One Night Love Presdir

One Night Love Presdir
Mimpi Balqis


__ADS_3

Devan dengan gagah berani, maju dan mengulurkan sebelah tangannya pada Balqis, yang juga tersenyum balik kearah Devan. dia tahu jika Devan mulai menaruh perhatian khusus terhadap nya. tapi Balqis bertingkah seolah olah tidak mengetahui perasaan Devan.


"Selamat ya dek, ngak nyangka kamu ternyata gadis yang sangat berbakat dan memiliki talenta yang sangat bagus. aku salut padamu Balqis." ucap Devan mengungkapkan kekagumannya. dengan tatapan mata yang dalam, seakan-akan ingin menaungi hati gadis itu.


"Terimakasih kak Devan, ini juga berkat dukungan dan motivasi orang tua, para penggemar hasil karya-karya ku. tanpa dukungan dan suport mereka aku bukanlah siapa-siapa kak." balas Balqis dengan senyumannya yang manis, seolah-olah mengaduk-aduk jantung Devan, apalagi setiap pandangan mata mereka bertemu.


Segerombol fans Balqis, langsung menyerobot ingin bersalaman dengan gadis itu, termasuk teman-teman Rendi yang menghadiri acara ini.


"Selama ya Putri Balqis."


Karena yang banyak yang masih ngantri untuk bersalaman dengan Balqis, Devan mundur beberapa langkah ke belakang. memberi kesempatan kepada yang lain. meskipun Devan saat ini masih belum puas untuk ngobrol-ngobrol dan memandang wanita cantik yang sudah mencuri perhatian nya.


"Devan, apa kamu menyukai Balqis nak?"

__ADS_1


Devan terlonjak kaget, hampir dia keselek air ludah nya sendiri. saat mendengar mamanya berbisik tepat disampingnya.


"Ngak kok ma, vuma kagum saja dengan bakat yang dimilikinya."


Devan langsung gugup, dia tidak menyangka jika sang mama sedari tadi sudah memperhatikan gelagatnya, yang selalu mencuri-curi pandang ke Balqis.


"Jujur juga ngak papa."


Sanum kembali menggoda anaknya, mengingat Devan sekarang sudah tumbuh menjadi remaja yang sangat tampan. bahkan Sanum bangga dengan sikap anak-anak yang penurut, baik dan selalu membuat nya bahagia.


"Sayang, kamu jangan terus godain anak kita Dong, lihatlah sekarang wajah Devan udah kayak saos tomat gitu." Arya ikut menimpali duduk diantara mereka.


"Ah, papa sama saja dengan Mama. ngekedekin aku terus."

__ADS_1


Devan merasa malu dan sedikit kesal, dia tidak menyangka jika kedua orang tua nya sudah mengetahui jika Devan menyukai Balqis.


"Ha....Ha....makanya kamu itu harus gentle, lihatlah papamu. kalau suka maka papa akan cari dan kejar gadis itu sampai dapat. bahkan papa pernah lho nyulik mama, agar mau menerima papa. bukannya diam dan nunggu bintang jatuh. sambil berdoa menyampaikan keinginan." ledek Arya.


"Astaghfirullah, parah banget pefekate mama dan papa dulu ya?"


Devan melonggo dan kaget mendengar penuturan papa, pikiranya kembali melayang pada masa beberapa tahun silam. masa dimana mereka dipertemukan dengan papa kandung. awal-awal yang paling bersejarah dan membahagiakan bagi keluarga mereka.


"Jadi Devan udah boleh pacaran sekarang, pa."


"Boleh-boleh aja sih, tapi tahu aturan dan batas-batasnya. apalagi untuk berduaan ditempat sepi. itu ngak banget deh nak, karena bakal ada yang ketiga."


"Ya, nanti akan ada bisik-bisik dan untuk meminta kalian atau membujuk dan mempengaruhi hati dan pikiran untuk berbuat perbuatan yang tidak diinginkan. Mama rasa kamu sudah paham dan ngerti maksud Mama.' terang Sanum, teringat kembali masa kelamnya.

__ADS_1


"Ya ma, Devan sangat paham."


Sementara Aldo dan Davina, mulai berani menunjujan rasa sayang dan perhatian diantra mereka berdua, studi tour ini membuat mereka mempunyai banyak kesempatan untuk selalu berduaan.


__ADS_2