
Farrel dan Natasya, mengantarkan kedua orangtuanya kebandara internasional, untuk rencana Bulan madu mereka yang kedua.
"Ingat Farrel tolong perlakuan dan jaga Natasya dengan baik, termasuk menggagalkan keinginanmu untuk pergi studi tour berang teman-teman sekolah mu Itu." pesan Mama.
"Iya....Iya." jawab Farrel kesal.
Dalam perjalanan kembali pulang, Farrel lebih banyak diam. mengingat besok pagi teman-teman nya, termasuk wanita gebetan nya Davina ikut dalam rombongan studi tour sekolah, sementara dia Harus dirumah menemani Natasya, membuat Farrel mengusap kesal wajah nya kembali.
Sedangkan malam ini , Vita dan Davina mulai sibuk. dengan peralatan dan kebutuhan mereka selama perjalanan dan menginap di puncak.
"Kayaknya kita mesti bawa jaket tebal deh, mengingat udara di kawasan puncak yang begitu dingin" ucap Vita melalui sambungan telepon mengingat kan Davina.
"Okey, termaduk minyak telon ya."
"Huuaaaoomm..,,
Vita menguap merasa matanya yang terasa sudah berat, begitu juga dengan Davina, berniat untuk tidur.
"Davina kita tidur lagi yuuk..."
"Memangnya kamu sudah siap berkemas nya ?" ulang Davina.
__ADS_1
"Udah" sambil naik keatas tempat tidur dan memutuskan panggilan telepon mereka berdua, tidak perlu waktu lama Davina telah terbang ke alam mimpi indahnya.
Paginya Davina terbangun saat merasakan cahaya Matahari mengenai wajah nya. yang masuk melalui celah-celah jendela kamar. perlahan dia membuka matanya yang masih terasa begitu ngantuk.
dan....
"Tidak.... tidak" teriak Davina histeris, bergas untuk mandi dan beres-beres, sedangkan Aldo sudah resah menunggu Davina dari bawah. dia sudah mempersiapkan dengan matang, dipuncak nanti akan menunjukkan rasa sukanya, meskipun secara tidak langsung.
"Cepetan Davina....kita udah telat, aku takut ketinggalan bis" pekik Vita yang langsung menghubungi Davina, dia sudah duluan sampai disekolah, tempat semua berkumpul.
"I..iya " Davina ikut berlari menuju mobil, Aldo dan Davina diantar oleh sopir pribadi Arya.
"Gimana Vit, apa kamu yakin mereka berdua bakalan ikut" ucap Jonathan yang sudah naik keatas bis.
"Ya udah Vit, kita masuk duluan ke mobil yuk" ajak Jonathan sudah tidak sabaran lagi.
"Yuk Jo" ucap Vita mengikuti langkah Jonathan untuk mencari kursi mereka.
"Ini Bis terakhir kita, karena bis-bis yang lain sudah berangkat duluan. dihimbau kepada para siswa - siswi agar segera memasuki bis terakhir ini" ucap seorang guru yang memakai pengeras suara
"Tunggu kami" nampak Aldo berjalan cepat yang diikuti Davina dibelakangnya
__ADS_1
Jonathan kembali turun dan membantu kedua gadis itu mengangkat tas mereka dan menaruhnya dibagasi. Davina langsung duduk dengan posisi dekat jendela, dan tersenyum kearah Aldo.
"Boleh aku duduk di sebelah mu"
"Silahkan kak Do"
"Aduuh kenapa aku begitu gugup sekali duduk bersebelahan dengan Aldo, padahal kita bertemu juga udah sering. aku merasa senang dan bahagia. aku tahu Aldo memiliki perasaan yang sama. kalau tidak mana mungkin dia sendirian disini terpisah dari teman-temannya" pikir Davina.
Mereka duduk dalam diam, di suasana Bis yang terdengar heboh dengan gelak tawa dan canda teman-teman mereka yang lain.
Tiba-tiba Aldo seperti mendapatkan ide, saat melihat salah satu teman nya ada yang membawa gitar. dia berinisiatif untuk berdiri sambil memainkan gitar yang baru saja dipinjamnya itu.
Semua bertepuk tangan senang, dan memberi semangat
"Ayo kak Aldo nyanyiin lagu yang Romantis ya.." ucap mereka
Aldo hanya mengangguk mengiyakan permintaan mereka, sambil menatap ke arah Davina yang juga menatap kearahnya. kehebohan mereka terhenti ketika Aldo mulai memetik Gitar dengan penuh perasaan, seolah-olah mereka terhanyut dengan syair dan persaan yang mendalam dari suara Gitar yang dipetik.
Aldo mulai bernyanyi dengan suara yang begitu merdu, Perempuan Pilihan hati ku... baru beberapa bait tepuk tangan yang meriah mengiringi suaranya.
"Jantung ku bergetar saat engkau ada di sisiku....,
__ADS_1
" Sebisa diriku, mencoba untuk melupakan persaan ini, namun ku tak bisa kau pun selalu ada dalam hatiku....,
"Dan biarkan semua mengalir apa adanya, ku yakin engkau pun da memahami perasaan ku..... perasaan ku......