
"Kembang tujuh rupa, buat ritual apaan bos?" ucap Gilang penasaran.
"Pokok nya kalian berdua siapin aja," perintah Farrel kesal.
"Okey siiip." jawab kedua sahabatnya tos, karena setiap menjalankan tugas atau perintah dari Farrel mereka selalu mendapatkan keuntungan dari bos muda mereka.
Mencari barang-barang yang dibutuhkan Farrel, merupakan perkara mudah bagi keduanya, yang penting dana yang diberikan langsung mengalir bak air. Maka tidak ada yang namanya sulit.
"Hallo bos, kami sudah menemukan apa yang inginkan." terang Gilang semangatnya.
"Okey, kita ketemuan ditempat biasa.' balas Farrel.
***
Pagi yang cerah, secerah sinar matahari pagi. begitu lah gambaran wajah para murid-murid yang akan memulai pelajaran mereka. tidak ada permasalahan yang terlihat, semua berjalan normal begitu juga sampai bel pulang sekolah berbunyi.
__ADS_1
Tiap sore Aldo dan teman-teman satu teamnya sibuk berlatih basket stadion khusus yang disediakan oleh sekolah. ditengah-tengah asyik berlatih, tiba-tiba Farrel dan teman-temannya mendatangi Aldo. dengan wajah meremehkan kemampuan Aldo. ditambah rasa percaya diri Farrel yang tinggi setelah mandi kembang tujuh rupa yang dilakukan nya malam tadi. dia yakin jika kesialan sudah beranjak dari hidup nya.
Aldo dan teman-teman nya yang merasa mendapatkan tantangan dari Farrel, dengan senang hati menyambut baik untuk adu kemampuan dengan team Farrel. dan semangat bertanding yang menggebu-gebu. begitu juga dengan Farrel mengingat dia pernah dua kali menang berturut-turut dalam pertandingan antar sekolah itu.
Sekarang tibalah saatnya pertandingan antar Aldo dan Farrel dimulai, team Farrel begitu angkuh, seolah-olah begitu meremehkan Aldo dan teman-temannya. mereka tertawa sinis sambil mengacungkan jari tengah kearah team Farrel.
"Aldo.... Aldo..... Aldo...." teriak Davina, Vita, termasuk istri nya, Natasya. yang lebih mendukung dan berpihak pada Aldo.
"Farrel.... Farrel semangat...."
Terdengar teriakan supporter teman-temannya, para siswi atau Cherryders sekolah yang memberikan semangat dan dukungan, termasuk para penonton lain yang seolah-olah lupa tempat mereka berdiri, bahkan ada yang rela memanjat tiang stadion itu. saking semangatnya untuk memberikan dukungan.
Semua itu sudah biasa bagi Aldo, punya fans dan digemari para cewek-cewek sekolah nya dulu, dan tidak membuat Farrel sombong bahkan bersikap Playboy, mengingat pesona nya . tentu saja dia mempunyai kesempatan yang besar untuk gonta-ganti pasangan. namun Aldo tidak seperti itu dia begitu menghargai yang namanya perempuan.
Farrel kembali tampil memukau, sehingga susana kembali riuh dengan sorak-sorai dan serta yel-yel. team Aldo menang dalam sesi pertama itu, lalu break sebentar.
__ADS_1
Sementara Vita dan Jonathan kembali bertingkah konyol dengan melambaikan tangannya serta memberikan Kissbay kepada semua penonton. saking senangnya karena berhasil mengalahkan Farrel yang tengah menatap tajam kearahnya dengan nafas ngos-ngosan.
"Hu....hu.....hu....." mereka meneriaki tingkah Jonathan yang masih melenggang legok bak bebek kesiangan.
Davina dengan senyum termanis nya, menghampiri Aldo dengan air mineral ditangan nya, dia membuka tutup botol air mineral itu, lalu mengarahkan ketangan Aldo.
"Terimakasih Davina." membalas senyuman Davina yang lembut dan terlihat begitu tulus.
"Semangat Aldo, aku yakin kamu mampu mengalahkan Farrel." bisik Davina.
"Ya Al, aku ingin Farrel kapok dengan tingkah nya yang semaunya. semoga dengan kalah di pertandingan ini i dia akan sadar dan tidak menganggap remeh kita semua."ucap Natasya.
Aldo meneguk minuman mineral pemberian Davina, hingga habis dan melempar ke tempat sampah yang tersedia di sudut ruangan, tidak jauh dari posisi nya.
Farrel team lawan menatap tajam, tidak suka ke arah Aldo , yng merupakan pemain inti dan terhebat dibandingkan teman-temannya yang lain. ditambah lagi Davina uang seolah-olah sengaja memanas-manasi dirinya.
__ADS_1