One Night Love Presdir

One Night Love Presdir
Pergi ke Meksiko


__ADS_3

"Sanum apakah kamu mengenali nyonya Melinda.?"


"Iya Nita, dia adalah orang kaya sangat baik dan dermawan." balas Sanum. yang berniat untuk segera menyusul Anak ke Amerika.


Besoknya Sanum menyimpan semua uang yang diberikan Arya, dan mengunakan kartu kredit dan ATM untuk mempermudah dia, setelah itu dia mengutus pasport untuk keberangkatan menuju Amerika, setelah semua selesai diurus Sanum, tiba-tiba dia baru sadar jika gerak gerik nya telah diintai oleh orang-orang Arya.


"Sebaiknya aku harus segera kabur ke Amerika," gumam Sanum yang langsung mengambil penerbangan pertama, dia sengaja untuk tidak pulang. menemui Revano dan Devan, dia takut orang-orang Arya akan mencurigai dirinya dan mengikuti nya hingga rumah dan bertemu dengan kedua jagoan nya.


"Tidak, aku harus bisa mengelabui orang-orang suruhan Arya."


Sampai di Amerika Sanum tidak langsung menuju rumah sakit, melainkan sebuah hotel. dia menghubungi Nyonya Melinda untuk meminta bantuan beliau.


"Hallo siapa ini?" Ucap Melinda mengerutkan keningnya melihat no baru di layar monitor ponselnya.

__ADS_1


"Nyonya ini aku Sanum."


"Sanum, maaf Tante tidak mengenali No baru kamu."


"Bagaimana kabar Davina Tante?"


"Kondisi nya sangat baik Sanum, dia terus menanyakan kamu, Sanum datanglah kesini biar tante akan urus semua biaya keberangkatan kamu nak."


"Terimakasih atas kebaikan Tante, tapi Sanum bingung dan takut untuk menemui Davina serta kedua kakak kembarnya dirumah." Sanum memberanikan dirinya untuk berterus terang, berharap nyonya Melinda yang kaya raya itu mau membantu dan bekerjasama untuk melindungi ketiga anak-anak nya.


"Tante, sebenarnya ketiga anakku masih mempunyai seorang ayah, dari hubungan terlarang yang pernah aku lakukan dengan seorang laki-laki yang aku kira hanya orang biasa, namun diluar dugaan ku dia ternyata seorang penguasa, namun dia tidak mengetahui jika selama ini aku telah memiliki anak darinya selepas hubungan yang kami lakukan dalam keadaan sama-sama mabuk." Ucap Sanum dan terdiam.


"Teruskan ceritamu nak," Ucap Melinda mengulum senyum, karena dia sudah mengetahui semuanya, dari hasil penyelidikan asistennya Sena. dan orang-orang nya, tapi Melinda masih berusaha untuk menyembunyikan dari Sanum maupun Arya. dia ingin keduanya menyadari kesalahan mereka masing-masing. dan akan membuat sandiwara baru seolah-olah dia penyelamat yang tidak tahu apa-apa. dan berharap suatu saat Arya dan sanum bisa bersatu untuk membesarkan anak-anak mereka.

__ADS_1


"Tante, aku takut dia merebut ketiga anak-anak ku. karena dia sepertinya mulai mencurigai aku." Tutur Sanum.


"Terus kita harus bagaimana Sanum, agar kamu dan anak-anak mu mersa nyaman.?"


"Aku bingung Tante." Sanum mengusap kasar wajahnya.


"Begini saja Sanum, bagaimana jika kamu dan ketiga anak-anak mu tinggal bersama kami di Meksiko, kampung halamannya Oma. Tante yakin dia tidak akan bisa melacak keberadaan mu lahi." gumam Melinda yang yakin jika Arya tidak mungkin mencari Sanum sampai ke Meksiko, karena dia tidak betah lagi di negara itu. paling tidak sampai Sanum merasa nyaman dan percaya pada dirinya dan Oma.


"Baiklah Tante." Ucap Sanum.


Malam itu Sanum memakai pakaian tertutup, sehingga mampu mengelabui orang-orang suruhan Arya yang baru saja sampai di hotel tempat Sanum menginap.


Sanum memeluk sayang Davina setelah berhasil bertemu Putri kecilnya, malam itu tanpa menunggu waktu lagi Sanum, Davina dan Melinda langsung menuju Meksiko, sedangkan Nita pulang kembali keindonedia.

__ADS_1


Nita sangat bahagia karena dia juga mendapat sejumlah uang dari Melinda, cukup kebutuhan setahun mungkin.


__ADS_2