
Bilqis duduk menyendiri, sibuk mengetik sebuah naskah novel dengan laptop kesayangan nya. hobby menulis Bilqis ini sudah sejak lama dia tekuni, dia merasa sangat puas jika imajinasi nya disalurkan dengan bentuk cerita. karya-karya nya itu pernah memenangkan kontes berbagai lomba menulis. meskipun tidak banyak orang yang mengetahui hal itu, termasuk kedua orang tuanya.
Malam itu Balqis, sengaja duduk sendiri di sofa di atas balkon, inspirasi nya seakan-akan muncul jika dalam kesendirian nya ini. Hayona yang paham dengan hobby menulis sahabatnya. sengaja tidak mendekati Balqis, takut mengganggu. mengingat Balqis akan mengikuti perlombaan penilus berbakat yang disengaja diadakan oleh perusahaan penerbit buku dan novel terkenal.
"Balqis aku berharap suatu saat nanti, kamu akan menjadi penulis terkenal dan sukses." ucap Hayona.
Devan yang melihat Balqis yang sendiri di balkon asrama Putri, mengerutkan keningnya sambil memperhatikan mimik wajah Balqis yang terlihat serius, kemudian kembali mengetik di laptop nya.
"Oh... pujaan hati ku ada apa dengan mu.... Balqis? Kanda akan datang untuk pergi menghibur sayang...." ucap Devano keras.
Suara itu mengagetkan Devan, yang sedang serius menatap Balqis dari depan baikon asrama mereka. Devano sengaja mengucapkan kata-kata puitis nya. untuk meledek Devan. yang diikuti gelak tawa Yuga.
"Apa-apaan sih kalian berdua" Devan melonggos kesal menatap kakak dan sahabat nya yang tengah meledeknya itu.
"Devan kelihatan nya Balqis tengah bersedih, gimana kalau kita hibur dia dengan suara mu yang merdu itu?' ucap Yuda.
__ADS_1
"Caranya ?"
"Kamu bawa gitar ini, dan nyanyikan lagu yang romantis untuk Balqis, aku yakin dia akan senang dan terhibur"
"Mmhh...ide mu brilian teman, aku setuju" jawab Devan.
Devan mengambil gitar Yuda, berjalan kebawah menuju taman belakang yang berdekatan dengan kamar Balqis, sementara Devano dan Yuga dengan setianya mengikuti Devan dari belakang.
"Okey....satu...dua....tiga, mulai" ucap Yuga.
Balqis tersenyum senang melihat aksi Devan, Devano dan temannya itu, rasa capek nya seakan hilang seketika, ditambah lagi dengan gaya goyangan Yuga yang lucu. membuat Balqis tertawa lepas. Hayona yang ikut mendengar langsung menghampiri Balqis.
"Aaahhh kak Devano ku." Hayona langsung melambaikan pada Devano, yang merasa risih melihat sikap lebay Hayona.
Namun tidak dengan ibu pengawas asrama Putri yang kesal dengan suara ribut-ribut itu, yang bertepatan sekali dengan pintu kamar nya. dan mengintip melalui celah-celah jendela kamar nya.
__ADS_1
"Oooo.....jadi ini anak-anak bandel yang bikin ribut, malam-malam begini, ganggu tidur orang saja" Ibu pengawasan mengomel, sambil berjalan menuju kamar mandi. dan keluar sambil membawa seember air dingin yang telah dicampur nya terlebih dahulu dengan pecahan es batu.
"Ni rasakan....semoga kalian kapok setelah ini"
Ibu pengawas membuka jendela nya dan.........
"Byuuuuurrrr...........,, Devan, Devano dan Yuga basah kuyup sambil menggigil kedinginan.
"Rasain kalian, malam-malam bukan nya belajar dan tidur. malah bikin ribut penghuni lain, cepat pergi dari sini....sebelum aku panggilkan security." lalu menutup kasar pintu jendela nya.
"Duuuuhhhh.....dingiiiinnn....,, ucap ketiga nya. yang membuat tawa dan teriakan penghuni asrama lain yang menyaksikan pecah.
"Hu.....hu....rasain kalian,, ha...ha...ha...."
Devan membalikkan badannya untuk kembali menuju asrama nya, namun dia masih menyempatkan dirinya untuk melirik Balqis yang masih memegangi perut, tertawa lepas melihat aksi konyol mereka.
__ADS_1