One Night Love Presdir

One Night Love Presdir
Tantangan Sasha


__ADS_3

Shasha melingkari alamat agency tempat penyaluran tenaga kerja yang terdapat dalam iklan surat kabar tersebut.


"Besok aku harus mendatangi alamat ini, tapi dia meminta pakaian harus rapi dan sopan. bagaimana ini? mengingat Pakaian yang kumiliki kebanyakan terbuka, sehingga dapat dikatakan tidak sopan sama sekali." Sahsa frustasi sambil mengeluarkan beberapa pakaian yang sempat dibawanya kabur.


"Tidak mungkin aku kembali lagi kerumah dan mencari-cari pakaian lamaku, atau meminta uang lagi pada kedua orang tua ku yang sedang panik dengan masalah keuangan dan perusahaan kami yang tengah diujung tanduk. aduuuuuh pusing." Sasha memijid- mijid pelipisnya.


Tiba-tiba mata Sasha membulat, seperti mendapatkan ide yang sangat brilian. saat tatapan bola matanya tertuju pada ponsel mahal kesayangannya.


" Terpaksa aku menjualmu hu...hu...," gumamnya melow.


Setelah menjual ponsel mahalnya, dan mengganti dengan ponsel yang jauh lebih murah harganya. Sasha pun membeli beberapa potong pakaian murah, namun cukup sopan untuk ukuran remaja seperti nya.


"Sisa uang ini cukup untuk kebutuhanku nanti."


Sasha menyimpan sisa uang penjualan ponselnya. sekarang dia juga tidak pernah menghubungi kedua sahabatnya lagi yang sangat kehilangan dirinya yang tiba-tiba menghilang ditengah-tengah erat nya persahabatan mereka bertiga, sekarang dia lebih merasa nyaman dan bebas sendirian.


Dengan semangat, Sasha mengayunkan langkah kakinya menuju agency tempat penyaluran tenaga kerja wanita.


"Selamat pagi," sapa Sasha ramah menemui resepsionis, dia pun dipersilakan masuk menuju salah satu ruangan, nampak beberapa orang wanita, yang juga tengah mencari pekerjaan seperti dirinya.

__ADS_1


Setelah mengikuti beberapa tes, sekarang saatnya Sasha mengikuti sesi wawancara. mereka menatap ragu kearah Sasha yang melamar pekerjaan menjadi perawat laki-laki lumpuh, melihat penampilan Sasha yang rapi dan wajah yang sangat cantik.


"Apa kamu sudah paham dengan pekerjaan mu nanti?" Tanya mereka memastikan.


"Sudah Bu." jawab Sasha mengaguk mantap.


"Okey Baiklah, kami harap kamu bisa betah bekerja disana. mengingat kamu merupakan calon perawat yang kesepuluh untuk Bekerja disana. sembilan orang sebelum kamu lebih memilih mengundurkan diri dari tempat ini. aku salut kamu malah memilih pekerjaan ini dari pada pekerjaan lain yang kami tawarkan." Ucap kepala penyalur tenaga kerja.


" Saya tertarik dan seperti mendapatkan tantangan dengan pekerjaan ini, terutama gaji yang mereka tawarkan buku tinggi." Ucap Sasha penuh percaya diri.


"Baguslah, aku suka calon pekerja seperti kamu." sambil tersenyum menyalami Sasha dan Tutur bahasanya yang jujur tanpa ditutupi.


"Terimakasih Bu," balas Sasha yang kembali pulang dengan semangat yang membara.


Dirumahnya, pagi ini tubuh Rendi tiba-tiba mengalami panas yang cukup tinggi, semua terlihat panik terutama sang Mama.


"Sayang kamu kenapa nak." mengompres kepala Rendi, sementara papa langsung menghubungi dokter Arga yang biasa menangani penyakit Rendi.


Setelah dokter datang dan memeriksa kondisi nya, Rendi diberikan suntikan penurun panas, dan dia kembali tertidur karena efek dari obat yang diminumnya barusan.

__ADS_1


"Kenapa Rendi tiba-tiba panas dan demam tinggi dok?"


"Banyak faktor penyebabnya nyonya, terutama beban pikiran dan trauma yang mendalam pasca kecelakaan dulu. Rendi juga meminum obatnya tidak teratur." terang dokter.


"Ini salah saya dok, karena tidak bisa mengawasi Rendi sepenuhnya... meskipun sudah banyak pelayan yang saya tugaskan khusus untuk mengurus nya, namun tidak ada yang betah dengan sikap kasar Rendi yang sering marah-marah dan mengamuk." Ucap Berliana sedih Melihat nasip anak semata wayangnya itu.


"Saya paham sekali Nyonya, semoga Rendi perlahan bisa menerima keadaannya, dan segera mendapatkan perawat yang cocok untuk mengurus dan memperhatikan nya." terang dokter prihatin.


"Mudah-mudahan saja dok, karena besok pagi calon perawat yang baru untuk Rendi sudah mulai bekerja, barusan pihak penyalur telah menghubungi saya." Ucap Berliana.


Paginya, Sasha tersenyum sambil mengunakan pakaian yang sangat rapi. dia menatap pantulan wajahnya di cermin kecil ini sambil memolesi wajahnya dengan bedak tipis dan lipsgloss. sederhana namun sangat cantik.


"Semangat Sasha, kamu bisa tunjukkan pada orang tuamu dan dunia, jika kamu bisa hidup sendiri tanpa kedua orang tua yang tidak pernah memperdulikan mu selama ini. bahkan mereka tidak mencari keberadaanmu yang memilih menih rumah." gumamnya dengan raut tiba-tiba berubah sefih, namun hanya sesaat Sasha kembali ceria.


"Ning...nong...Ning...nong..." memencet pagar rumah yang sangat mewah dihadapannya. petugas keamanan rumah segera menghampiri Sasha. dia langsung paham begitu melihat Sasha yang juga membawa file dari agency yang biasa nya mengirimkan pekerja nya kerumah mewah ini, meskipun tidak ada yang bertahan.


"Silahkan masuk Nona," tersenyum sambil membuka pintu pagar.


"Terimakasih pak," balas Sasha sambil memperhatikan sekitar rumah yang terlihat sangat nyaman dan bersih.

__ADS_1


"Silakan masuk." Ucap seorang pelayan membuka pintu.


__ADS_2