One Night Love Presdir

One Night Love Presdir
Mencuri pakaian Arya


__ADS_3

Pagi ini Sanum membuka matanya, rasa mual kembali membuat dia ingin memuntahkan seluruh isi dalam perutnya. sehingga dia berusaha untuk berjalan secepatnya agar segera sampai didepan Westafel.


"Wuuuarghh...wuuuarghh Sanum kembali mengeluarkan cairan dari dalam perutnya, keringat dingin membanjiri wajah dan tubuhnya, Sanum berpegangan pada gagang kran untuk menopang tubuhnya yang tersa mau ambruk karena pusing.


"Kenapa aku kembali seperti ini, jika berada didekat Arya semua penyakit yang aku rasakan seakan hilang. aroma tubuh Arya membuat ku nyaman serta rasa pusing dan mual ini akan hilang dengan sendirinya." Sanum keluar dari kamar, ibarat pencuri dia berjalan pelan-pelan menuju kamar Arya.


"Aku harus mencuri salah satu pakaian yang habis dikenakan oleh Arya," gumam Sanum sambil berjalan berjinjit memasuki kamar Arya yang hanya bersebelahan dengan kamarnya sendiri.


Cekklek.... membuka pintu pelan-pelan, Sanum mengintip sambil mengedarkan pandangannya ke sekeliling kamar. yang terlihat kosong.


"Aku harus segera bertindak, sebelum aku kepergok Tuan arogan itu." Sanum mengayunkan langkah secara perlahan, mencari-cari pakaian yang habis dikenakan Arya, karena Sanum berfikir akan lebih tenang dan nyaman jika bisa menghirup aroma tubuh Arya.


"Byuuuuurrr.... byuuuuurrr..,," terdengar seseorang yang sedang mandi dan gemericik air turun.


"Ternyata dia sedang mandi, ini kesempatan untuk ku." Sanum terus mencari-cari, dilemari besar itu hanya terdapat pakaian bersih dan wangi, namun tidak bisa membuat perasaan Sanum tenang, bahkan pusingnya bertambah.

__ADS_1


"Aaahhk itu dia yang aku cari," Sanum tersenyum senang sambil berjalan menuju sudut ruangan yang terdapat keranjang khusus untuk menyimpan pakaian Arya yang akan dicuci.


Sanum langsung menyambar salah satu kemeja yang baru saja dikenakan Arya, dan menyembunyikan kedalam piyama tidur yang dikenakan Sanum saat ini.


Dari arah samping Arya keluar dari kamar mandi, dia kaget melihat Sanum yang juga terlonjak kaget melihat kearahnya.


"Ngapain kamu masuk kekamar ku?" Ucap Arya berjalan semakin mendekat kearah Sanum, yang ketakutan dan mundur beberapa langkah.


"Aku....aku ... hanya tersesat masuk kekamar ini," jawab Sanum terbata, sambil berbalik arah untuk segera kabur.


"A...apa yang kamu lakukan.?" Sanum Mulai ketakutan saat Arya dengan senyum mesumnya, melempar asal handuk kecil yang melilit ditubuhnya. sehingga Sanum kembali menyaksikan penampakan yang membuatnya dilema antara takut dan menginginkan. selain perubahan-perubahan aneh pada dirinya, Sanum juga merasakan gairah nya sangat meningkat sehingga dia sering terkena menginginkan sentuhan Arya, meskipun akal sehatnya selalu menolak, namun bahasa tubuhnya nya seakan bertolak belakang dengan kenyataan yang terlihat.


Arya langsung menindih tubuh Sanum, yang terus meronta-ronta dan minta dilepaskan, tapi Arya tahu jika penolakan Sanum hanyalah setengah-setengah.


Arya yang sudah terbakar gairah, langsung mencium Sanum seakan tidak ingin terlewatkan sedikitpun. dia begitu merindukan tubuh dan bercinta dengan wanita yang sering membuat perasaan nya diaduk-aduk.

__ADS_1


Sanum seakan terhipnotis, tanpa disadari nya piyama tidur Sanum sudah hampir terlepas sebagian, yang membuat Arya langsung tertawa terpingkal-pingkal, Sanum yang semula memejamkan matanya segera membuka, dia penasaran apa yang membuat Arya seperti itu.


"Sanum, untuk apa kamu mencuri pakaian ini? apa kamu begitu merindukan aku sehingga mencuri pakaian yang melekat aroma tubuhku ini?" mengejek Sanum yang sudah memerah wajahnya karena malu. sekuat tenaga Sanum mendorong tubuh arya dan segera kabur menuju kamar nya sendiri. Sanum benar-benar malu.


"Bodoh... bodoh...Kamu Sanum, bagaimana ini? aku begitu malu, seandainya di depanku sekarang terdapat pintu ajaib Doraemon. aku ingin segera masuk dan menghilangkan diri selamanya dari Arya." Ucap Sanum menutup pintu dan menguncinya dari dalam.


Davina yang terbangun menatap heran mamanya.


"Mama," terdengar suara lembutnya khas bangun tidur.


"Ya sayang," Sanum berlari kearah Davina dan kembali mengajaknya tidur, namun kejadian barusan masih terngiang-ngiang, sehingga Sanum kembali resah. dia mencium Piyama tidurnya yang masih melekat aroma tubuh Arya. sehingga dia benar tenang.


"Sebaiknya aku berselancar di Dunia maya, mencari penyakit yang aku derita. Dengan menyebut kan ciri-ciri nya." gumam Sanum.


"Tidakkkkk.... tidakkkkk." Sanum kembali berteriak, ketika hasil pencarian nya menunjukkan jika dia sedang mengalami gejala-gejala hamil muda.

__ADS_1


__ADS_2