One Night Love Presdir

One Night Love Presdir
Farrel kecelakaan


__ADS_3

"Bruuuaggkk....., laju mobil yang kencang dan konsentrasi yang kurang, mobil yang dikendarai Farrel menghantam pembatas jalan. kecelakaan tunggal yang terjadi secara mendadak dan tiba-tiba itu membuat tubuh Farrel mengeluarkan darah dibagian pelipis dan mulutnya karena hempasan.


Orang-orang langsung mengerumuni, dan membantu melarikan tubuh Farrel yang terluka kerumah sakit terdekat.


"Farrel anakku ....." teriak Mama Sinta histeris, dia langsung diantar kerumah sakit oleh dokter, sedangkan Husein papa Farrel dan istri mudanya sedang pergi keluar negeri.


Sinta langsung syok melihat kondisi anak kesayangannya, yang sudah tidak sadar kan diri, darah segar mengalir hingga mengenai wajah tampan Farrel.


Natasya yang mendengar berita kecelakaan yang menimpa suaminya, langsung syok. bagaimana pun juga dihati terdalam nya dia masih sangat mencintai Farrel, Natasya hilang keseimbangan hingga semua terlihat buram lalu pingsan.


"Tasya ....bangun Natasya... " Davina panik.


"Sebaiknya, kita bawa Natasya masuk mobil dan menyusul kerumah sakit tempat Farrel dirawat." ucap Aldo cemas meskipun mereka sering berdebat dan bertengkar, namun dihati mereka tidak pernah membenci Farrel.

__ADS_1


Mobil yang dikendarai Aldo melaju menuju rumah sakit, nampak Davina dan Vita berusaha membangun kan Natasya.


"Farrel, aku akut terjadi sesuatu padanya hu....hu...." tangis Natasya pecah begitu dia sadar dan teringat kembali dengan kondisi Farrel saat ini.


"Natasya kamu yang sabar ya, kami yakin Farrel ngak kenapa-napa dia itu laki-laki yang kuat." bujuk Davina meskipun dia saat ini dia juga cemas.


Di Villa mewah, Husein memecahkan gelas minum nya, persaan nya tiba-tiba tidak enak dan mulai kwatir, tidak begitu lama ponsel nya berdering. ternyata dari sang istri pertama.


"Hallo ada apa ma?"


"Apa" Husein syok merasa dunianya ikut berputar, memikirkan masalah demi masalah yang ditimbulkan oleh anak satu-satunya.


"Apa ini bentuk protes dari Farrel terhadap kekecewaan nya pada sikap ku, atau ini sebuah hukuman atas kesalahan ku." Husein mengusap kasar wajahnya. Husein mengambil penerbangan pertama dan kembali ketanah Air. bagaimana pun anaknya lebih penting dari apapun sekarang.

__ADS_1


***


"Farrel ma." tangis Natasya pecah memeluk Mama mertuanya, dia tidak sanggup melihat Farrel yang terbaring.


"Kita harus berdoa demi kesembuhan Farrel nak" Bujuk Sinta meskipun saat ini hatinya juga hancur. Natasya segera menguasai keadaan nya kembali, dan memeluk Sinta untuk mencoba menenangkan pikiran nya.


Tidak lama dokter keluar dan menjelaskan jika kondisi Farrel, saat ini tengah kritis, jika pihak Rumah Sakit belum menemukan golongan darah yang cocok dengan Farrel yang sedang membutuhkan darah.


Tanpa pikir panjang lagi, Aldo menawarkan dirinya. setelah diperiksa dan ternyata darah Aldo cocok untuk Farrel. maka perawat segera bertindak cepat untuk mengambil darah Aldo.


"Terimakasih nak Aldo, kamu begitu baik. meskipun anak Tante Farrel selalu membuat masalah dengan mu." ucap Mama Sinta disela-sela isak tangisan nya.


"Ngak papa kok Tante, bagaimana pun Farrel tetap sahabatku." terang Aldo.

__ADS_1


Davina duduk disebelah Aldo, menemani laki-laki yang sudah mememberikan warna untuk hari-hari nya yang indah.


"Aldo Kamu begitu tulus dan baik hati, aku menyukai semua tentang mu Al. kebaikan, ketampanan dan ketulusan serta sikap mu yang pemaaf meskipun kamu sudah didaki." gumam Davina.


__ADS_2