
Dipertemuan yang terduga ini, Rendi dan Sahsa dengan bangga memberikan sebuah undangan khusus untuk Arya dan Sanum.
"Arya, Sanum. ini undangan untuk kalian."
"Undangan?"
"Ya, untuk menghadiri acara peluncuran novel hasil karya Balqis, aku harap kalian berdua bisa berkenan untuk hadir. memberikan dukungan pada Putri kami, dengan mengunjungi acara besar ini. " terang Rendi.
Arya memperhatikan undangan tersebut, dia ikut tersenyum bangga melihat perkembangan Balqis diusianya yang masih sangat remaja. namun sudah berhasil berkarya dan membuat bangga kedua orangtuanya.
__ADS_1
"Baiklah Rendi, insya Allah. kami akan hadir." balas Arya.
***
Talented Writer Internasional, merupakan pameran hasil karya dan peluncuran novel hasil karya-karya berkualitas, tingkat internasional yang dikuti berbagai negara. diadakan disalah satu kota terbesar Di negara ini. setiap negara yang ikut pameran novel mereka berkesempatan untuk memperkenalkan karya. ditingkat internasional dan akan mendapatkan market place sendiri dari sponsor dan percetakan, agar nilai dari karya-karya mereka bisa tiga kali lipat dari harga pasaran.
Humairah Balqis, sangat bahagia dan merasa terhormat karena mendapat kan kesempatan khusus untuk bisa mengikuti pameran tingkat dunia ini. senyuman indah tak pernah lepas dari bibirnya. dia merasa bangga dengan hasil yang telah diperoleh nya.
"Aku yakin, kedua orang tua ku pasti bangga. dengan hasil yang telah aku dapatkan."
__ADS_1
Karena akan banyak Media Luar dan dalam Negeri. yang akan meliput kegiatan Pameran terbesar di asia ini nanti. Balqis mencoba menampilkan semua koleksi novel terbaiknya. dan tampil secantik mungkin, dia tidak ingin ada kesalahan sekecil apapun.
Hari ini acara pembukaan Talented Writer Internasional, telah resmi dibuka, para peserta berkesempatan mempresentasikan hasil karya mereka mereka masing-masing. dan sekarang giliran Balqis, dia maju dengan penuh percaya diri, dan menjelaskan dengan sangat sempurna bermodal bahasa Inggris nya yang fasih dan jelas. dia mempresentasikan dengan sangat manis, membuat orang-orang disana terpesona, dan diakhiri tepuk tangan yang meriah.
Balqis juga mendapat kan sertifikat dari penyelenggara acara. dan sejumlah uang atas keberhasilan nya, karna begitu banyak orang-orang yang datang dan melihat karya dan membelinya karena sudah tertera tanda tangan dari Balqis langsung. ini pencapaian yang sangat luar biasa.
Disesi wawancara yang diadakan salah satu stasiun TV swasta, tidak lupa Balqis mengucapkan terima kepada para pihak yang telah membantu hingga sukses seperti sekarang. Balqis juga berencana akan menyumbangkan sebagian pendapatan nya ini pada yayasan yang dikelola Oma Berliana.
"Disini Balqis juga mengucapkan terimakasih, atas dukungan dari Mama dan papa. Balqis bangga memiliki orang tua seperti kalian berdua." ucap nya tanpa sadar air mata Balqis menetes, begitu juga dengan Rendi dan Sahsa, yang saling berpelukan.
__ADS_1
Arya dan Sanum, sengaja meluangkan waktu mereka yang sibuk untuk menghadiri acara Balqis, bahkan Devan yang sudah remaja masih merengek pada Sanum sang mama, agar mengizinkan nya untuk ikut keacara Balqis sang pujaan hati, meskipun dia masih berusaha untuk menyembunyikan dari semua orang tentang perasaannya.
Mau tidak mau, Sanum membawa Devan ikut serta, dia bahkan bela-belain datang, dan mundur dari perlombaan bola basket yang diadakan disekolah nya. beda dengan Devano. meskipun dia juga menyukai Balqis, namun dia tidak mau meninggalkan hobi dan pertandingan sekolah mereka yang sudah didepan mata.