sesuatu yang ditutup rapat-rapat nya selama ini, terbongkar dengan sangat mudah pada Rendi, yang semula Sasha hanya berniat memberi motivasi saja.


“ Sasha, anggap lah aku sebagai sahabat tempat mu berbagi. Aku suka mendengarkan ceritamu, sehingga aku berfikir jauh lebih tenang sekarang. Lanjutkan ceritamu terutama dengan laki-laki yang sudah mengambil keperawanan mu itu, apa kamu tidak mencari laki-laki nya untuk meminta pertanggungjawaban ?” Ucap Rendi dengan detak jantung yang tiba-tiba berpacu kencang.


“Pernah tapi, dia menghilang begitu saja?” Tutur Sasha, spontan tangan nya mengelus perutnya.


“Apa kamu Hamil? Anak laki-laki itu.?” Ucap Rendi yang sudah tidak sabar lagi mendengar penuturan Sasha selanjutnya.


“Ya..., Eh tidak... tidaaaakkk.” Jawab Sasha.


"Bagaimana ini, aku bisa dipecat dari pekerjaan jika tuan Rendi dan Bu Berliana mengetahui jika aku hamil, dan menganggapku tidak bisa bekerja dengan baik nantinya. sementara aku butuh banyak uang untuk biaya ku dan bayi ini nantinya."


“Jujurlah padaku Sasha, aku akan membantumu termasuk dari orang-orang yang akan menganggap rendah dirimu nanti.” Ucap Rendi.


“Benarkah Tuan muda,?"

__ADS_1


"Tentu Sha." sambil mengangguk mantap, menatap bola mata Sasha.


"Sebenarnya aku sedang hamil, Tuan muda. Makanya aku mengunakan baju yang kebesaran. Untuk menutupi perutku yang mulai berisi.. semua ini benar-benar kesalahanku,  termasuk  ketelodaran laki-laki brengsek itu yang meninggalkan benda keramat nya yang bocor dalam rahim ku ini” Terang Sasha yang wajahnya langsung berubah terlihat sangat kesal dan marah.


“Benda keramat.” Rendi sebisa mungkin menahan senyum nya, teringat kejadian malam itu. Bagaimana panik dan cemasnya Sasha.


“Mana pengaman mu.?”


“Pengaman apa?” balas Rendi yang lupa.


Rendi yang merasa sudah mengunakan pengaman dengan baik, ikut panik dan membantu Sasha  mencari benda itu.


“ Apa ketinggalan didalam, aduuuuh gawat....,” teriak Sasha panik lalu pergi meninggalkan Rendi begitu saja. Sambil menyeret langkah nya yang masih perih dibagian pribadinya. Sejak kejadian itu dia dan Rendi tidak pernah bertemu lagi.


Rendi saat ini, ingin berteriak dan mengatakan betapa bahagianya dia mendengar kabar bahagia itu,  begitu tahu jika Sasha mengandung anaknya, meskipun semula dia sangat berharap itu tidak terjadi, namun sekarang dia mersa begitu menginginkan kehadiran bayi tersebut untuk segera terlahir kedunia ini. tapi seketika raut wajahnya berubah kembali muram dan sedih.


“Jika aku jujur dan berterus terang,  jika  laki-laki brengsek yang dimaksud Sasha itu adalah aku, mungkin dia akan pergi dan meninggalkan ku, dan membawa serta bayi kami. Tidaaaakkk....aku harus bisa merahasiakan semua ini dari Sasha, dan berusaha agar dia dan bayinya tetap tinggal disini. dia tidak boleh meninggalkan aku karena hanya bayi itulah harapan ku satu- satunya. agar keluarga ini memiliki penerus sah  kekayaan perusahaan besar  Berliana,” gumam Rendi yang seolah-olah sudah menemukan semangat hidupnya kembali. Raut wajahnya sudah terlihat ceria.

__ADS_1


“Tuan muda, kenapa Anda terlihat bersemangat mendengar ceritaku Gadis yang malang ini?” Ucap Sasha mengusap air matanya.


“Tidak Sasha, aku Cuma kasihan melihat dirimu dan calon bayi yang tidak berdosa itu. Sehingga aku berfikir ingin mengajakmu untuk tinggal dirumah besar ini. Supaya kamu dan bayi mu aman, dan kalian tidak akan kekurangan apapun. Jika perlu aku akan menyerahkan semua aset kekayaan ku atas nama bayi mu nantinya.” Ucap Rendi Tanpa sadar mengeluarkan semua rencananya, yang membuat Sasha melongo seakan-akan tidak percaya dengan pendengaran nya barusan.


“Ini mungkin hanya halusinasi ku saja, tidak mungkin Tuan muda gorila ini akan mengatakan semua  yang aku dengar barusan.” Gumam Sasha yang tiba-tiba hilang kesadaran nya.


“Sasha kamu kenapa? Sasha banguuuunn.” Rendi berusaha keras untuk menahan tubuh Sasha agar tidak jatuh ke bawah.


Rendi memanggil beberapa orang pelayan, dan meminta mereka untuk membawa Sasha  istrahat dikamar tamu.


“Tolong kalian perlakukan Sasha dengan baik, layaknya keluarga dirumah ini. Dan segera panggil kan dokter keluarga.” Perintah Rendi.


“Baik Tuan Muda.” Mereka membawa Sasha dan menidurkan nya dikamar.


“Aku harus mencari waktu yang tepat, dan memberi tahukan kepada Mami tentang masalah ini. Aku harap Mami dan papi mau menerima kehadiran Sasha dan bayinya, meskipun merahasiakan status ku sebagai ayah kandung  dari bayi  Sasha, agar dia tidak pergi dari rumah ini.” Gumam Rendi.


 

__ADS_1


__ADS_2