One Night Love Presdir

One Night Love Presdir
Kecelakaan Rendi


__ADS_3

"Tidakkkkk....ini tidak mungkin." Reflek Rendi membanting televisi berukuran besar yang terdapat di kamar Apartemenya mengunakan ponsel, tidak puas Rendi juga membalikkan televisi tersebut hingga mati.


"Tidak mungkin wanita itu Sanu ku? ini pasti hanya kebetulan mirip saja," Rendi mencoba menenangkan pikiran nya, namun tidak bisa dia malah semakin resah.


Rendi menghubungi orang-orang kepercayaan nya, dan meminta menyelidiki wanita yang dekat dengan Arya.


"Cepat kalian beritahu kan segera, termasuk data-data wanita itu secara detail." perintah Rendi sambil mondar-mandir tidak sabaran lagi.


"Baik bos," Ucap orang-orang pilihan Rendi yang tidak pernah gagal setiap menjalankan tugas darinya.


Tidak betapa lama, ponsel Rendi satunya lagi berdering, beberapa file dan data-data tentang Sanum masuk. tangan Rendi bergetar sambil memperhatikan dan membaca semua informasi tersebut. yang mana hasilnya membuat Rendi benar-benar terkejut dan syok.

__ADS_1


"Brengxxxx....kamu Arya, kamu telah merebut Sanu ku...hu...," tubuh Rendi Bergetar antara marah, emosi dan menangis hatinya sangat terluka dan sedih.


"Sia-sia selama ini aku terus Mencari mu Sanu, ternyata kamu bersama Arya bahkan kamu sudah memiliki anak darinya.... mengapa harus Arya Sanu....mengapa....dia sahabat baikku semenjak kecil Sanu....hu...."


Rendi teringat kejadian beberapa tahun berlalu, dia pernah meminta sahabat Sanum, Pevita untuk memberikan Sanum voucher liburan gratis dengan mengunakan kapal pesiar. dimana sesuai rencana Rendi disana dia akan mencari Sanum dan menjelaskan semuanya kejadiannya dia yang pernah Dijebak Mikela. namun rencana nya kembali gagal saat dia bertemu Arya hingga mereka minum- minum bersama kolega bisnis hingga mabuk.


Malam itu Rendi ketiduran disofa, dia lupa rencana nya yang akan menemui Sanum dan meminta maaf. paginya Rendi terbangun dan mencari-cari Sanum kekamar sesuai voucher yang diberikan pada Sanum waktu itu, namun Kosong, berdasarkan informasi pelayan kamar itu tidak ditempati Sanum sama sekali. Sampai waktu yang ditentukan pun, Rendi masih juga tidak menemukan keberadaan Sanum dikapal pesiar tersebut.


Rendi pergi meninggalkan Apartemen dengan kemarahan, melajukan mobilnya tanpa arah dan tujuan, hati Rendi benar-benar hancur menerima kenyataan sahabat baiknya mengambil wanita yang sangat dicintai dan dicari-cari nya selama ini.... hingga Rendi hilang kendali ...


Brrruuuaarrgg......mobil Rendi menabrak pembatas jalan dengan kecepatan tinggi. mobilnya jatuh melayang kebawah sungai yang mempunyai arus cukup besar.

__ADS_1


Semua orang beteiak menyaksikan kecelakaan mobil Rendi, tim SAR berhasil menyelamatkan tubuh Rendi yang sempat terbawa arus sungai. kondisi nya sangat mengenaskan dengan luka dimana-mana dan tidak sadarkan diri lagi.


Kedua orang tua Rendi, langsung pulang ketanak air, begitu mendengar berita kecelakaan yang menimpa anak mereka. tangis mama Rendi langsung pecah begitu mendengar penjelasan dokter yang mengatakan tubuh Rendi mengalami lumpuh dibagian pinggang dan kakinya sehingga tidak berfungsi lagi akibat kecelakaan itu.


"Tidak.... tidak mungkin dok, anak saya tidak mungkin lumpuh seperti ini....hu..!hu...," tangis mama semakin menjadi hingga dia pingsan karena tidak kuat menerima Kenyataan yang menimpa anak kesayangan nya.


"Semua ini gara-gara wanita itu, dia selalu mencari-cari wanita yang telah meninggalkan nya." Ucap papa emosi.


Sebulan berlalu, Rendi setiap hari hanya menangis dan mengurung dirinya dikamar, dia tidak pernah mau meminum obatnya dan selalu mengamuk.


Sudah dua kali Rendi mencoba mencelakai dirinya, karena dia merasa tidak berguna lagi mengingat kondisi tubuhnya yang cacat. mama dan papanya sangat kewalahan. beberapa perawat dan pelayan yang Beker merawat Rendi tidak ada yang betah. karena Rendi selalu marah-marah dan menghardik mereka.

__ADS_1


__ADS_2