
"Kemana pergi nya Tuan arogan itu? dia seperti menghilang begitu saja?" gumam Sanum yang masih penasaran, namun dia masih mersa gengsi untuk menanyakan keberadaan Arya pada pelayan.
"Kalau aku menanyakan tentang keberadaan Tuan arogan itu, takutnya dia tiba-tiba muncul. mau ditaruh dimana wajahku nanti. sifat kegeeran nya pasti kambuh jika dia tahu aku mencari-cari nya, sebaiknya aku pendam saja. sapa tahu dia masih dikamar" gumam Sanum menghabiskan makanan nya bersama Davina yang duduk disebelahnya.
"Mama..., papa Arya mana?"
Ucap gadis kecil itu sambil celingak-celinguk mencari sosok papanya, karena selama berada di villa Davina lebih banyak menghabiskan waktu bersama bermain Arya.
Kepala pelayan yang mendengar pertanyaan Davina, berjalan mendekati gadis kecil itu.
"Putri Davina sayang, papa Arya sedang ada tugas mendadak untuk beberapa hari ini, jadi papa harus pergi keluar negeri." Ucap pelayan mencoba menenangkan Davina.
"Jadi papa ngak ada ya,?" mata Davina berubah sedih dan berkaca-kaca, tiba-tiba dia menangis.
"Papa....hu....hu.....Davina mau papa.....," Ucap Davina.
Sanum yang masih tercengang, dia tidak menyangka jika Arya sudah tidak berdaya di villa tanpa memberitahu nya sama sekali.
__ADS_1
"Tapi bagus juga, paling tidak aku aman beberapa hari ini." Ucap Sanum bangga Karena dia yakin bakal bisa tenang, bebas dan bahagia tanpa Arya.
"Papa....Papa....hu...," Davina masih menangis sedih. spontan dia menghambur memeluk mamanya Sanum.
Sanum tersadar dari lamunan indahnya, dia langsung membawa Davina dalam dekapannya.
"Anak Mama sedih ya....cup.... cup.... Sayang, Davina nggak boleh nangis. kan masih ada Mama yang selalu sayang pada Davina," membujuk anaknya.
"Oya Putri Davina mau jalan-jalan Ngak, ditaman belakang villa ini sangat indah lho ada kolam air dan beraneka macam bunga, kita juga bisa memandangi kupu-kupu dari jarak yang sangat dekat." bujuk kepala pelayan.
"Kupu-kupu?"
Sanum membimbing Davina menuju taman belakang, terlihat kesedihan Davina mulai berkurang ketika melihat berbagai bunga warna-warni menghiasi taman dan Banyak nya kupu-kupu bertebaran hinggap dari satu bunga ke bunga yang lain.
"Indahnya...," Davina merentangkan kedua tangannya, berlari memutari taman sambil tertawa ceria, sementara kepala pelayan sibuk dengan camera ponselnya yang terhubung langsung ke ponsel Arya dimeksiko.
"Putri ku Davina, ternyata kamu juga sangat menyayangi ku. tidak seperti mamamu yang masih gengsi dan egois untuk mengakui perasaannya terhadap papa."
__ADS_1
Ucap Arya tersenyum saat melihat kepala pelayan mengarahkan camera ponselnya pada Sanum yang sedang melamun sambil sesekali melirik kearah kamar Arya, berharap laki-laki itu tiba-tiba muncul dan melambaikan tangannya.
"Aaagghh... kenapa aku memikirkan Arya, tidak...ini kesempatan untuk ku bebas selama dia tidak berdaya disini." Sanum kembali bersemangat mengejar Davina dan bermain menikmati keindahan taman.
Malamnya Sanum tidak bisa memejamkan matanya, beberapa hari ini dia sudah terbiasa berada dan selalu digoda Arya. namun sekarang sosok itu tiba-tiba menghilang, membuat Sanum resah sambil bolak balik ke kiri dan ke samping mencoba mencari-cari posisi yang nyaman agar bisa terlelap.
"Aku benar-benar tidak bisa tidur," gumam Sanum meremas rambutnya, sementara Davina yang tidur disampingnya, sama seperti sang Mama. dia juga merindukan papa Arya. yang sudah dekat dengan nya selama berada di vila.
"Davina, gumana jika malam ini kita tidur dikamar papa. mumpung dia sekarang lagi tidak berda disini." Sanum mengajak Putri nya untuk mengikuti ude gila yang tiba-tiba muncul dipikiran nya.
"Mau....mau...ma," Ucap Davina bersemangat, Sanum dan Davina langsung pindah kekamar Arya yang hanya bersebelahan dengan kamar tidur mereka.
Ceklek.... pintu kamar Arya dibuka perlahan oleh Sanum, perasaan tenang dan nyaman langsung Membuat senyum mengembang dibibir Sanum.
"Ternyata Arya tidak mengunci pintu kamar nya, apa dia sengaja melakukan hal ini." gumam Sanum, tapi dia tidak mengambil pusing hal itu yang penting sekarang tidur bersama Davina dalam selimut tebal yang tercium bau khas wangi tubuh dan farfum Arya.
Arya yang baru selesai rapat besar, seolah-olah terhibur dengan tingkah Sanum dan putri nya. dia bisa melihat langsung semu aktivitas Sanum melalui kepala pelayan.
__ADS_1
Arya memang sengaja mengelabui, dan menyembunyikan ponsel Sanum. dan mengatakan jika villa tempat mereka tidak ada jaringan seluler sama sekali. dia ingin Sanum tetap bersamanya selamanya. membesarkan Davina dan menikahi Sanum nantinya.