
"Okey terimakasih teman-teman semua, atas partisipasi nya mendukung dan mau mendengarkan nyanyianku ini, sebenarnya lagu ini sengaja aku persembahkan untuk seseorang wanita cantik. senyum nya selalu mengikuti dan menyemangati hari- hariku." ucap Aldo berusaha untuk menyemangati dirinya sendiri.
"Hari ini, dihadapan teman-teman semua, aku memberanikan diriku untuk mengungkapkan perasaan sayang dan cinta ku terhadap gadis itu, meskipun aku tidak tahu pasti dengan perasaan nya terhadap ku, apakah dia juga menyukai ku." ucap Aldo sambil menatap Davina yang tertunduk malu saat semua mata mengarah kepada nya.
"Terima..... terima.... terima." teriak semua nya.
Aldo berjalan mendekati Davina, sambil menyerahkan setangkai bunga yang sempat dicopot nya asal di taman sekolah sewaktu hendak menaiki Bis.
Tiba-tiba tangkai bunga itu langsung patah dan sedikit rusak, karena sempat terhimpit saat Aldo, duduk disebelah Davina. dia melupakan bunganya yang terselip di kantong belakang celananya.
Semua tertawa termasuk Vita dan Jonathan.
__ADS_1
"Parah kamu Al, mau nembak gebetan aja ngak modal. paling juga Bunga taman depan sekolah yang loe colong ." teriak Gilang dan Dirga teman-teman geng Farrel.
"Diam kalian, ikut campur aja." jawab Vita menatap tajam kearah fua orang anak buah Farrel, yang tetap ikut meskipun bos mereka dan istrinya Natasya tidak ikut.
Aldo sempat ngak percaya diri, melihat kondisi bunga, tapi dia tidak memperdulikan itu yang terpenting baginya adalah jawaban Davina. dengan tangan sedikit gemetar Aldo berusaha mengendalikan gejolak perasaannya nya, termasuk mempersiapkan hatinya nanti jika Davina menolak nya. mengingat status sosial mereka yang jauh berbeda, Aldo sadar akan siapa dirinya, namun paling tidak dia akan merasa tenang dan lega jika sudah mengungkapkan nya. meski apapun hasilnya nanti.
Davina menerima bunga pemberian Aldo, sambil tersenyum dan memikirkan kata-kata yang akan disampaikan nya .
Aldo membalas senyuman Davina, dia sangat memaklumi alasan gadis cantik itu, Aldo kembali duduk disebelah Davina sambil menikmati perjalanan yang terasa begitu indah.
Tanpa sadar Davina tertidur dengan menyandarkan kepalanya di bahu kekar Aldo, terukir seyum dibir Aldo, sambil menggeser tubuhnya agar lebih merapat lagi ke Davina. dan ikut tertidur juga. mereka berdua terbangun ketika mendengar teriakan teman-teman satu bis.
__ADS_1
"Hore-hore.... kita sudah sampai" teriak mereka ketika Bis memasuki gerbang utama villa yang dikelilingi pohon Pinus dan dari kejauhan nampak perkebunan teh seluas mata memandang, disana juga terdapat beberapa villa
Davina melirik Aldo yang juga baru terbangun, mereka berdua melangkah turun dari bis, Davina merentangkan kedua tangannya sambil berputar pelan menikmati udara puncak yang begitu segar dan bersih.
Malamnya, acara sambutan dari kepala sekolah, panitia dan para guru sengaja tidak melakukan banyak kegiatan malam ini. hanya memberitahukan susunan acara yang akan mereka lakukan selama berada di puncak ini. dilanjutkan makan malam bersama setelah itu istrahat dikamar masing-masing. karena habis perjalanan jauh banyak diantara mereka yang masih capek dan melanjutkan tidur.
Dikamar nya, Vita berdiri dibalkon, yang tidak jauh ternyata berhadapan dengan kamar Jonathan dan Aldo, Davina yang ikut berdiri disebelah Vita tersenyum mengembang kembali. saat matanya melirik Aldo yang bersiap hendak tidur dengan stelan pakaian tebal.
Sementara dirumah, Farrel dan Natasya terlihat gugup. sekarang dirumah besar dan mewah ini hanya ada mereka berdua. sedangkan para pelayan lebih sibuk dibelangkang.
Untuk mengurangi kecanggungan, tiba-tiba Farrel mengajak Natasya untuk bermain Ludo King', meskipun awalnya dia dia sok jaim, namun akirnya dia memberanikan dirinya untuk menantang Natasya, dengan syarat jika Natasya kalah dalam permainan, maka Aldo bisa bebas dan tidak mengadukan pada orang tua mereka. begitu juga sebaliknya, dia akan memberikan Natasya kebebasan yang akan menjadi rahasia mereka berdua.
__ADS_1